Inspirasi

Hakikat Anak Adalah Calon Suami dan Istri Orang Lain, Juga Orang Tua Cucu Kita (Mary Calderone)

yunandra.com. Hakikat Anak menurut Mary Calderone menarik sebagai bagian dari tema inspirasi bagi para pendidik dan keluarga.

Berbicara tentang anak selalu menarik. Anak-anak adalah generasi penerus dan harapan masa depan. Mereka memiliki pengaruh besar terhadap keluarga, masyarakat, dan bahkan dunia. kali ini mencoba mengungkap kata mutiara tentang hakikat anak.


3 Hakikat Anak

Penulis mencoba membahas hakikat anak dari tiga hal yaitu

1. Anak adalah titipan dari Allah

Sesuai dengan tujuan penciptaan manusia, Maka Allah menitipkan anak tersebut melalui rahim seorang ibu.

Dan Allah menegaskan bahwa anak adalah bagian dari ujian dari Allah

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” Ayat ini menjelaskan bahwa anak adalah titipan yang menjadi ujian bagi orang tua, apakah mereka merawatnya sesuai syariat atau tidak. (QS. Al-Anfal: 28)


2. Anak merupakan investasi bagi kedua orang tuanya

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW juga pernah bersabda terkait amalan yang tidak akan terputus pahalanya meski orang tersebut meninggal dunia. Dari Abu Huraira RA, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِم

Artinya: “Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim).


3. Anak disiapkan sebagai generasi

Allah SWT berfirman,

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (Q.S an-Nisâ’ [4]: 9)


Sebagai keterkaitan anak dan pendidikan, silahkan melihat Panduan Lengkap mengelola Anak Madrasah >>

Bukuyunandra Pusat Peraturan dan Panduan Pendidikan di Indonesia