Ujian Nasional dan Prestasi Siswi Madrasah Tsanawiyah Masuk 10 Besar Nasional
Terakhir diperbaharui pada 21 Maret 2026
Yunandra. Untuk sebagian orang, keberadaan ujian nasional (UN) memiliki dampak positif terhadap motivasi anak. Setiap siswa madrasah akan berusaha belajar dengan baik agar mendapatkan nilai UN terbaik.
Ujian nasional menjadi salah satu kajian kebijakan pendidikan nasional. Untuk mengetahui secara lengkap, silahkan buka Dinamika Kurikulum Nasional >>
Hampir 5 tahun ujian nasional tidak ada dan muncul Asesmen Nasional menjadi alat ukur hasil belajar secara nasional.
Pada tahun 2025, Alat ukur nasional muncul kembali dengan nama Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang lansung diterapkan di kelas 12 SMA/MA dan SMK/MAK sederajat.
Siswa Madrasah Peraih Nilai UN Tertinggi
Seorang siswi MTs Negeri 1 Kota Malang Shofiyah Qurrotu A’yunin meraih nilai murni tertinggi ujian nasional tingkat MTs. Dengan meraih nilai 9,85 Shofiyah menjadi siswa peringkat 5 terbaik nasional tingkat SMP. Namun nilai tersebut juga mengantarkan Shofiyah menjadi peraih nilai tertinggi tingkat Madrasah Tsanawiyah se-Indonesia.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Malang berlokasi di jalan Bandung 7 Malang dan berada satu lokasi dengan MIN Malang dan MAN 3 Malang. Kementerian Agama menjadikannya Madrasah Terpadu Malang dan madrasah Unggulan.
Prestasi Shofiah Qurrotu A’yuni di tingkat nasional memberikan harapan bahwa madrasah mampu berprestasi dan bisa bersaing di tingkat nasional.
lebih dari itu, Prestasi siswi Madrasah Tsanawiyah negeri 1 Malang berhasil menggungguli tiga juta siswa para peserta Ujian Nasional SMP/MTS se Indonesia.
Nilai UN SMP Tertinggi
Berikut daftar nama siswa yang berhasil menjadi siswa dengan nilai rerata UN murni tahun ini:
- Stella Angelina (9.90) dari SMP Kasih Karunia Jakarta
- Petra Julian Abigali (9.90) dari SMP Tarakanita 4 Jakarta
- Anak Agung Ayu Vira Sonia (9.90) dari SMP Negeri 1 Denpasar
- Jessica Jane (9.89) dari SMP Kristen 1 BPK Penabur Jakarta
- Shofiya Qurrotu’ayunin (9.85) dari MTsN 1 Malang
- Cahaya Carla Bangsawan (9.85) dari SMP N 2 Bandar Lampung
- Kirana Widiana Lestari (9.84) dari SMP Negeri 85 Jakarta
- Setiati Nur Chasanah (9.84) dari SMP Negeri 1 Magelang
- Maratus Sholichah (9.84) dari SMP Negeri 1 Salaman
- Farrel Gerand Adeovinson (9.84) dari SMP Masehi Temanggung
- Juligo Al Faraby Saragih (9.84) dari SMP Swasta Al Muslimun Pandan Tapanuli
- Biani Masita Himawan (9.84) dari SMP Negeri 1 Denpasar.
Untuk mengetahui perkembangan kurikulum nasional, Silahkan buka Sejarah Kurikulum Nasional >>
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Kebijakan Pendidikan Nasional
Profil : MTsN 1 Malang
Artikel Terbaru
- PPKB PAI: Berbagi KBC dalam Implementasi Pembelajaran PAI
- Merumuskan Profil Kepala Madrasah Yang Sukses

- PINTAR Kemenag: Platform Belajar Mandiri KBC 2026

- Pusat Prestasi Nasional: Cara mengetahui Rangking Prestasi Madrasah
- Standar Kompetensi Kepala Satuan Pendidikan: Permendikdasmen 21 Tahun 2025
- Tujuan Pedoman Penggunaan Digital Bagi Anak




