Kurikulum Pendidikan Islam

6 Aspek Level Pemahaman pada Teori Konstruktivisme

Aspek Level pemahaman pada Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka bisa menjadi teori kurikulum berdasarkan Islam. Untuk pemahaman dasarnya, silahkan lihat Konsep Kurikulum Pendidikan Islam.

Tulisan ini akan membahas pengertian teori Konstruktivisme dan Aspek Level Pemahaman.


Jika melihat dari sudut bahasa, konstruksi adalah susunan, model, atau tata letak suatu bangunan (jembatan, rumah, dll). Ini merujuk pada teknik, proses, dan hasil perakitan komponen fisik bangunan secara sistematis.(KBBI)

Konstruksi juga bisa berarti susunan/hubungan kata dalam kalimat (bidang linguistik)

Sedangkan Konstruktivisme merupakan sebuah teori yang sifatnya membangun, membangun dari segi kemampuan, pemahaman, dalam proses pembelajaran.

Artinya teori ini menekankan bahwa pembelajar membangun pengetahuan secara aktif melalui pengalaman, refleksi, dan interaksi sosial, bukan hanya menerima informasi pasif.

Pencetus utama teori konstruktivisme adalah Jean Piaget (konstruktivisme kognitif/individual) dan Lev Vygotsky (konstruktivisme sosial).

Menurut Jean Paiget, Teori konstruktivisme menawarkan pendekatan psikologis yang kuat untuk merancang proses pembelajaran yang berpusat pada anak.

Teori Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky menekankan bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh individu melalui interaksi sosial, budaya, dan bahasa.

Format sederhana untuk memahami konstruktivisme menggunakan definisi dari Biological Science Curriculum Study (BSCS). Dalam model ini, proses konstruksi dengan menggunakan lima “E”. Kelima “E” tersebut adalah:

  • Engage (Terlibat),
  • Explore (Menjelajahi),
  • Explain (Menjelaskan),
  • Elaborate (Menguraikan), dan
  • Evaluate (Mengevaluasi) .

Pada Teori Konstruktivisme, Level Pemahaman menurut Tighe dan Wiggins merupakan level tertinggi yang memiliki 6 Aspek level pemahaman.

Artinya “memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena.

Dengan demikian, pemahaman bukanlah suatu proses kognitif yang sederhana atau proses berpikir tingkat rendah di Taxonomy Bloom, dimana pemahaman berada di level 2 dari 6 level.


Berdasarkan buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2022 halaman 17, Ada 6 aspek pemahaman menurut Tighe dan Wiggans. Keenam aspek tersebut bukan urutan atau leveling, tapi bisa secara acak.

1. Penjelasan (explanation)

Aspek pemahaman pertama adalah Explanation. Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan, menjelaskan sebuah teori, dan menggunakan data.

2. Interpretasi

Aspek pemahaman yang kedua adalah interpretasi. Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan, atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain.

3. Aplikasi

Aspek pemahaman ketiga yaitu Aplikasi. Aplikasi maksudnya menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai sesuatu dalam situasi yang nyata atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan).

4. Perspektif

Aspek pemahaman keempat yaitu Perspektif. Maksudnya melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

5. Empati

Aspek level pemahaman yang kelima adalah Empati (Emphati). Maksudnya menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya.

Menurut Daniel Goleman, Empati merupakan salah satu kecerdasan emosional.

6. Pengenalan diri atau refleksi diri

Aspek pemahaman yang terakhir yaitu pengenalan diri atau refleksi diri. Artinya memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.




Artikel Kurikulum Pendidikan Islam