Kurikulum Pendidikan Islam

Executive Function dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik di Madrasah

yunandracom. Executive function dan Pendidikan Islam menjadi dua sisi yang bisa berkaitan erat dalam mempersiapkan siswa madrasah yang produktif.

Kajian ini berkaitan dengan kurikulum pendidikan Islam yang menjadi salah satu sumber inovasi penddiikan Islam yaitu Teori atau Konsep Pendidikan Islam.

Tulisan ini mencoba mengulas sedikit executive function dalam pendidikan Islam secara teori dan praktik di madrasah. Lingkup bahasan antara lain teori executive function, keterkatiran dengan Pendidikan Islam, dan strategi implementasi di madrasah.

Buku Terbaru

Executive Function (EF) atau fungsi eksekutif seperti CEO dalam perusahaan.

Konsep ini muncul pertama kali mempopulerkan yaitu psikolog dan neurosaintis Karl Pribram dalam literatur ilmiah pada tahun 1973.

Beliau menggunakan istilah ini untuk menggambarkan fungsi-fungsi kompleks yang dikendalikan oleh korteks prefrontal, menyamakannya dengan peran seorang eksekutif atau manajer dalam sebuah perusahaan yang mengatur jalannya organisasi.

Executive Function terdiri dari 3 hal yaitu EF adalah mengatur fokus, memori kerja, dan kontrol diri.

Dimana otak EF adalah pusat kendali otak yang mengatur Working Memory (Memori Kerja), Inhibitory Control (Kontrol Diri/Inhibisi), dan Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif)i

1. Working Memory (Memori Kerja)

Working Memory atau memori kerja bukan sekadar kemampuan menghafal, melainkan kemampuan otak untuk menyimpan informasi secara sementara sambil mengolahnya.

Sistem kerjanya seperti “meja kerja” di otak. Kita mengambil informasi, menaruhnya di meja, lalu menggunakannya untuk menyelesaikan tugas.

2. Inhibitory Control (Kontrol Diri/Inhibisi)

Inhibitory Control (Kontrol Diri/Inhibisi)adalah kemampuan untuk menahan impuls atau gangguan agar tetap fokus pada tujuan. Ini adalah pilar “rem” pada otak.

Adapun cara kerjanya yaitu emungkinkan kita untuk tidak mengikuti keinginan sesaat (seperti bermain HP) demi mengerjakan tugas yang lebih penting.

3. Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif)

Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif) yaitu Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Ini adalah pilar “kreativitas” dan “adaptasi”.

Adapun sistem kerjanya yaitu memungkinkan kita untuk beralih dari satu tugas ke tugas lain atau mengubah strategi jika cara lama tidak berhasil.


Dengan melihat tiga pilar, executive function memiliki keterkaitan dengan Pendidikan Islam.

Penulis mencoba menjelaskan pendidikan Islam dari aspek interaksi umat dengan Al Qur’an yang terbagi menadi 5 bentuk yaitu membaca, menghapal, memahami, mengamalkan dan mendakwahkan.

Berdasarkan kelima bentuk interaksi tersebut maka membaca, menghapal dan memahami termasuk kepada working momori. Memalkan dan mendakwahkan termasuk bagian dari Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif).

Lalu bagaimana dengan Inhibitory Control (Kontrol Diri/Inhibisi)?

Pilar ini berkaitan dengan proses menghafal yang membutuhkan kontrol dan fokus pikiran.

Baca: Pembentukan Karakter Pembelajar Melalui Tahfiz Al-Qur’an


Bahasan ini paling penting, karena teori tidak berdampak jika tidak ada tindakan nyata dalam pendidikan dan pembelajaran di madrasah.

Contoh implementasi Working Memory (Memori Kerja) dalam pembelajaran Fahmu Qur’an. Siswa mampu mengikuti instruksi guru yang terdiri dari tiga tahap tanpa harus diingatkan berulang kali.

Bentuk praktek kontrol diri di madrasah dengan melatiha kosentrasi siswa tanpa terganggu dengan lingkungan. Sehingga siswa tetap diam mendengarkan penjelasan guru meskipun ada teman yang mengajaknya bercanda.

Praktik Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif) yaitu siswa yang memiliki fleksibilitas kognitif tinggi akan lebih mudah memahami perbedaan pendapat dalam Fiqh tanpa merasa terancam atau marah.

Diamana siswa bisa dengan cepat beralih fokus dari pelajaran Matematika ke pelajaran Aqidah tanpa kehilangan konsentrasi.


Untuk mengetahui bahasan lainnya, silahkan buka artikel tentang Konsep Kurikulum Pendidikan Islam di Era digital.


Sumber: www.harvard.edu

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya