Pendekatan SOAR dalam Pengembangan Madrasah Minimalis
Pendekatan SOAR atau Strengths, Opportunities, Aspirations, Results sebagai alat dalam Strategi perencanaan dalam pengembangan madrasah minimalis.
Selama ini menggunakan analisis SWOT. Madrasah melakukan analisis terhadap 4 komponen yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan Tantangan.
Kecenderungannya lebih pada menganalisis kekurangan dan tantangan, sehingga program lebih fokus pada bagaimana menutupi kekurangan-kekurangan dan mengatasi tantangan.
Pada pengembangan madrasah minimalis, Pendekatan SOAR menjadi pilihan utama. karena membuat madrasah bisa fokus pada kekuatan dan kesempatan. Sehingga madrasah bisa fokus memberdayakan kekuatan untuk mewujudkan keinginan dan hasil yang madrasah harapkan.
Baca: Madrasah Minimalis, Model Pengembangan Madrasah di Era Merdeka Belajar
Konsep Pendekatan SOAR
SOAR atau Strengths, Opportunities, Aspirations dan results berasal dari Appreciative Inquiry (AI) yaitu pendekatan yang lebih menitikberatkan pada pengidentifikasian dan pembangunan kekuatan dan peluang ketimbang pada masalah, kelemahan, dan ancaman (Cooperrider, dan Kelly).
AI adalah filosofi perubahan dengan pendekatan siklus 4-D yaitu:
- Discovery (penemuan)
- Dream (mimpi)
- Design (disain), and
- Destiny (takdir)
Perbandingan SWOT dan SOAR
Analisis SWOT yang secara teoritis mulai dari dengan Strength (kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (tantangan).
Ketika menggunakan SWOT, sebuah organisasi mencoba untuk memahami keadaan statis “sebagaimana adanya” organisasi dengan mengelompokkan kekuatan dan kelemahan dan memikirkan potensi keadaan organisasi di masa depan dalam hal peluang dan ancaman.
Tapi SWOT biasanya fokus pada diskusi tentang kelemahan dan ancaman.
Sedangkan SOAR lebih fokus pada Kekuatan dan peluang. Artinya SOAR menggunakan analisis SWOT pada bagian S (strength) dan Opportunity (peluang).
Jadi fokus internal SOAR adalah kekuatan yang ada. Titik perbedaan SOAR dengan SWOT pada Subtansi yang dianalisis.
Menurut kerangka SOAR, adalah
- S (Strength) atau kekuatan menawarkan landasan untuk menemukan dan menyelaraskan strategi organisasi kemampuan terbaik untuk proses fokus pada keunggulan kompetitif yang lebih kuat dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
- O (Opportunity) atau peluang bergerak ke ranah lokasi dan peningkatan positif dari upaya dan inovasi yang berpotensi belum dijelajahi.
- A (Apsiration) atau aspirasi berkembang dan memberikan suara kepada cakrawala mereka yang berfokus pada masa depan organisasi, dan
- R (Result) atau hasil memperkuat dan mengaktifkan motivasi, sumber daya, dan komitmen mereka yang terlibat untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Analisis SOAR pada 4 faktor yaitu:
- Strength (Kekuatan) dengan pertanyaan
- Apakah aset terbesar yang Madrasah miliki?
- Opportunity (Peluang) dengan pertanyaan:
- Apakah peluang pasar yang paling memungkinkan?
- Aspirations (aspirasi) dengan pertanyaan:
- Bagaimanakah masa depan yang madrasah inginkan?
- Result (Hasil atau prestasi):
- Apakah hasil-hasil yang dapat terukur?
Implementasi SOAR dalam Pengembangan Madrasah Minimalis
Berdasarkan pendekatan SOAR, madrasah dapat melakukan dengan tahapan berikut
1. Pemetaan Kekuatan
Madrasah melakukan identifikasi potensi dan memetakan kekuatan yang ada. Kekuatan atau lebih kepada internal.
2. Analisis Peluang
Langkah kedua yaitu melakukan analisis terhadap peluang yang ada. Madrasah dapat mengamati peluang eksternal yang bisa madrasah manfaatkan.
3. Penggalian Aspirasi
Setelah memahami kekuatan dan peluang yang ada, madrasah dapat menampung aspirasi dan merancang menjadi visi, misi, tujuan, dan program
4. Perancangan Hasil
Terakhir madrasah merancang hasil sesuai dengan kekuatan, peluang, dan aspirasi.
Kesimpulan
Dengan Teknik Analisis SOAR, Madrasah-madrasah swasta bisa fokus melihat potensi dan aset yang dimiliki. sehingga mengurangi perhatian terhadap kekurangan.
Jika perhatiannya pada kekurangan terus, apalagi madrasah negeri jadi pembandingnya, maka madrasah swasta akan merasa mider terus.
Madrasah Minimalis
Silahkan ikuti gagasan baru pengembangan madrasah atau sekolah di artikel: Inovasi madrasah >>
Revisi tanggal 4 Desember 2025

