PendidikanSiswa

2 Tugas Utama Siswa Madrasah sebagai Generasi Emas 2045

yunandra.com. Madrasah memiliki peran penting dalam mencetak generasi emas 2045. Generasi emas adalah generasi yang hidup saat Indonesia berumur 100 Tahun.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, Madrasah perlu menyusun strategi agar dapat membantu peserta didik menjadi generasi emas. Diantaranya menyiapkan program madrasah yang berorientasi pada penyiapan kompetensi yang perlu dimiliki oleh siswa madrasah.

Pada artikel kompetensi 531, dibahas sedikit tentang tugas utama siswa madrasah. Hal ini menegaskan adanya keterkaitan yang kuat antara kompetensi dan tugas utama.

Tulisan ini mencoba menjelaskan lebih dalam tentang tugas utama siswa madrasah sebagai generasi di tahun emas Indonesia.

Harapannya bisa menjadi inspirasi dan motivasi siswa madrasah menguasai kompetensi 531. Dan bagi madrasah, tulisan ini menjadi acuan dalam mengembangkan program pencapaian kompetensi 531 agar siswa siap mengemban amanah generasi atau tugas utama di tahun Indonesia emas 2045.

Dua tugas utama ini terinspirasi dari pesan yang disampaikan oleh Watik Praktiknya, pengurus ICMI di tahun 1994. Di depan mahasiswa penerima beasiswa ICMI di Mesir, beliau berpesan agar selama belajar di Mesir, mahasiswa membekali diri untuk melaksanakan 2 tugas saat kembali ke Indonesia, yaitu

  1. Bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan hidup?
  2. Apa karya yang akan diberikan kepada masyarakat?

Dua tugas tersebut diadaptasi dan dimodifikasi menjadi 2 tugas utama yang akan dihadapi siswa madrasah sebagai generasi di tahun emas Indonesia 2045.

Generasi mandiri yang dimaksud adalah generasi yang bisa hidup dari usaha sendiri. Secara sederhana bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan keluarganya dari hasil usaha sendiri.

Sebagai generasi emas yang belajar di madrasah diharapkan memiliki persiapan yang matang dengan mempelajari ilmu yang dibutuhkan agar hidup mandiri.

Menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 di pasal 3, mandiri merupakan salah satu dari tujuan pendidikan nasional. Perwujudannya di kurikulum merdeka menjadi salah satu dimensi profil pelajar Pancasila.

Pada SK BSKAP No. 31 Tahun 2024 (pengganti SK BSKAP No. 009 Tahun 2022), kompetensi profil pelajar Pancasila dimensi mandiri terdiri dari 2 elemen yaitu

  1. Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi. Terdiri dari 2 sub elemen.
    • Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi
    • Mengembangkan refleksi diri
  2. Regulasi diri. Terdiri dari 5 sub elemen.
    • Regulasi emosi
    • Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk mencapainya
    • Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri
    • Mengembangkan pengendalian dan disiplin diri
    • Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif

Dengan 2 elemen dan 7 sub elemen, pengertian kompetensi mandiri adalah siswa yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.

Untuk mencapai kompetensi tersebut, Kurikulum merdeka memberikan alokasi waktu khusus dalam bentuk kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Madrasah bisa menyusun projek profil pelajar Pancasila sesuai kesiapan madrasah yang bertujuan mempersiapkan siswa madrasah memiliki kompetensi mandiri.

Dengan memiliki karakter mandiri maka akan dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Saat kebutuhan pribadi sudah tercukupi, maka akan meringankan untuk melaksanakan tugas atau amanah yang lain.

Regulasi: UU Sisdiknas 20 Tahun 2003

Tugas utama kedua adalah memegang estafet risalah Islam. Maksudnya estafet adalah melanjutkan menjaga dan memelihara pelaksanaan ajaran Islam di keluarga dan masyarakat sekitar.

Sebagai generasi emas, Siswa madrasah tidak hanya fokus pada diri sendiri sehingga bisa hidup mandiri, tapi perlu berpikir karya yang akan diberikan ke masyarakat. Paling utama adalah bagaimana melanjutkan estafet kepemimpinan risalah Islam.

Tanggung jawab melestarikan dan menjaga Islam menjadi tanggung jawab setiap generasi. Apalagi sebagai siswa madrasah yang belajar Pendidikan Agama Islam, memiliki 3 tanggungjawab jawab yaitu memahami, mengamalkan, dan menyampaikan atau mengajarkan kepada yang lain.

Secara tidak langsung, pendidikan agama Islam membina siswa madrasah menjadi generasi pembelajaran yang aktif dan produktif.

Sebagai generasi pembelajaran, siswa madrasah sebagai pribadi muslim diwajibkan untuk terus menuntut ilmu dari sejak lahir sampai meninggal.

Setelah memiliki ilmu agama, siswa dituntut juga untuk mengamalkannya secara aktif. Di saat bersamaan, siswa madrasah menjadi sikap produktif memberikan manfaat buat orang sekitar.

Dengan jiwa generasi pembelajar yang aktif dan produktif, siswa madrasah diharapkan mampu memegang estafet risalah Islam di masa emas Indonesia Tahun 2045.


Sumber: Arah Kompetensi Generasi Indonesia Tahun 2045