Strategi Implementasi Dimensi Afektif Berdasarkan Taxonomy Bloom
yunandracom. Bloom tidak hanya membahas dimensi kognitif saja, juga membahas taxonomy dimensi afektif. Maka tema ini menjadi bagian dari tema pendidikan karakter berbasis akhlak.
Pendidikan karakter berbasis akhlak menjadi salah satu produk inovasi pendidikan Islam di yunandraCom, selain kelembagaan dan GTK.
Untuk mengetahui Kerangka Besar pembaharuan, silahkan buka Strategi Inovasi Pendidikan Islam
Tulisan ini akan membahas tentang pengertian taxonomy Bloom dan implementasi di madrasah.

5 Tahapan Taxonomy Dimensi Afektif menurut Bloom
Menurut Wikipedia, Taksonomi adalah cabang ilmu yang mempelajari klasifikasi, penamaan, dan pengelompokan suatu hal berdasarkan aturan atau karakteristik tertentu.
Secara umum, taksonomi bertujuan untuk mengatur informasi yang kompleks agar lebih mudah dipelajari, dipahami, dan diidentifikasi.
Dunia pendidikan mengenal taxonomy Bloom di tiga dimensi atau ramah yaitu kognitif, afektif, dan Psikomotorik.
Adapun taxonomy Bloom di ranah atau dimensi afektif terdiri dari 5 level yaitu
1. Receiving
Kesediaan untuk menyadari atau memperhatikan suatu fenomena atau stimulus.
2. Responding
Partisipasi aktif dan reaksi terhadap suatu stimulus.
3. Valuing
Kemampuan untuk mengatribusikan nilai atau kepercayaan pada suatu objek atau perilaku.
4. Organization
Menghubungkan berbagai nilai, menyelesaikan konflik antar nilai, dan membangun sistem nilai internal.
5. Characterization
Bertindak secara konsisten sesuai dengan nilai-nilai yang telah diinternalisasi.
Implementasi Dimensi Afektif menurut Taxonomy Bloom di Madrasah
Afektif atau sikap menjadi salah satu ranah penting dalam pendidikan Islam termasuk Madrasah.
Dengan identitas sebagai sekolah umum berciri khas Islam, madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan ajaran Islam kepada peserta didik.
Dalam ajaran Islam, Siswa tidak hanya belajar mengetahui dan mengamalkan ibadah rutin, tapi harus memiliki dampak terhadap sikap dan perilaku sesuai ajaran Islam.
Dengan adanya taxonomy Bloom, madrasah bisa merancang strategi penanaman karakter secara terencana dan bertahap.
Mulai dari penerimaan, respon, menilai, mengolah dan menjadi sebuah karakter.
Untuk lengkapnya, silahkan buka Pendidikan Karakter Berbasis Akhlak
Sumber: Peraturan Penguatan Karakter melalui pembiasaan

Artikel Terkait
- Strategi Implementasi Dimensi Afektif Berdasarkan Taxonomy Bloom
- Pendidikan Karakter dan Akhlak di Sekolah: Integrasi dalam Materi PAI dan Budaya Madrasah

- 4 Sikap Mandiri: Pembentukan Karakter di Pesantren
- 7 Kebiasaan Anak Indonesia: Manfaat dan Peran Madrasah, Guru dan Orang Tua

- Pendidikan Tanpa Karakter sebagai Dosa Sosial menurut Mahatma Gandhi

- Dampak Pembinaan Riset Terhadap Penguatan Karakter Peserta Didik
Artikel Terbaru
- Perubahan BAN menjadi Komite Akreditasi Nasional
- BSNP Berdiri Lagi: Integrasi dengan BAN menjadi BSANP
- Menjaga Identitas dan Karakter Pendidikan Islam: Peran Penting Pengawas Madrasah Ahli Utama
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Perbedaan Sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |



