Sesi 12. Manajemen Sarana Prasarana: Merancang Program Berbasis Kondisi Sekolah
yunandracom. Materi Manajemen Sarana dan Prasarana memfokuskan pada merancang program sekolah berbasis kondisi yang ada.
Sesi ini masuk sesi 12 dari mata kuliah manajemen pendidikan di Jurusan PAI Universitas Islam Depok.
Catatan ini mendokumentasikan proses perkuliahan mulai dari pemahaman teoritis dan praktis serta refleksi pembelajaran.

1. Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana
Sarana adalah alat atau benda yang digunakan secara langsung untuk mencapai tujuan (misalnya buku, komputer, mobil).
Sementara Prasarana adalah fasilitas penunjang yang tidak bergerak dan mendukung terselenggaranya proses (misalnya bangunan sekolah, jalan raya, jembatan).
Maka manajemen sarana dan prasarana adalah mengelola sarpras mulai dari perencanaan pengadaan, pengadaan, pemeliharaan, pencatatan, penggunaan dan penghapusan barang.
2. Strategi Perkuliahan
Strategi perkuliahan materi sarana prasarana mulai dengan 2 pertanyaan pemantik yaitu
- Apa sarana dan prasarana yang jika tidak ada maka proses pembelajaran tidak bisa berjalan?
- Apa sarana dan prasarana yang menjamin bahwa keberadaannya akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih maksimal?
Setelah kedua pertanyaan tersebut, mahasiswa mengikuti 5 tahapan pembelajaran, yaitu
1. Diskusi Kelompok
Mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok untuk merencanakan program sekolah berdasarkan kondisi dan lingkungan di sekitar sekolah
- Kelompok pertama. Sekolah di daerah pesisir pantai
- Kelompok kedua. Sekolah di pertanian
Setiap kelompok harus merancang program unggulan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar sekolah.
Selain kedua kelompok, dibentuk kelompok kecil terdiri dari tiga mahasiswa untuk menyusun Indikator diskusi yang efektif.
Adapun rincian tugas kelompok ini adalah
- Menyusun indikator diskusi yang efektif
- Menggunakan indikator tersebut untuk memantau proses diskusi kedua kelompok.
- Menyimpulkan indikator diskusi efektif setelah menggunakan indikator tersebut memantau pelaksanaan diskusi
2. Sharing Informasi
Setelah mendapatkan hasil dari diskusi, setiap kelompok mengutus satu orang untuk mempresentasikan atau membagikan hasil diskusinya.
3. Konfirmasi
Tahap ketiga yaitu konfirmasi. Setelah presentasi hasil kelompok lain, setiap kelompok mengutus anggota kelompoknya untuk mempresentasikan hasil dari pemahaman menyimak presentasi kelompok lain.
4. Pengolahan Informasi
Setelah konfirmasi, setiap kelompok mengolah informasi dari kelompok lain untuk memberikan saran perbaikan terkait program berbasis kondisi sekolah
5. Saran Konstruktif
Setiap kelompok mengutus satu orang menyampaikan saran perbaikan terhadap rencana program berbasis sekolah di kelompok lain.
3. Refleksi Pembelajaran
Pelajaran dari strategi perkuliahan seperti di atas
- Semua mahasiswa aktif. Karena syarat presenter harus mahasiswa yang belum pernah tampil ke depan.
- Membangun komunikasi kolaboratif yang saling menghargai pendapat orang lain.
Ingin mengetahui strategi perkuliahan manajemen pendidikan di UID, lihat artikel: Perkuliahan Perdana berbasis online dan Offline >>
Ingin tahu catatan kegiatan perkuliahan, silahkan buka Jurnal Dosen Pendidikan Islam >>
Sumber: Peraturan standar sarana dan prasarana

Profesi Pengawas Madrasah
- Beban Kerja Dosen: Pedoman Operasional Kinerja Pendidik Profesional

- 3 Karakter Dosen: Memaksimal Fungsi 4 Kompetensi

- Prinsip Profesionalitas: Syarat Dosen Menjadi Profesi

- Menyusun Latar Belakang yang terbaik di proposal penelitian S2

- Sertifikasi Dosen: Proses Mewujudkan Profesionalisme Pendidik.

- 8 Ciri Dosen Berprestasi menurut Regulasi

Artikel Terbaru
- Kontrak Prestasi sebagai Instrumen Penjaminan Mutu Madrasah di DKI Jakarta
- Kontrak Prestasi: Rencana Kegiatan Tahunan Kepala Madrasah
- PPKB PAI: Berbagi KBC dalam Implementasi Pembelajaran PAI
- Merumuskan Profil Kepala Madrasah Yang Sukses
- PINTAR Kemenag: Platform Belajar Mandiri KBC 2026
- Pusat Prestasi Nasional: Cara mengetahui Rangking Prestasi Madrasah







