Menciptakan Budaya Positif di Madrasah: Teori Restitusi Diane Gossen
yunandracom. Budaya positif di sekolah dan madrasah menjadi pembahasan penting dalam metode dan strategi pendidikan Islam.
Salah satu teori yang membahas tentang Budaya Positif di sekolah atau madrasah adalah teori Restitusi Diane Gossen yang terkenal dengan segitiga restitusi.
Artikel ini akan membahas sedikit tentang teori Restitusi, siapa, apa dan bagaimana implementasinya di madrasah sebagai bagian dari tema besar teori pendidikan Islam.
Untuk memahami lebih detail tentang pendidikan Islam, silahkan buka Konsep Pendidikan Islam >>
Teori Restitusi Diane Gossen
Teori Restitusi adalah pendekatan yang diciptakan oleh Diane Gossen untuk menciptakan budaya positif di sekolah.
Pada buku Restitution: Restructuring School Discipline, Pendekatan ini berfokus pada pemulihan karakter murid setelah melakukan kesalahan, bukan menghukum mereka.
Melalui restitusi, murid dibimbing untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, dan kembali ke kelompoknya dengan karakter yang lebih kuat.

3 Tahap Teori Restitusi dalam Budaya Positif di Madrasah
Diane Gossen memperkenalkan teori Restitusi dengan segitiga restitusi yaitu stabilize the identity, Validate the Misbehavior, dan Seek the Belief
1. Menstabilkan Identitas (Stabilize the Identity)
Langkah pertama bertujuan untuk mengubah emosi murid dari merasa gagal (karena berbuat salah) menjadi tenang dan siap berpikir jernih. Guru meyakinkan murid bahwa berbuat salah adalah hal yang manusiawi.
Adapun tujuan langkah ini adalah mengubah identitas gagal menjadi identitas sukses.
2. Validasi Tindakan yang Salah (Validate the Misbehavior)
Langkah kedua adalah validitas tindakan yang salah. Setiap perilaku manusia pasti memiliki tujuan atau alasan di baliknya (memenuhi kebutuhan dasar). Guru mencoba memahami alasan murid tanpa langsung menghakimi tindakannya.
Adapun tujuan langkah kedua ini adalah membantu murid merasa dipahami, sehingga mereka lebih terbuka.
3. Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief)
Setelah murid tenang dan merasa dipahami, mereka dihubungkan dengan nilai-nilai kebajikan atau keyakinan kelas yang telah disepakati bersama.
Adapun tujuan tindakan ketiga adalah mendorong motivasi intrinsik murid untuk memperbaiki diri.
Strategi Implementasi Budaya Positif di Madrasah
Pada materi program guru penggerak, strategi implementasi budaya positif yaitu menetapkan kesepakatan kelas terlebih dahulu sebagai acuan penetapan tindak berikutnya.
Pembahasan lengkap mengenai metode, silahkan buka Metode dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam
Sumber: Restitution: Restructuring School Discipline, Diane Chelsom Gossen,

Metode Pendidikan Islam
- Menciptakan Budaya Positif di Madrasah: Teori Restitusi Diane Gossen
- Karakteristik Pembelajaran Jarak Jauh: Strategi Digital Berbasis Islam
- Modifikasi Metode dan Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Islam di Era Digital

- Konsep Pendidikan Islam Dalam Grand Design Pengembangan Lembaga dan GTK Madrasah

- Model CINTA: Lahir dari Bintek Kurikulum Berbasis Cinta di FKMA

- Apa itu Appreciative Inquiry (AI) dalam Panduan Kurikulum Berbasis Cinta

Artikel Terbaru
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS
- Perlukah Kompetensi Khusus GTK Madrasah?
- Menciptakan Budaya Positif di Madrasah: Teori Restitusi Diane Gossen




