Sejarah Mekkah

Mekah adalah salah satu provinsi dari 13 provinsi di Negara Arab Saudi. Provinsi lainnya adalah Bahah, Hududusy Syamaliyah, Jauf, Madinah, Qasim, Riyadh, Syarqiyah (Provinsi Timur), ‘Asir, Ha’i, Jizan, Najran, dan Tabuk.

Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.

Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Siti Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka’bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.

Secara Grografis Kota Mekkah terletak di bagian Barat Kerajaan Arab Saudi di Tanah Hijaz, yang dikelilingi oleh gunung-gunung, terutama sekitar Ka’bah. Dataran rendah di sekitar Mekah ialah Bath’ah; sebelah Timur Masjidil Haram disebut perkampungan Ma’la, sedangkan Barat Daya Masjid ialah Misfalah.

Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Rasulullah saw ialah warga Ma’la karena rosulullah lahir dan menetap disana sampai tiba saatnya hijrah ke Madinah. ketika Fathu Makkah (pembebasan Kota Mekah), Nabi Muhammad dan para pengikutnya masuk ke Mekah dari arah Ma’la.

Terdapat tiga pintu masuk utama ke kota Mekah, yaitu Ma’la disebut Hujun yaitu bukit dimana terdapat kuburan para sahabat dan syuhada, Misfalah, dan Syubaikah. Kota Mekah berada dalam ketinggian kurang lebih 300 m dari permukaan laut.

Diantara keutamaan kota Mekah ialah karena Allah swt telah memilihnya sebagai;

  1. Tempat dibangunnya rumah Allah (Baitullah)
  2. Kota kelahiran dan kenabian Muhammad saw penutup para rasul
  3. Tempat beribadah umat Islam serta ada kewajiban mereka untuk mengunjunginya.
  4. Tempat yang tidak boleh seorangpun masuk ke dalamnya kecuali dengan kerendahan hati, khusyu’, kepala terbuka dan meninggalkan segala  bentuk pakaian dan perhiasan dunia.
  5. Tempat yang dijadikan Allah swt sebagai tenah suci yang aman, yang tidak boleh ada pertumpahan darah
  6. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu
  7. Tempat yang Allah swt mensyariatkan kepada umat Islam untuk bertawaf di Ka’bah
  8. Tempat satu-satunya yang Allah mewajibkan bagi umat Islam yang mampu untuk mengunjunginya
  9. Tidak ada sejengkal bumi pun yang Allah wajibkan umat Islam untuk menghadap dan melambaikan tangan, kecuali kepada Kabah, Hajar Aswad, dan Rukun Yamani, serta merupakan kiblat manusia seluruh dunia
  10. Tidak ada di muka bumi ini suatu masjid pun, dimana orang shalat di dalamnya maka pahalanya akan dilipat gandakan
  11. Tempat yang dilarang oleh Allah untuk menghadap atau membelakangi pada waktu buang hajat
  12. Tempat yang Allah akan memberikan balasan bagi siapa saja yang berniat jahat, walaupun belum melaksanakan, dan barangsiapa melakukan kejahatan maka balasannya akan dilipatgandakan, sebab melakukan kejahatan di Tanah suci ialah lebih besar dosanya.

Sumber : Wikipedia dan “Tarihkh Makkah al Mukarramah”  Dr. M. ILyas Abdul Ghani

479