Kompetensi Budaya Digital: Kunci Etis Bermedia di Era Modern
yunandracom. Kompetensi budaya digital menjadi kunci penting dalam membangun ruang digital yang sehat.
Modul budaya bermedia digital terbitan Kominfo memberikan panduan agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak, menjaga etika, serta melestarikan nilai dan budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Kompetensi Budaya Digital: Panduan Etis Bermedia dari Kominfo

Konsep Literasi Digital
Literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi.
Lebih dari itu, literasi digital juga banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif (Kurnia & Wijayanto, 2020; Kurnia & Astuti, 2017).
Literasi digital adalah subjek yang sangat kompleks dan multidimensi. Sehingga memunculkan perbedaan mengenai cara menyusun kurikulum dan memaknai titik berangkat literasi digital berbeda-beda, tergantung pada perspektif user maupun pihak yang mengembangkan kurikulum tersebut.
Kemenkominfo membagi literasi digital menjadi 4 kompetensi, salah satunya adalah Digital Culture atau Budaya Digital.
Pengertian Digital Culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari).
Baca: Keamanan Digital: 5 Kompetensi Aman Bermedia Digital
4 Kompetensi Budaya Digital atau Digital Culture
Digital Culture atau Budaya Digital terdiri dari 4 kompetensi yaitu:
1. Digital Citizenship
Indikator pertama dari kecakapan Budaya Digital atau Digital Culture adalah Digital Citizenship yaitu bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki Era Digital, secara otomatis dirinya telah menjadi warga negara digital.
Dalam konteks keIndonesiaan, sebagai warga negara digital, tiap individu memiliki tanggung jawab (meliputi hak dan kewajiban) untuk melakukan seluruh aktivitas bermedia digitalnya berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pada Modul 2 Digital Culture, kegiatan literasi digital pada konteks budaya digital terkait nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi dua pokok besar, yaitu:
- Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Kecakapan Digital Dalam Kehidupan Berbudaya, Berbangsa dan Bernegara. Adapun kompetensi yang dibutuhkan adalah Cakap Paham.
- Internalisasi (Penerapan) Nilai-Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di Ruang Digital. Adapun kompetensi yang dibutuhkan adalah Cakap Produksi, Cakap Distribusi, Cakap Partisipasi dan Cakap Kolaborasi.
2. Digitalisasi Kebudayaan melalui pemanfaatan TIK
Perubahan media komunikasi di masyarakat Indonesia, tidak terlepas dengan perubahan teknologi komunikasi yang ada.
Ketika media komunikasi beranjak cepat menuju digital, maka praktek budaya pun mau tak mau mengalami perubahan.
Sesungguhnya, media massa dan budaya tidak terpisahkan. Satu sama lain saling mempengaruhi
3. Pengetahuan Dasar
Kecakapan ketiga dari budaya digital atau Digital Culture yaitu kompetensi atau pengetahuan dasar yang mendorong perilaku mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya.
Pengetahuan dasar menurut Japelidi berjumlah 10 kompetensi yaitu
- Akses,
- Paham,
- Seleksi,
- Distribusi,
- Produksi,
- Analisis,
- Verifikasi,
- Evaluasi,
- Partisipasi, dan
- Kolaborasi
4. Digital Rights
Digital Rights atau Hak Digital adalah hak asasi manusia yang menjamin tiap warga negara untuk mengakses, menggunakan, membuat, dan menyebarluaskan media digital.
Hak Digital terdiri dari hak untuk
- mengakses (right access),
- berekspresi (right express),dan
- merasa aman (right on safety).
Sumber:Modul Budaya Bermedia Digital (Digital Culture): Modul 2 Budaya Bermedia Digital Kominfo
Artikel Terkait
- Analisis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan Dampak terhadap karier guru dan Pengawas
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan

- JUMAT BERSEPEDA di Madrasah: 9 Nilai Integritas Antikorupsi

- Tips Merancang Implementasi dan Melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah secara kreatif

- Panduan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah: Sebuah Kurikulum Insersi

- FGD Pedoman Pendidikan Antikorupsi di Madrasah: Sebuah Wawasan Penguatan Karakter Integritas

Lainya
Artikel Terbaru
- Analisis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan Dampak terhadap karier guru dan Pengawas
- Refleksi Pengawas Mutu Pendidikan Madrasah: Pengawasan Yang Memberdayakan
- JUMAT BERSEPEDA di Madrasah: 9 Nilai Integritas Antikorupsi
- Tips Merancang Implementasi dan Melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah secara kreatif
- Panduan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah: Sebuah Kurikulum Insersi
- FGD Pedoman Pendidikan Antikorupsi di Madrasah: Sebuah Wawasan Penguatan Karakter Integritas
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |





