Organisasi

Fokus Lokal Dampak Nasional: Gerakan Rabu Guru Belajar di Madrasah Jakarta Selatan

yunandracom. Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan resmi meluncurkan Program Rabu Guru Belajar (RGB) dan Aplikasi Guru (Modul Ajar dan Portal Guru) pada Rabu, 8 Oktober 2025 di Aula Haji Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi ekosistem pendidikan madrasah untuk memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui kolaborasi dan inovasi digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas pengawas madrasah yang berjumlah 10 peran pendidik.


Buku Terbaru

Acara dipandu oleh Endah Umayanah, Pengawas MA, dengan Qari Ustadzah Tuti Ani, Pengawas MI.

Laporan kegiatan disampaikan oleh H. Masturo, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, dan secara resmi diluncurkan oleh H. M. Yunus Hasyim, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan.

Turut hadir Kasubag TU Syamsudin, seluruh pengawas madrasah se-Jakarta Selatan, para kepala madrasah, dan guru dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA, baik secara luring maupun daring.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembinaan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan (lihat kegiatan pembinaan )

Lalu sesi penggunaan Aplikasi Guru yang dipandu langsung oleh Fathurahman, Pengawas MI sekaligus pengembang aplikasi.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi yaitu Sesi pagi untuk guru PNS di madrasah swasta jenjang MTs dan MA dan sesi siang untuk guru PNS di madrasah swasta jenjang RA dan MI

Lihat Video Launching RGB buka


Peluncuran program Rabu Guru Belajar (RGB) memuat dua catatan penting.

1. Peningkatan Kompetensi GTK

Program Rabu Guru Belajar (RGB) menjadi inisiatif baru untuk memfasilitasi guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesional secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini akan diisi dengan pelatihan, diskusi, praktik baik pembelajaran, dan berbagi pengalaman antar guru di Aula Kantor Kemenag Jakarta Selatan atau di beberapa tempat. Baik daring maupun luring

Kolaborasi antara Seksi Pendidikan Madrasah, Pokjawas, KKM, dan komunitas guru menjadi fondasi utama program ini.

RGB bukan hanya pelatihan rutin, tetapi wadah untuk menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat di kalangan guru dan tenaga kependidikan madrasah.

2. Guru PNS di Madrasah Swasta sebagai Sasaran Pertama RGB

Sebagian besar madrasah di Jakarta Selatan berstatus swasta dan didominasi guru honorer.

Dalam konteks ini, guru PNS yang bertugas di madrasah swasta memiliki peran strategis sebagai teladan.

Mereka diharapkan membawa nilai integritas, disiplin, dan profesionalisme, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mendukung madrasah swasta.

Peran ASN di madrasah swasta menjadi kepanjangan tangan Kementerian Agama dalam menggerakkan mutu pendidikan madrasah di tingkat lokal.

Dengan peran seperti itu, maka sasaran pertama Program Rabu Guru Belajar perdana adalah guru PNS di madrasah swasta.

Baca Juga: Kolaborasi Pokjawas Jaksel: Strategi Peningkatan Kompetensi Digital Guru Madrasah


Program Rabu Guru Belajar Jakarta Selatan
Peserta Launching Program Rabu Guru Belajar

Selain program Rabu Guru Belajar, Kemenag meluncurkan juga aplikasi guru sebagai konten perdana.

1. Modul Ajar dan Portal Guru

Sebagai materi perdana RGB, diluncurkan Aplikasi Guru yang berisi Modul Ajar dan Portal Guru.

Aplikasi ini merupakan karya inovatif Fathurahman, pengawas madrasah yang mengembangkan platform digital ini dengan semangat berbagi.

Aplikasi Guru menjadi wujud nyata dari tagline “Fokus Lokal, Dampak Nasional”, karena dikembangkan dari kebutuhan nyata guru madrasah di Jakarta Selatan namun dapat dimanfaatkan secara gratis oleh guru di seluruh Indonesia.

Melalui aplikasi ini, guru dapat menyusun modul ajar dengan cepat dan mendokumentasikan administrasi guru dengan mudah.

2. Peluang Pokjawas Jaksel

Bagi Pokjawas Madrasah, hadirnya Aplikasi Guru menjadi peluang besar untuk memperkuat fungsi pembinaan dan pendampingan.

Pokjawas madrasah termotivasi untuk menyiapkan konten pelatihan, modul supervisi, dan panduan mutu yang akan memperkaya aplikasi.

Kegiatan Seninan Pokjawas Jaksel menjadi sarana yang tepat menyiapkan semua hal yang mendukung kesuksesan penggunaan aplikasi guru.

Dengan kontribusi aktif pengawas, aplikasi ini dapat menjadi pusat sumber belajar profesional bagi guru madrasah, sekaligus mewujudkan semangat “Fokus Lokal, Dampak Nasional.

Baca juga: Panca Cinta dan Aplikasi RPP: Peluang Besar bagi Pokjawas Jaksel


Setelah peluncuran program Rabu Guru Belajar (RGB) bukan berarti sudah selesai, justru menjadi awal berkarya untuk madrasah.

Sedikitnya ada dua langkah strategis untuk mengoptimalkan program Rabu Guru Belajar yaitu

1. Tim Penyelenggara

Untuk menjamin keberlanjutan program, langkah pertama yaitu pengesahan Tim Penyelenggara Rabu Guru Belajar (RGB) melalui Surat Keputusan (SK) resmi.

Tim ini bertugas mengelola jadwal, materi, menghadirkan narasumber, melakukan publikasi, serta memastikan sinergi antar pihak di lingkungan Kemenag Kota Jakarta Selatan. Sinergi 3 pihak yaitu

  • Seksi pendidikan madrasah (Penmad),
  • Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) madrasah dan
  • Kelompok kerja madrasah (KKM)

Anggota tim ini terdiri dari unsur pejabat kantor, pengawas madrasah, kepala madrasah dan guru.

2. Konten Sesuai Kebutuhan Guru dan Zaman

Agar program lebih tepat sasaran, strategi kedua yaitu penyusun kurikulum program Rabu Guru Belajar berbasis kebutuhan.

Pokjawas dan tim penyelenggara akan melakukan survei pemetaan kebutuhan pelatihan guru dan tenaga kependidikan (GTK).

Dari hasil survei tersebut, akan dirancang kurikulum pelatihan yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. Seperti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pembelajaran mendalam (Deep Learning), tranformasi Digital, Penguatan Karakter, dan peningkatan kompetensi GTK atau materi lainnya.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, Rabu Guru Belajar (RGB) diharapkan menjadi model pembinaan profesional berkelanjutan yang dapat ditiru oleh wilayah lain di Indonesia.

Rabu Guru Belajar (RGB) dan Aplikasi Guru adalah simbol semangat baru madrasah Jakarta Selatan: kolaboratif, inovatif, dan berdampak nasional.


Sumber: PMA 38 Tahun 2018 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Madrasah

Madrasah yunandra
Kelas Digital Pengawas Madrasah

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka