TKA MA 2026 dan Ruang Tumbuh Anak di MA Citra Cendekia Jagakarsa
Yunandra. TKA MA 2026 dan ruang tumbuh anak di MA Citra Cendekia Jagakarsa menjadi dua tema dalam refleksi pengawasan mutu madrasah. Keduanya membuka ruang untuk melihat lebih dekat bagaimana madrasah menilai capaian akademik sekaligus memahami misi pendidikan dalam mendampingi perkembangan murid.
Refleksi ini berangkat dari pengamatan terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 dan diskusi bersama tiga guru MA Citra Cendekia (Ismayanti Soleha, Ratna Nurherdiati, dan Wahyu Adji) untuk menggali misi utama madrasah.
Dari kedua proses tersebut, muncul pertanyaan penting: bagaimana madrasah memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang?
Bagi pengawas madrasah, refleksi ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas utama dari 10 peran Jabatan Fungsional Pengawas Madrasah.
Lebih dari sekadar menilai kondisi yang ada, refleksi diarahkan untuk menemukan gagasan dan merumuskan inovasi Pendidikan Islam yang berangkat dari kebutuhan nyata madrasah.
Dengan demikian, pengawasan mutu madrasah tidak berhenti pada pemenuhan standar dan evaluasi pelaksanaan program.
Pengawasan juga menjadi proses belajar bersama untuk menemukan cara-cara baru dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam, dengan tetap menempatkan murid sebagai pusat perhatian.
Orientasi Murid Pada Mata Pelajaran Pilihan di TKA 2026
Senin (26/10/2026), kegiatan monitoring Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di MA Citra Cendekia Jagakarsa memberikan catatan menarik tentang orientasi murid dalam memilih mata pelajaran pilihan.
Pilihan murid cenderung disesuaikan dengan rencana mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama jurusan yang ingin ditempuh.
Di MA Citra Cendekia, Matematika Lanjutan menjadi mata pelajaran pilihan yang paling banyak diminati. Sementara itu, Bahasa Arab juga menjadi salah satu pilihan murid.
Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan mata pelajaran tidak sekadar berkaitan dengan kesiapan menghadapi TKA, tetapi juga mencerminkan arah perencanaan masa depan murid.
Bagi madrasah, kondisi ini menjadi bahan refleksi untuk memastikan bahwa layanan pembelajaran dan pendampingan karier selaras dengan minat, potensi, serta cita-cita murid.
Pengisian Rencana Aksi Guru di MAGIS Berorientasi KBC
Di sela-sela monitoring TKA 2026 di MA Citra Cendekia Jagakarsa, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pengisian Rencana Aksi Guru di MAGIS yang berorientasi pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pendampingan ini bertujuan membantu guru menyusun rencana aksi yang mencerminkan nilai-nilai KBC dalam pembelajaran.
Guru juga mendapatkan bimbingan teknis untuk mengunggah hasil refleksi, rencana aksi, dan video implementasi KBC ke Dashboard Seribu Barcode Implementasi KBC se-Jakarta Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong agar KBC tidak berhenti sebagai gagasan atau dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik pembelajaran di madrasah.
Baca panduan berikut: Tata Cara Upload dan Link Dashboard Seribu Barcode
MA Citra Cendekia Sebagai Ruang Tumbuh Anak
Di sela-sela obrolan santai bersama guru MA Citra Cendekia Jagakarsa, muncul sebuah pertanyaan reflektif: MA Citra Cendekia ingin dikenal sebagai madrasah yang seperti apa?
Salah satu jawaban yang mengemuka cukup sederhana, tetapi sarat makna: MA Citra Cendekia ingin menjadi ruang tumbuh bagi setiap anak, sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Gagasan ini mengingatkan pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang sekolah sebagai taman. Di dalam taman, setiap tanaman memiliki karakter dan kebutuhan tumbuh yang berbeda.
Tugas seorang petani bukan memaksa semua tanaman tumbuh dengan cara yang sama, melainkan merawat, menyiram, dan menyediakan lingkungan yang mendukung agar setiap tanaman dapat berkembang dengan baik.
Begitu pula madrasah. Setiap murid hadir dengan minat, bakat, kemampuan, dan cita-cita yang beragam. Madrasah perlu menyediakan ruang belajar yang memungkinkan keberagaman tersebut tumbuh menjadi potensi yang bermakna.
Refleksi ini mengajak kita melihat kembali hakikat pendidikan madrasah: bukan sekadar mengantarkan murid mencapai hasil akademik, tetapi juga mendampingi mereka mengenali diri, mengembangkan potensi, dan menemukan jalan masa depannya.
Madrasah yang bermutu bukanlah madrasah yang menyeragamkan semua anak, melainkan madrasah yang mampu membantu setiap anak tumbuh sesuai dengan potensinya.
Pemahaman ini memperkuat hasil diskusi tahun lalu dengan Kepala MA Citra Cendekia tahun lalu, Dr. Bintan dan bagian kurikulum, Ismayati yang tertuang di artikel di bawah ini.
Bisakah TKA Sebagai Pendorong Inovasi di MA Citra Cendekia?
Strategi Pembelajaran Komputer di MA Citra Cendekia
Diskusi bersama guru MA Citra Cendekia Jagakarsa berlanjut pada strategi pembelajaran komputer di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).
Saat ini, murid dapat memperoleh berbagai keterampilan komputer secara mandiri melalui beragam sumber belajar digital.
Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi madrasah untuk meninjau kembali arah pembelajaran komputer agar tetap relevan dengan kebutuhan murid dan visi pengembangan madrasah.
Ada tiga orientasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan mata pelajaran komputer.
- Mendukung program unggulan madrasah. Pembelajaran komputer diarahkan untuk memperkuat program madrasah, misalnya madrasah riset, melalui pemanfaatan teknologi untuk mencari informasi, mengolah data, menganalisis temuan, dan menyajikan hasil penelitian.
- Memperkuat keterampilan yang telah dimiliki murid. Kemampuan yang diperoleh murid dari luar madrasah perlu dikembangkan lebih lanjut melalui praktik, proyek, dan pemecahan masalah yang lebih kompleks.
- Mengenalkan keterampilan baru. Pembelajaran komputer memberikan pengalaman dan kompetensi yang belum diperoleh murid secara mandiri, termasuk keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Ketiga orientasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan muatan pembelajaran komputer.
Dengan demikian, pembelajaran tidak sekadar mengajarkan penggunaan perangkat atau aplikasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perkembangan kompetensi murid.
Tantangannya adalah bagaimana menjadikan pembelajaran komputer di madrasah bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan membantu murid memanfaatkan teknologi secara kreatif, kritis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan masa depan mereka.
Di akhir diskusi, penulis memperkenalkan beberapa website yang dikelola oleh penulis. Selain website ini (yunandra.com), juga madrasahyunandra.com yaitu kelas online yang dikelola penulis sebagai fasilitas pendukung 10 peran pengawas terutama peran pengawasan mutu dan dosen pendidikan.
Sebagai Learning Management System (LMS), website madrasahyunandra.com menggunakan MOODLE. Platform gratis ini yang bisa dimanfaatkan oleh madrasah dalam pembelajaran online atau mandiri.
Ada beberapa artikel yang tertulis tentang menggunakan Moodle. Silahkan baca link di bawah ini:
Tutorial Moodle Terlengkap 2025: Panduan Guru dan Dosen Membuat Kelas Online
MA Citra Cendekia Terpilih Mengikuti The Bridge Program Australia

Diskusi mulai melebar ke program Bridge Tahun 2026. MA Citra Cendekia Jagakarsa terpilih mengikuti The Bridge Program Australia, sebuah kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan. Melalui program ini, dua guru (Ratna dan Tika) berkesempatan memperoleh pengalaman pembelajaran di Australia.
Baca: Program Bridge Australia untuk Sekolah Indonesia
Salah satu guru yang mengikuti program tersebut, Ratna Nurherdiati, M.Pd., berbagi pengalamannya tentang praktik pendidikan di Australia. Menurutnya, pembelajaran di sana menerapkan pendekatan berdiferensiasi yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya masing-masing.
Pengalaman ini memperkuat gagasan bahwa setiap murid memiliki karakteristik, kebutuhan, dan perjalanan belajar yang berbeda. Tugas pendidikan bukan menyeragamkan proses belajar, melainkan menghadirkan pendampingan yang sesuai agar setiap anak dapat mencapai perkembangan terbaiknya.
Praktik tersebut juga sejalan dengan arah pendidikan nasional yang mendorong pembelajaran berdiferensiasi.
Bagi MA Citra Cendekia, pengalaman internasional ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk terus mengembangkan madrasah sebagai ruang tumbuh anak, tempat potensi setiap murid dikenali, dihargai, dan dikembangkan.
Refleksi pentingnya adalah pengalaman belajar dari negara lain akan semakin bermakna ketika diolah menjadi inspirasi untuk memperbaiki praktik pembelajaran di madrasah, sesuai dengan kebutuhan dan potensi murid.
Buka Profil Lengkap MA Citra Cendekia Jagakarsa Jakarta Selatan
Artikel Pengawasan Mutu Madrasah
- TKA 2026 dan Kelas Bilingual Tahfidz di MA Pembangunan UIN Jakarta
- Mata Pelajaran Pilihan TKA 2026 di MA Darul Ma’arif
- Bisakah TKA Sebagai Pendorong Inovasi di MA Citra Cendekia?
- Pameran Karya Siswa Ekspresi Madrasah Riset di MA Citra Cendekia
Untuk mendalami TKA, silahkan baca Kebijakan Tes Kemampuan Akademik, Pengertian dan Implementasi

