Tantangan MAN 23 Al Azhar Asy Syarif Sebagai Madrasah Aliyah Negeri
Yunandra. Sebagai madrasah negeri MAN 23 Al Azhar Asy Syarif akan memiliki peluang dan tantangan yang baru.
Hampir 11 tahun, MAYASYA berstatus sebagai filial MAN 4 Jakarta. Mungkin peluang dan tantangannya bisa berbeda saat menjadi filial madrasah negeri.
Launching Penegerian Madrasah Aliyah Negeri 23 Al Azhar Asy Syarif bertempat di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif tanggal 26 September 2024. Bersamaan dengan penegerian 39 madrasah yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.
Tantangan MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
Beberapa tantangan MAN 23 Al Azhar Asy Syarif (MAYASYA) setelah menjadi madrasah negeri.
1. Orientasi Pengembangan Madrasah
Tantangan pertama pasca menjadi madrasah negeri adalah orientasi pengembangan MAN 23 Al Azhar Asy Syarif. Perlunya kepastian orientasi pengembangan karena untuk menjawab terhadap tantangan yang ada sebelum menjadi madrasah negeri.
Selama ini, MAYASYA menghadapi tantangan yang dilematis. Satu sisi, harus fokus pada kurikulum Al Azhar Asy Syarif yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih.
Di sisi lain, tidak semua peserta didik yang masuk ke MAN 23 Al Azhar Asy Syarif mau melanjutkan ke Al Azhar Mesir. Padahal jenjang aliyah merupakan fase terakhir sebelum masuk ke pendidikan tinggi.
Untuk menentukan orientasi pengembangan madrasah agar dapat menyelesaikan tantangan yang ada, maka perlu melihat kembali tujuan berdirinya Madrasah Al Azhar Asy Syarif.
MAN 23 Al Azhar Asy Syarif berdiri tidak lepas dari keberadaan MINASI ( MIN 14 AL Azhar Asy Syarif Indonesia) dan MATASYA ( MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif.
Dimana ketiga madrasah negeri tersebut menerapkan kurikulum Al Azhar Mesir sebagai implementasi dari MoU antara Kemenag dengan Al Azhar Mesir.
MoU tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan lembaga pendidikan dasar dan menengah Al Azhar di Indonesia. Tujuannya menyiapkan peserta didik yang mampu mengikuti pembelajaran saat kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.
Tantangan tersebut menghasilkan 4 kemungkinan, yaitu
- Berjalan keduanya dengan baik
- Mengutamakan Kurikulum Al Azhar Mesir
- Mengutamakan fasilitas lolos kuliah selain ke Mesir.
- Berjalan keduanya secara biasa
2. Kualitas Pembelajaran Al Azhar
Tantangan terbesar adalah peningkatan kualitas pembelajaran yang satu level dengan Al Azhar Mesir. Khususnya alumni MAN 23 Al Azhar Asy Syarif memiliki kompetensi yang sama dengan kompetensi siswa Al Azhar di Mesir
3. Kontinuitas Kualitas MAN 4 Jakarta
Hampir 12 Tahun, MA Al Azhar Asy Syarif menjadi Filial MAN 4 Jakarta. Dan menjadi filialnya merupakan berkah yang luar biasa.
Keunggulan MAN 4 berimbas dan berdampak terhadap siswa MAYASYA dengan mendapatkan keuntungan yang sama dengan siswa MAN 4 Jakarta.
Setelah lepas dari MAN 4, MAYASYA memiliki tanggungjawab untuk mempertahankan kualitas sama dengan MAN 4 Jakarta
4. Posisi Madrasah Berbasis Prestasi
MAN 4 Jakarta merupakan madrasah negeri dengan segudang prestasi. Hal ini menjadi tantangan MAYASYA secara mandiri mampu menunjukkan madrasah berprestasi seperti MAN Jakarta.
Sumber: Profil MA Al Azhar Asy Syarif Filial MAN 4 Jakarta

