MI Al Husna, Pelopor Wisuda Tahfidz Juz ‘Amma

Program Tahfidz Al Qur’an. Berdasarkan sejarah, Madrasah dikenal dengan sekolah agama atau sekolah arab. Maka Pantas jika madrasah lebih fokus pada kajian al quran karena al quran menjadi sumber utama agama Islam. Salah satu bentuk kajian al Quran adalah tahfidz Al Quran (menghapal al Quran).

Rabu, 19 Juni 2013, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Husna, yang termasuk KKMI Cilandak, menyelenggarakan acara wisuda Juz’ama bagi peserta didik kelas 6 yang mampu menghapal satu Juz yaitu Juz ‘Amma. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan madrasah Ibtidaiyah Al Husna. Acara wisuda merupakan puncak dari program tahfidz al quran yang diterapkan di Madrasah. Program tahfidz al Quran dilaksanakan sejak kelas satu Ibtidaiyah. Tujuan akhirnya adalah alumni kelas 6 MI Al Husna mampu menghapal Juz ‘Amma secara total.

Puncak dari penghargaan terhadap peserta didik yang hafal juz ‘Amma adalah wisuda penghapal Juz ‘Amma. Acara wisuda tersebut diletakan diutamakan sebelum acara pelepasan dan acara kenaikan kelas. Menurut kepala MI Al Husna, tujuan mengutamakan wisuda juz ‘Amma agar menjadi perhatian bagi para guru, orang tua dan peserta didik bahwa tahfiz al Quran merupakan program utama MI AL Husna.

Sekarang ini, Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta yang diwakili oleh Bidang PEndidikan Madrasah sedang menggodok Program Tahfidz al Quran menjadi kurikulum khas Kementerian agama DKI Jakarta. Targetnyaa tahun pelajaran baru, Kurikulum tahfidz al Quran bisa dilaksanakan di semua madrasah di lingkungan kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Wahyudin, di acara wisuda MTS Al Al Azhar Asy Syarif Indonesia, menyaikan bahwa target kurikulum tahfidz al Quran adalah 1 juz di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, 1 Juz di tingkat Tsanawiyah, dan 1 Juza di tingkat Aliyah. Harapannya bahwa lulusan madrasah aliyah menguasai minimal 3 juz.

Sangat banyak hadits tentang keutamaan bagi para penghapal al Quran dan juga para pengkaji al Qur’an. Hadits yang sangat popular adalah “ sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya”. Efek penghapal al Qur’an tidak terbatas pada dirinya, tapi berimbas juga kepada kedua orang tuanya.

Program ini menjadi sangat istimewa bagi semua madrasah yang belum melaksanakan program tahfidz al quran secara “serius”. Tapi bagi MI Al Husna progam tahfidz al Quran ini menjadi penguatan program yang selama ini dilaksanakan. Sekaligus mendorong MI AL Husna untuk mencapai target bahwa seluruh alumninya mampu menguasai Juz ‘Amma.

Semoga, keberkahan al Quran menghatarkan kehidupan orang-orang yang berada di lingkungannya menjadi lebih mulia. Amin.

_______________

Buku Populer

  

1348