Sejarah Pengembangan Madrasah Program Al Azhar Asy Syarif
Yunandra. Sebagai Program Pengembangan Madrasah, Madrasah Al Azhar Asy Syarif memiliki sejarah panjang.
Madrasah Al Azhar Asy Syarif merupakan program pengembangan madrasah yang berlokasi di Jagakarsa Jakarta Selatan. Mulai jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah berada dalam satu lokasi terpadu.
Satu satunya madrasah negeri yang menerapkan kurikulum Al Azhar Mesir
Sejarah Madrasah Al Azhar Asy Syarif
Pada tahun 1999, Kemenag RI membuat kesepakatan dengan Al Azhar Mesir dalam bentuk MoU untuk pendirian pendidikan dasar dan menengah Al Azhar di Indonesia.
MoU ditandatangani oleh Menteri Agama Prof. DR. Abdul Malik Fadjar, M.Sc, dan wakil Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Fauzy Fadhil Az-Zifzaf. Dan hadir saat itu Duta besar Indonesia untuk Mesir, Prof. Dr. Quraisy Shihab.
MoU berisi izin pendirian madrasah yang berstatus sebagai cabang dari Al Azhar Mesir. Dimana kurikulum di madrasah Al Azhar sama dengan kurikulum di Al Azhar Mesir. Dampak positif sebagai cabang adalah
- Penerapan Kurikulum Al Azhar Mesir
- Siswa Madrasah terdaftar sebagai Siswa Al Azhar Mesir
- Ujian Akhir dari Al Azhar Mesir untuk mendapatkan Ijazah Ma’had Al Azhar Mesir
- Siswa Madrasah Al Azhar Indonesia bisa melanjutkan langsung ke Ma’had atau Universitas Al Azhar Mesir.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah pada tanggal 17 September 1999 di lokasi madrasah negeri pondok pinang Jakarta (MAN 4, MTsN 3, dan MIN 4).
Tanggal 17 September menjadi acara milad madrasah atau ma’had Al Azhar Asy Syarif.
Perjalanan Pengembangan Madrasah Program Al Azhar
MIN 14 Al Azhar Asy Syarif Indonesia
Proses penegerian madrasah negeri yang pertama adalah berasal dari program khusus madrasah negeri yang sudah ada. Proses ini terjadi pada penegerian Madrasah Ibtidaiyah Negeri Al Azhar Asy Syarif Indonesia yang dikenal dengan MINASI.
MINASI mulai menjalankan proses pembelajaran pada tahun pelajaran 2000/2001 di Pondok Pinang di lingkungan pendidikan MAN 4 Jakarta.
Statusnya sebagai program khusus dari MIN 10 Pondok Pinang (sekarang bernama MIN 4 Jakarta Selatan).
Secara formal peserta didik MI Al Azhar Asy Syarif terdaftar sebagai peserta didik MIN 4 Jakarta Selatan. Termasuk kepala madrasahnya adalah kepala MIN 4 Jakarta.
Tapi saat itu, MI Al Azhar Asy Syarif memiliki konsultan sekaligus ketua program Al Azhar yaitu Prof. Dr. Amany Lubis, MA selama hampir 2 tahun.
Dalam kurun 1 tahun, program khusus tersebut ditetapkan menjadi Madrasah negeri dengan nama MIN Al Azhar Asy Syarif Indonesia.
Penetapannya dengan SK Menteri Agama No. 490 Tahun 2001. Selain MINASI, SK tersebut menetapkan juga 2 MAN unggulan yaitu MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Gorontalo.
Penegerian MAN IC (Serpong dan Gorontalo) merupakan pelimpahan pengelolaan dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) ke Kementerian Agama. Saat itu, Kepala BPPT saat itu adalah Prof. Dr. BJ. Habibie.
Pada tahun 2013, MINASI berubah nama menjadi MIN 14 Al Azhar Asy Syarif Indonesia sesuai dengan PMA No. 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah.
MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif
Proses penegerian madrasah yang kedua adalah madrasah mandiri atau swasta. Proses ini terlihat pada penegerian Madrasah Tsanawiyah Negeri 41 Al Azhar Asy Syarif yang dikenal dengan MATASYA.
Pendirinya merupakan realisasi dari MoU Kemenag dan Al Azhar Mesir tentang izin pendirian pendidikan dasar dan menengah Al Azhar di Indonesia.
Juga pendirian MATASYA merespon kebutuhan masyarakat, khususnya orang tua peserta didik MINASI yang telah menyelesaikan pendidikan MINASI.
Mereka menginginkan anaknya melanjutkan pendidikan Tsanawiyah yang menerapkan program Al Azhar Mesir.
MATASYA mulai menjalankan proses pembelajaran tahun 2006 di tahun pelajaran 2006/2007 bertempat di jalan Moh. Kahfi 2 Jagakarsa. Posisinya di belakang MIN 14 Al Azhar Asy Syarif Indonesia (MINASI).
Posisi MATASYA ditetapkan sebagai lembaga lanjutan dari MINASI, sehingga ditetapkan ketua program yang bertanggungjawab mengelola pendidikan secara mandiri
Dalam kurun waktu 3 tahun, MATASYA menjadi madrasah Tsanawiyah Negeri Al Azhar Asy Syarif berdasarkan SK Menteri No. 92 Tahun 2009.
MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
Proses penegerian yang ketiga adalah kelas jauh atau filial madrasah negeri yang ada. Proses ini terlihat pada penegerian madrasah MAN 23 Al Azhar Asy Syarif Indonesia (MAYASYA).
MAYASYA mulai menjalankan proses pembelajaran di tahun pelajaran 2012/2013. bertempat di lantai tiga gedung MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Indonesia.
Awal tahun 2013, pembelajaran MA Al Azhar Asy Syarif pindah ke gedung asrama putri MATASYA.
Pada 9 Oktober 2013, turun SK Dirjen Pendis no. 2768 Tahun 2013 tentang Penetapan MAYASYA sebagai madrasah filial dari MAN 4 Jakarta Selatan.
Pada tahun 2015, gedung MA Al Azhar Asy Syarif berdiri sehingga pembelajaran menggunakan 2 gedung yaitu asrama putri MATASYA dan gedung baru MA Al Azhar Asy Syarif.
Sekarang ini, MAN 23 Al Azhar Asy Syarif memiliki dua gedung belajar dan dua gedung asrama untuk mendukung proses pembelajaran. Tanggal 26 September 2024 menjadi hari bersejarah. SK MenPANRB 2024 menetapkan penegerian madrasah MAYASYA menjadi MAN 23 Al Azhar Asy Syarif.
- Sumber:

