Penanaman Nilai Spiritual melalui piket kelas di Webinar Pokjawasnas
yunandracom. Penanaman nilai spiritual melalui kegiatan piket kelas menjadi catatan yang menarik dalam webinar Pokjawasnas tentang refresmen dan berbagi praktik baik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah sasaran INOVASI. Kegiatan sederhana tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai KBC dapat ditanamkan melalui pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari di madrasah.
Sebagai bagian dari aktivitas penulis dalam kelompok kerja pengawas (Pokjawas) organisasi profesi, webinar ini menjadi ruang belajar bagi pengawas madrasah.
Baca: Organisasi Profesi Pengawas Madrasah: Catatan Refleksi dan Kegiatan
Penulis mencatat refleksi ini sebagai bahan pembelajaran untuk mendukung implementasi KBC di madrasah binaan.

Webinar Refresment Kurikulum Berbasis Cinta
Webinar Pokjawas Nasional yang berlangsung hari Rabu (07/10/2026) menghadirkan Irfan Amali sebagai pembicara utama dengan pengantar dari DIrektur GTK Madrasah, Fesal Musaad dan Kasubdit GTK MA/MAK, Imam Bukhori.
Selain itu, menghadirkan kepala dan pengawas madrasah yang menjadi sasaran INOVASI untuk berbagi praktek baik tentang pelaksanaan kurikulum berbasis cinta di madrasahnya.
Nilai Spiritual Berdampak Sosial
Irfan Amali menyampaikan panca cinta yang pertama yaitu Cinta Allah dan Rasul. Beliau menguatkan perlunya penanaman Nilai Spiritual yang berdampak sosial dalam bentuk nilai syukur.
Dari materi yang disampaikan oleh beliau terdapat catatan yang menarik yaitu
1. Syukur Bermakna Aksi
Syukur tidak hanya mengakui dengan hati dan mengucapkan dengan lisan, tapi syukur perlu pembuktian dengan tindakan.
Beliau menyampaikan arti sya ka ra memiliki makna Dabbah syakur dan Syajarah Syakur. Keduanya mempertegas bahwa orang yang bersyukur bisa melakukan sesuatu yang melampaui dari apa yang dimiliki.
2. Perubahan Pola Pikir tentang Piket Kelas
Belajar dari pendidikan di Jepang, kegiatan piket kelas yang berisi kegiatan bersih-bersih kelas.
Disini ada pesan penanaman nilai spiritual KBC dapat melalui kegiatan yang biasa berjalan di madrasah yang salah satunya adalah piket kelas.
Secara formal tidak ada perbedaan, tapi secara substansi sangat berbeda. Biasanya kegiatan bersih-bersih itu sebagai tugas atau kewajiban siswa, berubah menjadi sarana untuk melayani orang lain agar belajar dengan nyaman.
Artinya perbedaan utama pada pola pikir terhadap suatu kegiatan yang dilihat dari sudut cinta dan kasih sayang.
Presentasi: Cinta Allah dan Rasul melalui Nilai Syukur
Praktek Baik Implementasi KBC di Madrasah Ibtidaiyah
Pada sesi berbagi praktik baik dari madrasah-madrasah yang menerapkan kurikulum berbasis cinta (KBC) yang berasal dari 4 daerah yaitu
- Jawa Timur
- H. Saefullah, M.Pd (Kamad MI Ash-Shomadiyah, Tuban).
- Haryudi, M.Pd (Pengawas MI Kab. Lumajang).
- Maluku
- Suharsih, M. Pd. (Kamad Darul Na’im Ambon).
- Safi Umagapi, M. Pd. (Pengawas Kota Ambon).
- Jawa Barat
- Dr.Barnawi, M.Si (Pengawas Kemenag Cirebon).
- Uswatun Hasanah, S.Pd.I (Kepala MIS Bitsyatul Islamiyah, Losari).
- NTB
- Hj. Diana Rahmawati, M.Si.(Pengawas Kemenag Lobar).
- Abdul Haris, M.Pd (MIS An-Najah).
Keempat daerah tersebut menyampaikan pengalaman mereka menerapkan KBC dengan program-program yang menarik.
Untuk materi lengkapnya, bisa lihat di:
Kumpulan Materi Satu Pengawas satu Madrasah Implementasi KBC
Penguatan Program Satu Pengawas Satu Madrasah
Kasubdit MA/MAK GTK Madrasah, Imam Bukhori mempertegas keberasilan program satu pengawas satu madrasah piloting implementasi KBC berada di tangan pengawas madrasah. Maka kegiatan refresment dan berbagi praktek baik merupakan bagian dari memperkuat pemahaman pengawas madrasah tentang kurikulum berbasis cinta.
Ada dua target dalam program satu pengawas satu madrasah yaitu
1. Model Implementasi KBC
Tujuan pertama adalah menemukan model implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC) yang cocok di madrasah. Maka setiap pengawas minimal memilih satu madrasah sebagai percontohan pelaksanaan KBC
Sumber: Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik Kebijakan Penguatan Karakter
2. Efektifitas MAGIS Mendukung Implementasi KBC
Tujuan kedua adalah mengukur efektivitas Madrasah Digital Supervision (MAGIS) dalam memantau implementasi KBC di MAdrasah. Setiap guru, kepala, dan pengawas madrasah menyusun rencana aksi di MAGIS yang berorientasi penanaman KBC.
Sumber: Aplikasi MAGIS: Platform Refleksi Pengawas Madrasah
Artikel Pokjawasnas
- Apa Tugas Pengurus Pokjawasnas Madrasah 2026-2030?
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- MAGIS antara Aplikasi Teknis dan Subtansi Mutu
- Prioritas Program Kerja Direktur Madrasah

Artikel Terbaru
- Penanaman Nilai Spiritual melalui piket kelas di Webinar Pokjawasnas
- Evaluasi Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
- Penguatan Program SPSM dan Rencana PKKM 2026 di Jakarta Selatan
- Menanamkan Ekoteologi dalam penggunaan Prompt di Artificial Intelligence (AI)
- 4 Tugas dan Fungsi Guru Terbaru
- Bimtek Sukses Satu Pengawas Satu Madrasah di Pokjawas Provinsi Sulawesi Selatan
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

