Soal Tematik dalam Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013

Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 di MI Miftahul Falah

Soal tematik menjadi isu utama dalam penerapan kurikulum 2013. untuk merespon hal tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah mengadakan pelatihan kurikulum 2013 bagi guru-gurunya secara mandiri. walaupun Statusnya sebagai MI swasta yang berada di kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Kegiatan dilaksanakan hari Selasa, 04 September 2018. Pembukaan dimulai jam 08.00 dengan sambutan Pengawas Pembina MI, H. Shodiqin, dan perwakilan Yayasan Miftahul Falah.

Dalam kegiatan tersebut, Materi utama yaitu tentang standar penilaian kurikulum 2013, khususnya penyusunan soal tematik. Sistem penyampaian materi dimulai dari dinamika, pembelajaran tematik, dan terakhir penyusunan soal tematik. Adapun rincianya sebagai berikut:

1. Dinamika Kurikulum 2013 Terhadap Soal Tematik

Ide Kurikulum adalah produk pertama dalam konstruksi kurikulum. hal tersebut berisi landasan filsafat pendidikan, teori pendidikan, model pengembangan kurikulum yang digunakan, dan suatu keadaan dalam bentuk dukungan masyarakat .

Ide kurikulum 2013 didasari pada 5 hal yaitu Pancasila, Tujuan Pendidikan Nasional, Kemampuan (termasuk kemampuan abad 21), karakter, dan literasi.

Ketiga terakhir merupakan kecakapan abad 21 yang dikembangkan melalui kurikulum 2013. Pertama kualitas karakter sebagai jawaban bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah. Kedua kompetensi sebagai jawaban bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks. Ketiga literasi sebagai jawaban bagaimana menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari.

Kualitas karakter dikenal dengan program Pendidikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang mengenalkan istilah 5 nilai utama yang terdiri dari religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotongroyong, dan integritas.

Adapun kompetensi terdiri dari Berpikir kritis atau memecahkan masalah, kreatifitas, komunikasi, dan kolaborasi

Sedangkan literasi terdiri dari literasi bahasa dan sastra, literasi numeracy (berhitung), literasi Sains, litereasi Digital, Literasi keuangan, dan Literasi Budaya dan Kewarganegaraan.

Kerangka pengembangan kurikulum 2013 berbasis kompetensi yang terbatas pada 4 standar nasional pendidikan yaitu standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi, standar proses, dan standar penilaian.

Kurikulum 2013 Revisi

Pada tahun 2016, Kurikulum 2013 mengalami pernyempurnaan pada bagian KI-KD. Secara rinci perbaikan kurikulum 2013 adalah

  1. Koherensi KI-KD dan Penyelarasan Dokumen menghasilkan beberapa hal yaitu
    1. Keselarasan antara dokumen KI-KD, silabus, dan buku.
    2. Koherensi vertikal: Kesinambungan cakupan (scope) dan urutan (sequence) KD sejak kelas I s.d. XII.
    3. Koherensi horizontal: Keselarasan cakupan (scope) dan urutan (sequence) KD antar mata pelajaran.
  2. Penataan Kompetensi Sikap Spiritual & Sosial menghasilkan beberapa hal, yaitu
    1. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama-Budi Pekerti dan mata pelajaran PPKn, pembelajaran sikap spiritual dan sosial dilaksanakan melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung.
    2. Pada mata pelajaran selain mata pelajaran Pendidikan Agama-Budi Pekerti dan mata pelajaran PPKn, pembelajaran sikap spiritual dan sosial dilaksanakan melalui pembelajaran tidak langsung.
  3. Penataan kompetensi yang tidak dibatasi pemenggalan Taksonomi Proses berpikir.
    Dimensi pengetahuan terdiri dari faktual, konseptual, prosedural, dan Metakognitif, dan Dimensi Proses berpikir terdiri dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, keduanya tidak dibatasi di setiap jenjang baik SD, SMP, SMA, dan SMK.
  4. Pemberian Ruang Kreatif kepada Guru menghasilkan beberapa hal, yaitu:
    1. Silabus yang disiapkan Pemerintah merupakan salah satu model untuk memberi inspirasi. Guru dapat mengembangkannya sesuai dengan konteks yang relevan.
    2. Dalam pembelajaran tematik (khusus jenjang SD), guru dapat mengembangkan tema dan sub tema sesuai dengan konteks yang relevan.
    3. 5M merupakan kemampuan proses berpikir yang perlu dilatihkan secara terus menerus melalui pembelajaran agar siswa terbiasa berpikir secara saintifik. 5M bukanlah prosedur atau langkah-langkah atau pendekatan pembelajaran.

2. Soal Tematik dalam Konsep Tematik

Pengembangan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dilandasi tiga aspek utama, yaitu karakteristik pendidikan di SD, karakteristik psikologis, dan karakteristik sosiobudaya siswa.

Pendidikan dasar lebih menekankan pendidikan karakter/kepribadian, dan literasi.

Karakteristik siswa SD juga tergolong unik. Kelas rendah (kelas 1,2, dan 3) tergolong usia dini, sementara kelas tinggi (kelas 4,5,dan 6) tergolong anak-anak dan awal remaja.

Peran guru SD sebagai perencana, pelaksana, penilai dan fasilitator siswa sangatlah penting. Di samping itu berperan sebagai model, terutama model perilaku, model berbahasa, model teman, saudara atau pengganti orang tua sangatlah perlu diperhatikan.

Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran dengan memadukan beberapa mata pelajaran melalui penggunaan tema, dimana peserta didik tidak mempelajari materi mata pelajaran secara terpisah, semua mata pelajaran yang ada di sekolah dasar sudah melebur menjadi satu kegiatan pembelajaran yang diikat dengan tema. Kemendikbud (2013:7)

Menurut Mulyasa, (2013:170), pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar yang menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran lainnya.

Tujuan Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu merupakan pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013. Tematik terpadu memiliki beberapa tujuan, Kemendikbud (2013: 193) tujuan tematik terpadu sebagai berikut:

  1. Mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu.
  2. Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama.
  3. Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
  4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
  5. Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain.
  6. Lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas.
  7. Guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.
  8. Budi pekerti dan moral siswa dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.

Model Pembelajaran Terpadu

Model pembelajaran terpadu dari Forgaty yang diterapkan pada pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 adalah

1. The Integrated Model (Model Terpadu)

Model terpadu memadukan berbagai bidang studi berdasarkan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih. Model tersebut dirancang berdasarkan satu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai berbagai kompetensi dasar dari berbagai disipilin ilmu.

2. The Webbed Model (Model Jaring Laba-Laba)

Model jaring laba-laba dikembangkan dengan cara menentukan tema atau topik sebagai pengait kompetensi berbagai mata pelajaran. Tema dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan atau melalui negosiasi antara guru dan siswa. Dipilih dari hal-hal yang dekat dengan siswa.

3. Penulisan soal Tematik

Perancangan Bentuk dan Teknik Penilaian disesuaikan dengan KD, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), dan Tema serta Subtema untuk setiap muatan pelajaran.

Berikut ini contoh penjadwalan PTS dan PAS, pendidik dapat menyusun sesuai dengan kalender pendidikan sekolah.

Hari 1Hari 2Hari 3Hari 4
Tema 1Tema 2Tema 3Tema 4
Contoh Jadwal Ujian Per Tema
NoHariJamTemaMuatan Pelajaran
1Seninke-1IPPKn Bahasa Indonesia IPA PJOK
  ke-2IMatematika SBdP IPS
2Selasake-1IIPPKn Bahasa Indonesia IPA PJOK
  ke-2IIMatematika SBdP IPS
3Rabuke-1IIIPPKn Bahasa Indonesia IPA PJOK
  ke-2IIIMatematika SBdP IPS 
Contoh Jadwal Penilaian per Muatan Pelajaran

Ada beberapa model penyusunan soal tematik yang berkembang di madrasah-madrasah, dapat  dikategorikan menjadi 3 bentuk

1. Tematik terpadu tanpa dibatasi nama muatan pelajaran.

Bentuk ketiga dalam Penyusunan soal tematik berdasarkan tematik tidak dibatasi oleh muatan pelajaran dan nama-nama muatan pelajaran. Contoh

1. Soal
2. Soal
3. Soal
4. Soal
5. Soal
6. Soal
7. Soal
8. Soal
9. Soal
10. Soal

2. Tematik Terpadu dengan dibatasi nama muatan pelajaran

Penyusunan soal berdasarkan tematik dibatasi oleh muatan pelajaran dan dibatasi dengan nama-nama muatan pelajaran. Contoh

Bahasa Indonesia
1. Soal
2. Soal
3. Soal
4. Soal
Matematika
5. Soal
6. Soal
7. Soal
PPKN
8. Soal
9. Soal
10. Soal

3. Muatan Pelajaran

Penyusunan soal berdasarkan muatan pelajaran dan dibatasi dengan nama-nama muatan pelajaran. Contoh lebar soalnya seperti penilaian berbasis muataa pelajaran.

Dari ketiga contoh diatas yang sesuai dengan panduan penilaian di sekolah Dasar adalah nomor 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *