Pokjawas Jaksel: Madrasah Para Pengawas
yunandracom. Keberadaan Kelompok kerja Pengawas atau pokjawas Madrasah menjadi penting saat dijadikan sebagai sarana peningkatan kompetensi pengawas.
Pengelolaan Pengawas madrasah dapat terwujud secara maksimal dengan menata lebih dalam kinerja kelompok kerja pengawas (Pokjawas)
SK Dirjen Pendidikan Islam No. 5851 Tahun 2020 (lihat SK) , Tujuan pembentukan pokjawas untuk
- Menjadi wadah bagi Pengawas Madrasah sebagai komunitas pembelajar dalam peningkatan kompetensi dan pengembangan profesi.
- Meningkatkan hubungan kerjasama secara koordinatif dan fungsional antar pengawas madrasah di lingkungan Kementerian Agama.
- Meningkatkan hubungan kerjasama dengan pemangku kepentingan pendidikan yang lain.
Berdasarkan ketiga tujuan tersebut, maka pantas pokjawas sebagai madrasahnya para pengawas.
Tulisan ini mencoba menjelaskan makna “Pokjawas adalah Madrasah nya para pengawas“. Dilengkapi studi kasus di Pokjawas Jaksel sebagai strategi inovasi pengelolaan Guru dan Tenaga Kependidikan secara profesional.
Ingin memahami secara lengkap strategi pengelolaan SDM Pendidikan, silahkan buka Inovasi Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pokjawas Jaksel Madrasah Para Pengawas
Pengawas memiliki tugas mendampingi madrasah melalui 5 metode.
Untuk memaksimalkan peran tersebut, Pokjawas harus menjadi tempat pendidikan dan pembelajaran para pengawas. Istilah lain menjadi madrasah.
1. Pengertian Madrasah
Madrasah kata kerja darasa (belajar), yadrusu (sedang belajar), darsan (pelajar). isim fā‘il = dāris (دارس) = orang yang belajar. Madrasah = tempat belajar
Adapun perbedaan antara darasa dan ta’allama (تعلّم) adalah
- Darasa (درس) = belajar, menelaah, mempelajari teks. Lebih teknis pada kegiatan membaca, mengkaji.
- Ta‘allama (تعلّم) = belajar dengan proses internalisasi, to acquire knowledge. Lebih mendalam, ada aspek kesungguhan dan transformasi diri.
Madrasah adalah tempat belajar, menelaah, mempelajari teks.
Pokjawas sebagai madrasah pengawas artinya tempat belajar, mengkaji, dan menelaah para pengawas madrasah.
2. Fungsi Madrasah dan Pokjawas
Secara bahasa, madrasah adalah tempat belajar. Sedangkan secara istilah di Indonesia, madrasah adalah sekolah umum berciri khas Islam.
Sekolah memiliki 3 fungsi yaitu penyadaran, reproduksi, dan mediasi.
Dengan ketiga fungsi tersebut, maka pokjawas menjadi tempat
- Menguasai pengetahuan kepengawasan
- Melahirkan gagasan baru untuk merespon kebutuhan madrasah
- Menjebatani antara pengetahuan kepengawasan dengan kebutuhan madrasah
Baca: Fungsi Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal
Adapun berciri khas Islam memiliki arti proses pelaksanaan ketiga fungsi tersebut berdasarkan ajaran Islam. Dalam pengertian lain adalah niat karena Allah dan tindakan sesuai contoh Rosulullah.
Maka pokjawas sebagai madrasah para pengawas artinya Pokjawas menjadi tempat melakukan penyadaran, reproduksi, dan mediasi dengan tujuan mencari ridho Allah SWT.
2. Misi Pokjawas
Misi Pokjawas sebagai Madrasah Para Pengawas berdasarkan akar kata madrasah yaitu DAROSA. Darasa berasal dari 3 huruf yaitu Dal, Ra, dan Sin.
a. Dal atau D: Dinamis
Organisasi bisa berjalan dinamis jika ada 5 karakter yang bergabung di organisasi tersebut
- Drive: Pencetus ide
- Planner: Perancang Ide
- Operator: Pelaksana Ide
- Eksekutor: Pengambilan resiko ide
- Complainer : Pengawal ide
Pokjawas yang dinamis merupakan kumpulan pengurus dari 5 karakter.
b. Ra atau R: Responsif
Responsif terhadap perubahan yang terjadi.
Menurut tipping point (materi ), Untuk melakukan perubahan perlu 3 aktor penting yaitu
- Marven: Tenaga ahli
- Connector: Jejaring
- Salesman: Berpengaruh
Pokjawas bisa merespon sebuah perubahan jika memiliki pengurus yang memiliki 3 aktor.
Tipping poin menjadi salah satu materi di pelatihan peran pengawas sebagai pendamping.
Baca: Peraturan Pendampingan Pengawas Sekolah dalam Angka di BBGP Jawa Timur
c. Sa atau S: Sinergi
Sinergi adalah kerja sama antara dua pihak atau lebih yang menghasilkan efek lebih besar dibandingkan jika masing-masing bekerja sendiri-sendiri.
Sinergi itu merupakan cara mewujudkan tujuan ketiga pembentukan pokjawas
Bahkan Pokjawas harus bersinergi 360 derajat dengan semua pihak. Sehingga pokjawas dapat memaksimalkan peluang yang ada.
Ketiga misi DARASA tersebut terbagi menjadi 2 kategori yaitu potensi dan peluang. Da dan Ra adalah potensi. Sa adalah peluang.
Orientasi pada potensi dan peluang merupakan dua langkah dari analisis menggunakan teori SOAR (strength, opportunity, Aspiration, dan Result).
SOAR lahir teori Appreciative Inquiry yang terkenal dengan 4D yaitu Discovery, Dream, Design, dan Destiny.
4D menjadi sistematika penulisan panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Baca: Apa itu Appreciative Inquiry (AI) dalam Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
Prinsip Madrasah nya Para Pengawas
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Pokjawas Jakarta Selatan telah menerapkan 2 prinsip yaitu
1. Pertemuan Rutin
Pokjawas sebagai Madrasah para pengawas dapat terwujud jika ada pertemuan rutin.
Pokjawas Jakarta Selatan memiliki kegiatan rutin yaitu
a. Seninan : Penguatan IQ
Senin merupakan kegiatan rutin mingguan para pengawas Jakarta Selatan untuk berbagi informasi dan pengetahuan.
Bahkan menjadi tempat lahirnya gagasan dan ide baru yang berorientasi peningkatan mutu madrasah.
3 Fungsi madrasah terwujud di kegiatan Seninan. Juga menguatkan Intelligence Quotient (IQ)
b. Silaturahmi Bulanan: Penguatan EQ dan SQ
Silaturahmi bulanan menjadi momen yang paling indah untuk menguatkan hubungan emosional dan sosial.
Kegiatan rutin bulanan pengawas bertempat di rumah para pengawas. Secara bergantian, para pengawas berkunjung ke rumah teman pengawas lain.
Yang lebih indah, kegiatan rutin tidak hanya pengawas madrasah saja tapi pengawas agama, baik PAI, Kristen, Katolik ikut terlibat. Bahkan para pensiunan pengawas selaku aktif menghadiri kegiatan rutin bulanan.
Kegiatan bulanan bertujuan mewujudkan EQ (Emotional Quotient dan Social Q (Social Quotient).
2. Meritokrasi
Prinsip kedua adalah meritokrasi. Meritokrasi berasal dari kata merit (prestasi/kualitas) dan kratos (kekuasaan/pemerintahan). Artinya sebagai sistem yang menempatkan seseorang pada posisi, jabatan, atau penghargaan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi, bukan karena faktor keturunan, kedekatan, atau privilese tertentu.
Kegiatan rutin atau kegiatan insidental, Pokjawas Jaksel tidak membedakan antara pengawas baru atau lama, pengawas jabatan tiga atau empat, Pengawas Senior dan Yunior. Selama memiliki kapasitas untuk berbagi, maka setiap pengawas memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi narasumber dan berbagai dengan yang lain dan berkembang sesuai potensinya..
Meritokrasi terbangun dengan Semangat Berkarya dan Berbagi. Semangat Berdaya dan Memberdayakan.
Baca: Pengawas Madrasah Berdaya dan Memberdayakan, Optimalisasi Peran Baru
Fokus Lokal Dampak Nasional: Tagline Pokjawas Jaksel
Dengan menjadikan Pokjawas Jaksel sebagai Madrasah Para Pengawas dengan memperhatikan kedua prinsip tersebut, maka cocok dengan tagline Pokjawas Jaksel yaitu
Fokus Lokal Dampak Nasional
Fokus kepada sasaran terdekat dulu dan tujuan akhirnya adalah berdampak atau berkontribusi secara nasional.
Pokjawas Jaksel yang memiliki potensi dan peluang yang luar biasa dengan sumber daya yang ada berusaha menghasilkan gagasan baru yang berdampak secara nasional. In Syaa Allah
Akhirnya analisis SOAR telah berjalan di Pokjawas Jaksel dengan Strength dan opportunity melalui “DAROSA“, Aspiration melalui “MADINA” dan Result melalui ” Fokus Lokal Dampak Nasional“
Mau mengetahui lebih lanjut materi peran Pokjawas, Silahkan membuk artikel: Peran Pokjawas dalam Implementasi Kurikulum
Ingin mengetahui tema-tema penting tentang pengawas madrasah, silahkan membaca artikel: Pengawas Madrasah
Pengawas
Artikel Terbaru
- Analisis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan Dampak terhadap karier guru dan Pengawas
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan
- FGD PKB Digital: Strategi Peningkatan Mutu GTK Madrasah
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

