Penjaminan Mutu Madrasah Berbasis Cinta (PMMBC) Sebagai Proses
yunandracom. Mutu madrasah dalam implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC) menjadi catatan saya di kategori pengembangan pendidikan madrasah.
Walaupun topik Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Penjaminan Mutu Berbasis Cinta (PMBC) merupakan kelanjutan dari gagasan sebelumnya.
Dimana kata “CINTA” menjadi akronim dari komponen sistem penjaminan mutu madrasah. Lihat artikel: Cinta: Akronim Komponen Penjaminan Mutu Madrasah Berbasis Cinta
Sedangkan PMBC merupakan proses penjaminan mutu pendidikan madrasah.
Catatan kali saya mengungkap dan menganalisis konsep PMMBC sebagai proses.

Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penjaminan Mutu Cinta
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Penjaminan Mutu Cinta (PMBC) adalah dua strategi penting dalam membangun madrasah unggul.
KBC perlu berjalan seiring dengan penjaminan mutu berbasis cinta (PMBC) agar pendidikan di madrasah tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga karakter Islami yang memancarkan Panca Cinta.
Konsep Penjaminan Mutu Berbasis Cinta (PMBC)
Pada tulisan sebelumnya, Penjaminan mutu pendidikan adalah proses sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk memastikan setiap layanan pendidikan sesuai atau melebihi standar yang telah ditetapkan.
Tujuannya adalah menjamin keberlangsungan mutu, menjaga konsistensi, melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Sedangkan kata cinta di Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mengandung dua aspek yaitu sosial dan emosional sebagai perwujudan dari Panca Cinta.
Maka Penjamina Mutu Berbasis Cinta adalah proses sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk memastikan setiap layanan pendidikan dengan penuh kasih sayang sesuai atau melebihi standar yang telah ditetapkan yang tidak hanya diukur dari angka tapi juga memperhatikan aspek sosial dan emosional.
Penjaminan mutu sering dipandang sekadar administratif berupa laporan, standar, dan akreditasi.
Namun, PMBC menambahkan dimensi kasih sayang sehingga mutu tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari suasana pembelajaran yang menumbuhkan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Prinsip PMBC meliputi
- Keterlibatan penuh hati. Semua unsur madrasah, dari guru, kepala madrasah, hingga pengawas, bekerja dengan cinta.
- Mutu holistik. Menilai tidak hanya hasil akademik, tetapi juga akhlak, spiritualitas, sosial emosional dan kebahagiaan siswa.
- Evaluasi yang membimbing, bukan menghukum. Penjaminan mutu menjadi sarana perbaikan, bukan sekadar penilaian.
Ketiga prinsip PMBC mendukung KBC yang memiliki 5 prinsip yaitu
- Pendidikan Berbasis Nilai
- Pengembangan Karakter
- Keteladanan
- Pendekatan Holistik
- Keterlibatan Komunitas
Sebagai proses, PMBC tidak berhenti pada perangkat atau instrumen, melainkan hadir sebagai alur berkesinambungan yang menjiwai seluruh aktivitas penjaminan mutu dengan nilai-nilai panca cinta, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun tindak lanjut perbaikan.
Hubungan KBC dan PMBC
Menurut panduan KBC 2025, Kurikulum berbasis cinta terwujud dalam 3 madrasah ideal sebagai indikator utama (lihat tujuan KBC ) yaitu
- Madrasah Ramah Anak. Lingkungan Aman dan toleran
- Murid Sejahtera secara Mental dan Spiritual.
- Madrasah Ramah Lingkungan. Lingkungan belajar yang Lestari, Bersih dan Rapih
Pada buku Madrasah Minimalis, madrasah ramah anak dan madrasah ramah lingkungan termasuk model pengembangan kurikulum kategori program eksternal. Yaitu pengembangan madrasah berkaitan dengan program instansi pemerintah di luar kementerian Agama. Lihat buku Madrasah Minimalis
Karena ketiganya merupakan tujuan dari kurikulum berbasis cinta, maka penjaminan mutu pun harus berbasis pada Panca Cinta.
Dari sudut fokus, penjaminan mutu berbasis cinta sebagai proses berfokus pada:
- Perencanaan mutu berbasis kasih sayang (bukan hanya angka, tapi kesejahteraan warga madrasah).
- Pelaksanaan program yang mengutamakan empati dan simpati (guru ramah, pembelajaran menyenangkan, tanpa kekerasan).
- Evaluasi yang menumbuhkan motivasi (assessment berorientasi pembinaan, bukan hukuman).
- Perbaikan berkelanjutan dengan pendekatan hati (continuous improvement melalui refleksi bersama).
Maka KBC adalah isi dan arah pembelajaran, sedangkan Penjaminan Mutu Berbasis Cinta (PMBC) adalah sistem yang memastikan bahwa kurikulum berbasis cinta dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Implementasi Penjaminan Mutu Berbasis Cinta
Penjaminan Mutu Berbasis Cinta (PMBC) sebagai proses memiliki orientasi pada PMBC sebagai komponen.
Adapun bentuk implementasi PMBC pada komponen CINTA, sebagai berikut
1. Certified
Komponen Certified atau standarisasi guru, kepala madrasah dan akreditasi madrasah tidak hanya sebatas pada standar yang biasa.
Dalam implementasi Penjaminan mutu berbasis Cinta harus memastikan kompetensi sosial dan emosional sebagai perwujudan Panca Cinta menjadi prioritas.
Artinya PMBC memastikan bahwa guru dan kepala madrasah memiliki kompetensi sosial dan emosional.
Kompetensi sosial dan emosional guru dan kepala madrasah akan mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis cinta.
2. Innovation
Penerapan PMBC yang kedua yaitu pada komponen Innovation. Madrasah melakukan inovasi yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang ramah anak dan peduli dengan lingkungan sekitar dan menjadi tempat tumbuhnya sosial emosional siswa.
Sedangkan guru melakukan inovasi pembelajaran yang ramah anak, menjaga sosial emosional anak dan menanamkan cinta alam sekitar.
3. Networking
PMBC memastikan madrasah melakukan jejaring atau kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan madrasah ramah anak, pembelajaran sosial emosional, dan menanamkan pedulia alam sekitar.
4. Technology
PMBC memastikan teknologi digital yang berkembang di madrasah merupakan teknologi digital yang memperhatikan digital ethic (etika digital). Teknologi yang ramah anak, teknologi yang menjaga sosial dan emosional siswa, dan teknologi yang menjaga dan memelihara alam sekitar.
5. Achievement
PMBC memastikan prestasi yang diraih oleh madrasah tidak hanya pencapaian akademik saja, tapi pencapaian penanaman karakter cinta pada diri siswa. Puncaknya, PMBC berorientasi kepada prestasi madrasah ramah anak, perkembangan sosial emosional anak, dan rasa peduli terhadap alam sekitar.
Pengawasan Berbasis Cinta
Sebagai pendamping, Pengawas madrasah yang punya cinta akan selalu memberi tanpa pamrih. karena Cinta itu keinginan untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain (Aristoteles)
Dengan proses pendampingan penuh cinta, Maka pengawas akan berusaha mendampingi madrasah menjadi madrasah ramah anak, fokus pada kenyamanan mental dan spritual siswa, dan madrasah ramah lingkungan.
Oleh karena itu, Untuk mendukung pelaksananaan penjaminan mutu madrasah berbasis cinta yang bertujuan mewujudkan kurikulum berbasis cinta di madrasah, Pokjawas Jakarta Selatan perlu menyusun panduan PMBC bagi Pengawas.
Panduan yang mendukung pengawas madrasah Jakarta Selatan dalam melakukan PMBC di madrasah binaan.
TIdak cukup dengan panduan tertulis tapi perlu tersedia panduan berbasis digital agar memudahkan implementasinya.
Maka target selanjutnya dari program Pokjawas Jaksel adalah
Panduan PMBC berbasis Digital
Program ini merupakan salah satu langkah mewujudkan tagline “Fokus Lokal (Jakarta Selatan), Dampak (semoga) Nasional”.
Semoga menginpirasi
Baca: Strategi Inovasi Madrasah di Era Digital
Pesan Buku Madrasah Minimalis , untuk versi ebook dapat pesan di ebook Gramedia
Madrasah
Artikel Terbaru
- Menjaga Identitas dan Karakter Pendidikan Islam: Peran Penting Pengawas Madrasah Ahli Utama
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- Karakteristik Teknologi Digital pada Pendidikan Islam
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

