Kebijakan Nasional

Tujuan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Menjawab 2 Masalah Utama Pendidikan

yunandracom. Kemendikdasmen merancanag sebuah program peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu sekolah nasional terintegrasi. Kebijakan merupakan salah satu tema Kebijakan pendidikan nasional yang menjadi dasar perumusan inovasi Pendidikan Islam.

Penulis menocaba membahas tentang tujuan dan alasan kenapa berdirinya program sekolah nasional terintegrasi.

Buku Terbaru

Pada saat Sosialisasi Seleksi Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, salah satu narasumber menjelaskan dua masalah utama pendidikan di Indonesia.

1. Mutu Pendidikan Yang Rendah

Problem utama pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan. Mutu pendidikan tergambar dalam capaian baik dengan 2 indikator yaitu

  1. Akreditasi A
  2. Presentasai siswa di atas 90%
  3. PAUD: Skor Pembelajaran yang membangun kemampuan fondasi (D3) lebih dari 90
  4. Dasmen: Skor literasi (A1) dan Numerasi (A2) lebih dari 75

2. Ketimpangan Antar Wilayah

Problem kedua dalah ketimpangan satuan pendidikan baik antar wilayah.

Menurut data, sebaran sekolah maupun kecamatan dengan satuan pendidikan baik masih terpusat di wilayah Barat Indonesia terutama Pulau Jawa (2.227 satuan pendidikan di 826 Kecamatan).

Papua hanya hanya memiliki 4 satuan pendidikan capaian baik di 3 kecamatan pada 3 provinsi. Sementara Maluku belum memiliki sama sekali.

Selain kecamatan yang memiliki satuam pendidikan baik mayoritas di jenajng SMA (588 kecamata)

Dengan dua masalah utama tersebut, Kemendikdasmen merancang sekolah nasional terintegrasi (SNT)


Dengan penyelesaian terhadap kedua permasalahan baik mutu rendah dan ketimpangan antar wilayah, Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat memwujudkan 2 tujuan yaitu

1. Menerapkan sistem yang memastikan lulusan berkualitas

Tujuan SNT pertama ini terwujud dengan dua indikator yaitu

  1. Menjamin kulaitas siswa (mutu) dari segi capaian belajar
  2. Mendorong peningkatan kualitas siswa agar sesuai dengan kebutuhan kulalitas internasional

2. Sebagai rujukan sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efesien dan bermutu

Tujuan kedua dari sekolah nasional terintegrasi memiliki 3 indikator yaitu

  1. Memberikan gamabran dalam menjalankan sistem pembelajaran, guru, hingga sarpras untuk sekolah sekitar
  2. Pusat peningkatan keberlanjutan dalam pelayanan pendidikan di satu wilayah
  3. Percontohan pengelolaan satuan pendidikan yang efesien.

Pada periode kabinet sebelumnya, Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek) memiliki program sekolah pengggerak. Secara umum, tujuan PSP tidak berbeda dengan tujuan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yaitu sama-sama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan pendidikan bermutu.

Artinya tujuannya sama, hanya caranya yang berbeda. Permasalahnya, setelah kabinet berakhir, maka program pun berakhir.

seperti kata Husni Rahim yang dinukil di buku Madrasah Minimalis, bahwa peningkatan kualitas pendidikan berbasis program atau projek sering berakhir dengan berakhirnya projek tersebut.

Maka pertanyaannya, apakah nasib Sekolah Nasional Terintegrasi (SNP) akan senasib dengan Sekolah Penggerak?



Sumber: Sosialisasi Seleksi Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Artikel Terbaru