Inovasi Program Muhadharah di MA Nurussaadah Poltangan
yunandra. Madrasah dapat melakukan inovasi pada program yang sudah berjalan. Melalui refleksi pelaksanaan, madrasah bisa melihat efektivitas dan efesiensi program tersebut.
Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) menjadi sarana refleksi madrasah dan pengawas madrasah.
Maka Pokjawas Jakarta Selatan bersama Kantor Kemenag Jakarta Selatan menetapkan pelaksanaan PKKM tahun ini mulai November.
Senin, 9 Desember 2024, jadwal PKKM di MA Nurussaadah Poltangan bersama dengan lepas sambut antara pengawas pembina yang lama (penulis) ke pengawas pembina baru (Endah B Wardhany)
Proses PKKM di MA Nurussaadah membawa tujuan yaitu menggali inovasi dan memetakan potensi.
Baca: Refleksi Pendampingan Madrasah Melalui PKKM 2024
Menggali Inovasi dan Memetakan Potensi
Inovasi Program Muhadharah di Madrasah
Madrasah Aliyah Nurussaadah memiliki banyak program. Pada PKKM ini fokus kepada program muhadharah dilihat dari potensi dan inovasi.
Refleksi program muhadharah di madrasah dilakukan bersama dengan wakil kurikulum dan seorang memunculkan gagasan inovasi dan potensi yang bisa dikembangkan.
1. Potensi Madrasah Nurussaadah
Potensi MA Nurussaadah Poltangan terkait program muhadharah
- Kegiatan Rutin. Program Muhadharah merupakan kegiatan rutin harian bada shalat Dhuhur mulai Senin sd Kamis. Kegiatan rutin menjadi potensi karena memudahkan untuk melakukan inovasi
- Jadwal Terstruktur. MA Nurussaadah sudah menyusun jadwal peserta yang bertugas. Hal ini mendukung pelaksanaan muhadharah secara rutin. Dan memberikan kesempatan peserta didik untuk persiapan latihan.
- Tiga Bahasa. Muhadharah menggunakan tiga bahasa, Indonesia, B. Inggris dan B. Arab
- Komitmen Guru. Komitmen guru merupakan kunci berjalannya sebuah program
Dengan 4 potensi tersebut, MA Nurussaadah dapat melakukan berbagai inovasi.
Baca: 7 Sumber Inovasi Pendidikan Adaptasi Teori Drucker
2. Inovasi Program Muhadharah
Hasil refleksi menghasilkan beberapa gagasan Inovasi untuk pengembangan program muhadharah di MA Nurussaadah.
- Topik terstruktur. Perlu menyusun topik-topik yang terstruktur sehingga dapat menghasilkan pengetahuan secara utuh
- Topik Lintas Mata Pelajaran. Topik yang terstruktur berisi lintas mata pelajaran, bisa berdasarkan lingkup materi yang ada di Capaian pembelajaran.
- Pelatihan Public Speaking. Pelatihan Public Speaking menjadi program pembekalan agar kemampuan komunikasi peserta didik meningkatkan
- Waktu Latihan. MA Nurussaadah perlu menyiapkan waktu khusus kepada peserta didik untuk latihan. Bisa di waktu kegiatan pembelajaran di kelas
- Dokumen Video. Mendokumentasikan kegiatan muhadharah dalam format video.
Kelima inovasi di atas tidak harus dilakukan serentak tahun depan, tapi menyesuaikan dengan kondisi. Prinsipnya MA Nurussaadah melakukan “Inovasi yang tidak menimbulkan masalah atau bertentangan dengan peraturan yang ada“. Lakukan Inovasi yang aman bagi semua.
Silahkan ikuti catatan kegiatan pengawas madrasah sebagai asesor atau penilaian di artikel: Asesor Humanis: Catatan lapangan pengawas
Sumber: PermendikbudRistek No. 12 Tahun 2024 Kurikulum Merdeka pada PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah
Pokjawas Memberdayakan
Artikel Terbaru
- Analisis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan Dampak terhadap karier guru dan Pengawas
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan
- FGD PKB Digital: Strategi Peningkatan Mutu GTK Madrasah
- JUMAT BERSEPEDA di Madrasah: 9 Nilai Integritas Antikorupsi
- Tips Merancang Implementasi dan Melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah secara kreatif
- Panduan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah: Sebuah Kurikulum Insersi
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

