Sesi 3. Pendekatan dan Tantangan: Belajar Manajemen Pendidikan dari Kelas Daring
yunandracom. Perkuliahan daring di Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Depok (UID) kembali berjalan pada Minggu 5 Oktober 2025.
Sesi ketiga Mata kuliah Manajemen Pendidikan kali ini mengangkat tema Pendekatan dan Tantangan dalam Manajemen Pendidikan, yang menjadi jembatan antara teori dan praktik nyata di sekolah maupun madrasah.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pengawas madrasah yang berjumlah 10 peran pendidik.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Pengawas madrasah dengan multiperan –>

Dari Konsep ke Realitas Lapangan
Perkuliahan sesi 3 kali tidak berhenti pada definisi, melainkan penerapan pada suatu kondisi. Maka tahap perkuliahan sesi 3 adalah
1. Koneksi
Perkuliahan mulai dengan penjelasan hubungan materi minggu lalu tentang konsep dasar manajemen pendidikan dengan tema baru yaitu pendekatan dan tantangan manajemen pendidikan.
2. Pemahaman Tujuan
Tahap kedua yaitu penyampaian tujuan serta indikator ketercapaian pembelajaran, agar arah belajar menjadi jelas dan terukur.
3. Pertanyaan Pemantik
Tahap ini menampilkan pertanyaan pemantik yaitu:
“Apa tantangan terbesar madrasah atau sekolah saat ini dalam pengelolaan pendidikan?”
Kolom chat segera ramai dengan tanggapan mahasiswa. Ada yang menyoroti tantangan kompetensi SDM, manajemen keluarga, fasilitas madrasah. Beberapa mahasiswa kemudian diminta menjelaskan pendapatnya secara langsung, memantik diskusi yang hidup dan penuh refleksi.
4. Paparan Materi
Setelah itu, paparan materi tentang pengertian pendekatan dan fungsi pendekatan dalam manajemen pendidikan.
Mahasiswa diajak melihat bahwa pengelolaan lembaga pendidikan bukan hanya soal struktur, melainkan juga tentang manusia yang menjalankannya.
5. Diskusi Kasus
Kegiatan kelima yaitu diskusi kelompok berbasis kasus nyata.
Setiap kelompok membahas masalah manajemen di madrasah dan sekolah menggunakan breakout room.
Namun, seperti lazimnya kelas daring, tidak semua berjalan sempurna.
Sebagian mahasiswa menghadapi kendala teknis, tidak bisa masuk ruang diskusi, atau terlempar keluar.
6. Paparan hasil diskusi
Tahapan keenam adanya adanya hasil diskusi.
Beragam ide bermunculan mulai dari pendekatan yang ideal, masalah utama madrasah serta solusi praktis dari permasalahan yang ada di kasus.
7. Penguatan
Dosen kemudian menegaskan bahwa seluruh materi tersedia di LMS Madrasah Yunandra, dan pertemuan daring seperti ini berfungsi sebagai latihan komunikasi, berpikir kritis, serta refleksi atas praktik pendidikan.
Keseluruhan tahapan ini memperlihatkan bahwa Manajemen Pendidikan Daring bukan sekadar transfer teori, tetapi proses pembentukan karakter akademik yang kolaboratif, kritis, dan komunikatif.
Dinamika Kelas Online yang Tak Terduga
Di balik alur yang terencana, kelas daring tetap menyimpan dinamika menarik.Kendala teknis menjadi salah satu tantangan utama.
Sebagian mahasiswa tidak dapat masuk breakout room karena gangguan koneksi.
Selain itu, variasi partisipasi mahasiswa juga terlihat jelas. Ada yang aktif berdiskusi, ada pula yang masih diam dan memilih mengamati.
Fenomena ini menggambarkan realitas manajerial dalam dunia pendidikan bahwa mengelola kelas sama artinya dengan mengelola manusia dengan karakter dan gaya komunikasi yang beragam.
Kelas daring di UID menjadi cerminan bagaimana teori manajemen diuji dalam situasi nyata: tidak selalu ideal, tapi sarat pembelajaran sosial, teknologis, dan emosional.
Mengelola Manusia di Balik Sistem Digital
Sesi ketiga ini memberikan pelajaran berharga antara lain:
- mengajar manajemen berarti juga mempraktikkan manajemen.
- dosen bukan hanya penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang mengatur ritme, waktu, dan dinamika kelas daring.
- Manajemen Pendidikan Daring di UID membuktikan bahwa pembelajaran online dapat tetap bermakna, selama dosen dan mahasiswa sama-sama berperan aktif membangun proses belajar yang reflektif, solutif, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan Islam.
- Mengelola kelas daring menuntut kepekaan, empati, dan kreativitas. Teknologi hanyalah alat, sedangkan yang utama tetap manusia sebagai pengguna.
- Perkuliahan daring memperlihatkan bahwa hakikat manajemen pendidikan adalah mengelola manusia, bukan sekadar sistem.
- Manusia yang punya ritme, emosi, dan semangat belajar.
- Mahasiswa berlatih berpikir sistematis sekaligus fleksibel.
- Dosen berlatih sabar, tangguh, dan inovatif dalam menjaga irama pembelajaran.
- Setiap sesi online bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga latihan kepemimpinan: bagaimana berpikir reflektif, bekerja kolaboratif, dan tetap tenang di tengah perubahan.
Pada akhirnya, pendidikan, baik daring maupun tatap muka, selalu tentang pertumbuhan manusia.
Baca juga: Kumpulan strategi pembelajaran mata kuliah manajemen pendidikan di UID >>
Ingin tahu catatan kegiatan perkuliahan, silahkan buka Jurnal Dosen Pendidikan Islam >>
Sumber: Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan

Mentor
- Beban Kerja Dosen: Pedoman Operasional Kinerja Pendidik Profesional

- Sesi 3. Tujuan Pendidikan Nasional dan Keterampilan Bertanya

- 3 Karakter Dosen: Memaksimal Fungsi 4 Kompetensi

- Prinsip Profesionalitas: Syarat Dosen Menjadi Profesi

- Sesi 2. Memahami Sistematika Kerangka Peraturan Sisdiknas

- Menyusun Latar Belakang yang terbaik di proposal penelitian S2

Artikel Terbaru
- Perlukah Kompetensi Khusus GTK Madrasah?
- Analisis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan Dampak terhadap karier guru dan Pengawas
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan
- FGD PKB Digital: Strategi Peningkatan Mutu GTK Madrasah
- JUMAT BERSEPEDA di Madrasah: 9 Nilai Integritas Antikorupsi
- Tips Merancang Implementasi dan Melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah secara kreatif
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |






