PendidikanSiswa

Kompetensi 531, Keterampilan Siswa Madrasah Lintas Generasi

yunandra. Madrasah sebagai miniatur masyarakat perlu menyiapkan siswa memiliki kompetensi untuk hidup di tengah masyarakat. Dengan kompetensi tersebut, siswa madrasah dapat melaksanakan 2 tugas utama yaitu pemegang estafet risalah Islam dan hidup mandiri.

Siswa madrasah menjadi pemegang estafet risalah Islam yang menjaga dan melestarikan ajaran Islam, minimal di keluarga dan maksimal di masyarakat luas. Juga siswa madrasah dapat mencukupi kebutuhan hidupnya secara mandiri dengan memanfaatkan kompetensinya tanpa bergantung belas kasihan dari orang lain.

Kompetensi siswa madrasah perlu menyesuaikan dengan tantangan yang terjadi hari ini ataupun yang akan datang. Kemunculan istilah kompetensi abad 21 merupakan respon terhadap kondisi abad 21 yang memilki tantangan dan perkembangan teknologi lebih cepat.

Menurut Bri Stauffer di aeseducation.com, ada 12 keterampilan yang dibutuhkan abad 21 yang dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu learning skills, literacy skills, dan life skills.

Sedangkan World Economic Forum menetapkan 10 kompetensi yang dibutuhkan industri di era revolusi 4.0.

Baca: Profil Siswa Abad 21 dan Profil Siswa Enterpreneur

Pada Tahun 2020, Badan Standar Nasional Pendidikan (sekarang BSNP sudah tidak ada) mengeluarkan buku “Arah kompetensi generasi Indonesia menuju 2045”. BSNP merekomendasikan 8 kompetensi generasi Indonesia yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 5 kompetensi dasar dan 3 kompetensi holistik integrasi.

Baca: Kompetensi Generasi Emas Indonesia 2045 Menurut BSNP

Berdasarkan 3 sumber tersebut, tulisan ini mencoba memberikan gagasan berbeda tentang kompetensi yang dibutuhkan siswa madrasah. Kompetensi tersebut terkait dengan keterampilan atau hard skill. Hard skill ini diprediksi dibutuhkan sepanjang zaman. Keterampilan tersebut dinamakan Kompetensi 531, Keterampilan Siswa Madrasah Lintas Generasi.

Kompetensi 531 merupakan gabungan dari 3 kategori kompetensi yaitu

1. Kompetensi Keagamaan

Kompetensi keagamaan adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan ibadah, khususnya ibadah shalat.

Pada proses pelaksanaan ibadah shalat, ada 4 keterampilan yang dibutuhkan yaitu muadzin, imam shalat, guru Al Qur’an, dan pembaca doa. Selain itu dalam proses penyebaran ajaran Islam, diperlukan seorang yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan tersebut yang disebut mubalig.

Maka kompetensi keagamaan terdiri atas 5 keterampilan yaitu adzan, imam, doa, ceramah, dan tilawah.

2. Kompetensi Berbahasa

Kompetensi berbahasa maksudnya keterampilan berkomunikasi dengan bahasa lisan maupun tulisan. Bukan ahli bahasa yang menguasai tata bahasa secara lengkap, tapi ahli berbahasa yang mampu berkomunikasi atau berinteraksi baik lisan maupun tulisan

Kompetensi berbahasa atau keterampilan terdiri dari 3 yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan keterampilan menulis

3. Kompetensi Teknologi

Kompetensi teknologi maksudnya adalah keterampilan menggunakan alat teknologi komputer. Berbagai aplikasi atau program komputer terus berkembang. Minimal siswa madrasah menguasai keterampilan dasar komputer, seperti office.

Berdasarkan jumlah kompetensi di setiap kategori keterampilan, maka kompetensi tersebut dinamakan kompetensi 531.

Adapun Lintas generasi maksudnya adalah keterampilan tersebut diperkirakan akan tetap bertahan dan dibutuhkan di setiap zaman. Zaman akan terus berubah bersamaan dengan berubahnya tuntutan masyarakat dan teknologi informatika.

Jadi pengertian kompetensi 531 Lintas generasi adalah 9 kompetensi yang diperlukan dan dibutuhkan di setiap zaman atau masa.

5 keterampilan keagamaan akan dibutuhkan lintas generasi. Bahkan tetap ada selama ada masyarakat muslim dari masyarakat terkecil yaitu keluarga sampai masyarakat terbesar yaitu dunia. Juga selama ada masjid atau musholla.

3 keterampilan berbahasa akan dibutuhkan untuk berkomunikasi sepanjang masa. Posisi bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai bahasa internasional, bahkan B. Arab sebagai bahasa agama, sangat kuat. Plus keterampilan menulis menjadi keterampilan mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan.

1 keterampilan teknologi sesuai dengan perkembangan dunia yang berorientasi teknologi.

Madrasah punya peran penting untuk menyiapkan siswa madrasah memiliki kompetensi 531. Kompetensi 531 terdiri dari 9 keterampilan tersebut sebagai berikut:

Maksud dari adzan adalah keterampilan siswa madrasah menjadi seorang muadzin. Madrasah menjadi tempat berlatihnya siswa madrasah. Tidak hanya suara, tapi mental pun perlu dilatih.

Dengan bekal keterampilan adzan, diharapkan siswa madrasah siap menjadi muadzin saat di masyarakat.

Doa yang dimaksud adalah keterampilan siswa madrasah memimpin doa, baik di acara keagamaan maupun acara non keagamaan. Acara non keagamaan seperti rapat, pembukaan pelatihan atau seminar dll.

Materi latihan memimpin doa yang paling dasar adalah pembuka dan penutup doa. Kemudian ditambah dengan do’a-do’a yang biasa didengar di masyarakat. Doa yang bersumber dari Al Qur’an atau hadits. Sekitar 80-an doa yang ada di Al Qur’an.

Dengan kemampuan memimpin doa, siswa madrasah siap memimpin doa kapanpun, dimanapun, apapun acaranya yang ada di masyarakat

Baca: Kumpulan Doa dalam Al Qur’an

Imam yang dimaksud adalah keterampilan siswa madrasah menjadi imam shalat. Siswa madrasah harus siap menjadi imam shalat saat dibutuhkan di masyarakat.

Bulan Ramadhan membutuhkan imam shalat tarawih. Kondisi tersebut bisa menjadi kesempatan siswa madrasah meningkatkan kompetensi atau keterampilan menjadi imam.

Materi utama dalam meningkatkan keterampilan imam shalat adalah menghafal surat Al Fatihah dan surat-surat pendek yang biasa didengar oleh makmum. Membaca secara tartil sesuai tajwid.

Selain penguasaan materi, mental siswa madrasah terlatih dengan kegiatan pembiasaan atau adanya iklim keagamaan di madrasah.

Baca: MAN 4 Jakarta Melepas Peserta Didik sebagai Imam Shalat Tarawih

Ceramah yang dimaksud adalah keterampilan peserta didik madrasah berbicara di depan orang banyak sebagai penceramah agama atau khatib Jum’at.

Materi utama ceramah adalah kalimat pembuka dan penutup. Kemudian dilengkapi dengan materi keagamaan yang bersumber dari Al Qur’an atau hadits.

Harapannya, siswa madrasah siap menjadi penceramah, khatib, atau memberi sambutan saat masyarakat membutuhkan.

Tilawah yang dimaksud adalah keterampilan peserta didik menjadi guru ngaji. Keterampilan tilawah terbagi 3 yaitu tahsin, tahfidz, dan mujawwad (Qari)

Tahsin menjadi keterampilan tilawah yang dasar utama yang perlu siswa madrasah kuasai. Sedangkan tahfidz, sekarang ini menjadi program unggulan di sekolah-sekolah Islam.

Adapun Qari merupakan keterampilan langka. Tidak setiap orang memiliki kemampuan tersebut. Maka bersyukurlah bagi siswa madrasah yang mendapatkan anugerah dari Allah dengan suara yang bagus.

Dengan tiga keterampilan tersebut, siswa madrasah siap menjadi guru ngaji di saat masyarakat ingin belajar mengaji. Siswa madrasah siap mengajar tahfidz, dan siswa madrasah siap membaca Al Qur’an di acara keagamaan atau kegiatan lainnya.

Baca: Pembentukan Karakter Pembelajar Melalui Tahfiz Al-Qur’an

Bahasa Arab yang dimaksud adalah keterampilan peserta didik berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Posisi bahasa Arab sangat penting dan kuat. Karena memiliki 3 fungsi yaitu bahasa komunikasi internasional, bahasa pengetahuan, dan bahasa Agama.

Seorang muslim pasti mampu melafalkan bahasa Arab, karena ibadah menggunakan bahasa Arab dan Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam menggunakan bahasa Arab.

Bahasa Inggris yang dimaksud adalah keterampilan siswa berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Posisi sebagai bahasa komunikasi internasional menjadikan bahasa Inggris menjadi bahasa paling populer di semua media komunikasi.

Kebutuhan siswa terhadap kompetensi bahasa Inggris semakin besar saat madrasah memiliki slogan baru “Madrasah Maju Bermutu Mendunia”.

Baca: Kontrak Prestasi Kepala dan tagline Madrasah Maju Bermutu Mendunia

Menulis yang dimaksud adalah keterampilan siswa madrasah mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan.

Kompetensi menulis menjadi bekal siswa madrasah menghadapi kehidupan maupun kelanjutan pendidikan. Semakin tinggi pendidikan, tuntutan kemampuan menulis semakin besar.

Melalui kompetisi menulis, siswa madrasah mampu menyebarkan gagasan positif dan meninggalkan karya.

Teknologi komputer yang dimaksud adalah siswa madrasah memiliki kompetensi tentang komputer, baik office, desain grafis, developer web, programming, dll.

Sekarang ini, masyarakat tidak bisa lepas teknologi, sehingga kompetensi teknologi menjadi penting bagi siswa madrasah.

9 keterampilan dalam kompetensi 531 bisa jadi sudah biasa dilakukan di madrasah. Terutama kompetensi keagamaan merupakan bagian dari karakteristik madrasah yaitu pelestari ilmu Islam, literasi Al Qur’an, dan iklim keagamaan.

Tulisan ini berharap menjadi penguat madrasah untuk melaksanakannya secara maksimal. Tidak membutuhkan biaya yang mahal, hanya membutuhkan keseriusan dalam mengelolanya. Sehingga kompetensi 531 tersebut menjadi acuan dalam mengembangkan program tahunan di madrasah.

Jadikan Kompetensi 531 menjadi program prioritas pembinaan siswa madrasah. Strategi Pelaksanaannya bisa dimasukkan ke intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, ekstrakurikuler, atau pembiasaan.

Tujuan akhirnya adalah madrasah melahirkan siswa madrasah yang produktif di tengah masyarakat dengan kompetensi 531.


Sumber: SKL Madrasah di KMA 347 Tahun 2022 Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah