Inspirasi Pendampingan Nonformal Pengawas Madrasah pada Akreditasi MAYASYA
yunandracom. Di sela visitasi akreditasi MAYASYA, berkesempatan melakukan diskusi ringan dengan beberapa guru yang memberikan inspirasi buat penulis. Penulis menyebut Diskusi adalah Pendampingan Nonformal Pengawas Madrasah.
Melalui diskusi ringan, muncul inspirasi menarik untuk ditindaklanjuti oleh MAYASYA (singkatan dari Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif).
Tulisan ini menjadi catatan refleksi pengawasan mutu madrasah dari 10 peran bisa penulis lakukan sebagai pengawas madrasah
Harapannya menjadi inspirasi bagi madrasah MAN 23 Al Azhar Asy Syarif dalam merancang program inovasi.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Refleksi Pengawas madrasah: Satu Jabatan Fungsional, 10 Peran –>
Pengertian Pendampingan Informal Pengawas Madrasah
Pengertian dari Pendampingan adalah proses pemberian bantuan, bimbingan, fasilitasi, atau dukungan oleh seseorang atau lembaga (pendamping) kepada individu, kelompok, atau masyarakat agar mereka mampu mengenali masalah, merencanakan solusi, dan mencapai kemandirian.
Dalam konteks pengawas madrasah, pendampingan bukan sekadar memberikan arahan kepada kepala madrasah, guru, atau tenaga kependidikan. Pendampingan lebih jauh dapat menjadi proses membersamai madrasah dalam menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Sedankan, Informal adalah jalur atau proses pembelajaran yang berlangsung secara alami dan mandiri melalui pengalaman sehari-hari.
Karena itu, pendampingan informal pengawas madrasah dapat dipahami sebagai proses membersamai madrasah melalui percakapan, diskusi ringan, pengamatan, berbagi pengalaman, dan coaching yang berlangsung secara fleksibel untuk menemukan masalah, potensi, serta gagasan pengembangan.
Tujuan Utama Pendampingan Informal Pengawas Madrasah seperti tujuan umumnya adalah
- Mendorong kemandirian. Membantu kamad dan guru serta Tenaga Kependidikan yang didampingi agar tidak terus-menerus bergantung pada orang lain.
- Pengembangan kapasitas: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, atau potensi diri.
- Pemecahan masalah: Memandu proses identifikasi kendala hingga pengambilan keputusan yang tepat.
MAN 23 Al Azhar Asy Syarif menghadapi penilaian akreditasi sebagai sistem penjaminan mutu pendidikan eksternal (SPMI). Di sela pendampingan madrasah

Inspirasi pasca Pendampingan Nonformal Pengawas Madrasah
Pada saat pelaksanaan akreditasi (Rabu dan Kamis, 23-24/09/2026), Penulis melakukan pendampingan informal dengan beberapa guru untuk menggali potensi dan rencana inovasi setelah akreditasi selesai.
Melalui diskusi dan coaching tersebut, memunculkan beberapa gagasan inspiratif yang bisa menjadi rencana inovasi ke depan, fokus pada pendampingan merancang masa depan, profil lulusan asrama, dan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Keempat gagasan tersebut berkaitan dengan merancang masa depan, membangun profil lulusan asrama, mengembangkan kompetensi, serta meningkatkan prestasi peserta didik.
1. Konseling Berbasis Digital Mendukung Rencana Masa Depan
Diskusi ringan yang produktif dengan guru BK untuk menemukan formula layanan bimbingan konseling terbaik bagi murid yang tinggal di asrama.
Inspirasi yang muncul adalah bagaimana merancang aplikasi BK yang real-time dan terdokumentasikan dengan baik.
Dengan keterbatasan waktu dan konsultasi yang lebih pribadi, aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi. Di samping, konsultasi dengan AI, tidak bisa memuaskan.
Maka rancangan konseling berbasis digital perlu menjadi prioritas inovasi bagian BK.
2. Kerapihan Tempat Tidur di Asrama
Pendampingan Informal kedua bersama wakil asrama. Dengan adanya fasilitas asrama, perlu menyusun profil lulusan asrama MAN 23 Al Azhar Asy Syarif yang idealnya berbeda dengan Profil lulusan tidak berasrama.
Salah satu inspirasi hasil dari pendampingan informasi pengawas Madrasah adalah melatih kebiasaan merapihkan tempat tidur di asrama setelah bangun tidur dan sebelum masuk kelas jam pertama.
Strategi implementasinya dengan menetapkan base line oleh pembina berapa murid yang sudah terbiasa merapihkan tempat tidur. Berdasarkan base line tersebut, para pembina memonitor dan mendampingi murid agar secara kuantitatif meningkatkan terus.
Kebiasaan menjadi langkah awal untuk menetapkan Profil Lulusan asrama. Berdasarkan Profil tersebut akan melahirkan standarisasi karakter murid MAYASYA
3. Core Assets dan Value Add
Inspirasi ketiga saat berdiskusi dengan salah satu pembina asrama. Mungkin ini bukan pendampingan informal, tapi ngobrol santai yang melahirkan gagasan baru
Inspirasi yang menarik terkait dengan pertanyaan
- Apa Kompetensi yang dibutuhkan oleh murid dimanapun mereka kuliah?
- Apa Kompetensi yang perlu dimiliki oleh murid sebagai nilai plus yang membedakan dengan alumni lain.
Kedua Kompetensi tersebut, penulis memberi istilah dengan core assets dan Value Add.
Dari obrolan tersebut muncul public speaking menjadi core assets. Sehingga perlu merancang bagaimana core assets ini bisa terwujud dalam proses pembinaan di asrama
4. Rencana Aksi Berbasis Prestasi
Inspirasi keempat adalah rencana aksi berbasis prestasi yang terukur.
Inspirasi ini muncul saat melihat persiapan murid untuk mengikuti olimpiade Jakarta Madrasah Competition.
Setelah ngobrol dengan anak-anak, mereka adalah para juara sebelum juara. Tinggal bagaimana madrasah menumpuknya sehingga tumbuh dan berkembang lebih baik setiap tahun.
Apalagi sebagian murid masih duduk di kelas 10 dan 11, sehingga memiliki kesempatan untuk meraih prestasi lebih baik setiap tahunnya.
Refleksi Pasca Akreditasi Madrasah
Sejak awal tahun pelajaran baru, MAYASYA mendapatkan beberapa kunjungan yang dapat diambil positif.
Mulai dari penilaian kinerja, tempat penyelenggaraan Jakarta Madrasah Competition (JMC), dan akreditasi sekolah/madrasah.
Kegiatan tersebut bisa menjadi base line mutu pendidikan madrasah. Sehingga rancangan program berbasis kepada baseline yang ada.
Ada beberapa catatan yang bisa menjadi base line MAYASYA, salah satunya adalah kelengkapan dokumen administrasi.
Solusi yang bisa dilakukan adalah membuat buku kendali secara digital agar dokumen terkumpul dan paperless.
Lebih jauh lagi, kendali mutu tersebut bisa menjadi prototipe rapor guru.
Inspirasi pendampingan madrasah, silahkan baca: 10 peran Jabatan Fungsional Pengawas Madrasah
Sumber: PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 Jabatan Fungsional Pendidik dan Pengawasan Mutu Pendidikan

Artikel Refleksi Pengawas Madrasah
- Inspirasi Pendampingan Nonformal Pengawas Madrasah pada Akreditasi MAYASYA
- Optimalisasi Pembiasaan Pagi dan Program MBG di MA Sultan Hasanuddin
- Pendampingan Perencanaan KBC di MAK UI Jakarta Selatan
- Pembekalan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Jakarta sebagai Madrasah Piloting
- Merancang Masa Depan dan Program Muhadharah di MA Darul Ma’arif
- Pengembangan Program Pembiasaan 5S di MA Manaratul Islam
Lainya
Artikel Terbaru
- Inspirasi Pendampingan Nonformal Pengawas Madrasah pada Akreditasi MAYASYA
- Standar Kompetensi Kepala Satuan Pendidikan (sekolah) pada Permendikdasmen 23 Tahun 2026
- Standar Kompetensi Guru pada Permendikdasmen 23 Tahun 2026
- Standar Kompetensi Pengawas Sekolah Menurut Permendikdasmen 23 Tahun 2026
- 4 Pilar Tindak Lanjut PISA 2025
- Delta Skor dan Absolut Skor dalam Sistem Penjaminan Mutu
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
