Madrasah

Cinta: Akronim Komponen Penjaminan Mutu Madrasah Berbasis Cinta

yunandracom. Kata cinta bergandengan dengan frase penjaminan mutu pendidikan menjadi topik dari artikel utama yaitu strategi pengembangan madrasah.

Penjaminan mutu Madrasah berbasis Cinta terdiri dari 2 istilah penting yaitu Penjaminan Mutu dan Cinta.

Penjaminan mutu pendidikan adalah proses sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk memastikan setiap layanan pendidikan sesuai atau melebihi standar yang telah ditetapkan.

Tujuannya adalah menjamin keberlangsungan mutu, menjaga konsistensi, melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Sedangkan istilah cinta sangat populer karena Menteri Agama, Nazaruddin Umar menawarkan konsep “Kurikulum Berbasis Cinta“. (lihat panduan KBC ).

Berdasarkan pengertian kurikulum berbasis cinta, kata cinta mengandung dua aspek yaitu sosial dan emosional. Keduanya menjadi dasar kurikulum berbasis cinta (KBC)

Penggabungan cinta dengan penjaminan mutu memunculkan konsep Penjaminan mutu pendidikan madrasah berbasis cinta.

Konsep tersebut memiliki dua pengertian yaitu sebagai komponen dan sebagai proses.

Tulisan ini fokus pada Cinta sebagai komponen penjaminan mutu pendidikan madrasah berbasis cinta.

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Penjaminan mutu pendidikan madrasah berbasis cinta maksudnya adalah penjaminan mutu pendidikan pada komponen-komponen yang tergabung menjadi satu akronim “Cinta“.

Cinta terdiri dari 5 huruf yang menjadi komponen penjaminan mutu yaitu

C : Certified

Komponen pertama yaitu bersertifikat atau terstandar yang sudah mendapatkan pengakuan resmi melalui uji kompetensi atau standar tertentu.

Minimal ada 3 unsur yang haru terstandar atau bersertifikat

  1. Guru memiliki kualifikasi dan kompetensi yang terstandar atau tersertifikasi profesi
  2. Kepala madrasah memiliki kualifikasi dan kompetensi
  3. Madrasah terakreditasi dari lembaga yang berwenang.

Maka penjaminan mutu pendidikan fokus pada mutu guru, kepala dan akreditasi madrasah.

I : Innovation

Inovasi adalah Kemampuan menciptakan gagasan, metode, atau produk baru yang lebih efektif, efisien, dan relevan.

Inovasi madrasah berdasarkan diversifikasi madrasah unggulan terdiri dari

  1. Akademik
  2. Keagamaan
  3. Keterampilan

Pada buku Madrasah Minimalis, inovasi madrasah berdasarkan model pengembangan terbagi menjadi dua yaitu kurikulum dan pengelolaan madrasah.

Maka penjaminan mutu madrasah berbasis cinta fokus kepada mutu inovasi madrasah sesuai diversifikasi dan model pengembangan.

Buku Madrasah Minimalis: Strategi Baru Mengembangkan Sekolah Unggul Berbasis Agama

N : Networking

Komponen ketiga adalah networking. Menurut bahasa adalah Jaringan kerja sama antarindividu atau institusi untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Networking terbagi menjadi dua yaitu

  1. Antar lembaga pendidikan
  2. Instansi atau Lembaga lain.

Maka penjaminan mutu madrasah berbasis cinta fokus kepada mutu jejaring madrasah dengan lembaga pendidikan lain dan atau instansi lainnya.

T : Technology

Technologi merupakan alat, sistem, atau metode berbasis ilmu pengetahuan yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Sekarang ini teknologi sering berkaitan dengan digital. Maka terkenal dengan teknologi digital.

Komponen teknologi digital di madrasah terdiri dari:

  1. Infrastruktur digital
  2. Kompetensi digital
  3. Media digital

Dalam buku Madrasah Minimalis, Kompetensi digital menjadi salah satu dari kompetensi 531. Kompetensi yang memiliki prinsip mudah, murah, dan lestari.

Maka penjaminan mutu madrasah berbasis cinta fokus pada mutu infrastruktur digital, kompetensi digital, dan media digital.

Baca: Kompetensi 531, Keterampilan Siswa Madrasah Lintas Generasi)

A : Achievement

Komponen kelima yaitu Achievement. Prestasi / Pencapaian adalah hasil nyata yang diraih seseorang atau lembaga setelah melakukan usaha tertentu.

Pada kegiatan Jakarta Madrasah Award (JMA) yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil DKI Jakarta, prestasi madrasah terbagi menjadi 5, yaitu

  1. Akademik siswa
  2. Non Akademik siswa
  3. Keagamaan siswa
  4. Prestasi GTK
  5. Prestasi Lembaga

Maka penjaminan mutu madrasah berbasis cinta fokus pada mutu prestasi akademik, non akademik dan keagamaan siswa, prestasi GTK, dan prestasi lembaga.

Baca: Jakarta Madrasah Award (JMA), Program Unggulan Kanwil Kemenag DK Jakarta

Dalam mewujudkan penjaminan mutu berbasis cinta sebagai 5 komponen mutu, Pokjawas Jaksel perlu melakukan curah pendapat yang terstruktur. Tujuannya dapat tersusun standarisasi “CINTA

Kegiatan Seninan menjadi sarana yang tepat untuk berbagi.

Ada berapa gagasan awal yang perlu menjadi bahan diskusi di kegiatan Seninan adalah

  1. Indikator mutu
  2. Juknis pelaksanaan
  3. Rencana Tindak Lanjut


Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka