Kecerdasan

Hidup, Kehidupan dan Penghidupan: Kompetensi Holistik Integratif Anak Indonesia

yunandracom. Tahun 2020, Badan Standar Nasional Pendidikan memperkenalkan Kompetensi Holistik Integratif sebagai Kompetensi Generasi Emas Indonesia.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Generasi emas indonesia adalah generasi yang akan menjadi pemimpin Indonesia di tahun 2045. Tahun dimana bangsa Indonesia akan memasuki usia kemerdekaannya yang ke-100 atau tahun emas.

Kompeten generasi emas Indonesia adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh generasi yang akan menjadi pemimpin di tahun 2025


BSNP menawarkan 2 kompetensi untuk generasi emas Indonesia yaitu

1. Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar (KD) merupakan kemampuan mendasar yang dimiliki oleh seorang manusia untuk menopang kehidupannya. KD akan berkembang melalui usaha dan proses belajar.

Terdiri dari 5 kompetensi yaitu:

  • a. Kompetensi Keberagamaan (Religiosity Competence)
  • b. Kompetensi Kewarganegaraan (Citizenship Competence)
  • c. Kompetensi Keilmuan – Literasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Bahasa (IPTEKSB)
  • d. Kompetensi Digital
  • e. Kompetensi Belajar untuk Belajar

2. Kompetensi Holistik Integratif

Kompetensi Holistik Terintegratif yaitu kemampuan yang membentuk suatu kesatuan (unity) yang melibatkan domain kognitif, domain afektif, domain psikomotor, domain sensorimotor, dan domain sosial yang ada dalam diri seseorang.

Kompetensi Holistik Integratif terdiri dari

  • a. Kompetensi untuk Hidup
  • b. Kompetensi untuk kehidupan
  • c. Kompetensi untuk penghidupan

BSNP menjelaskan secara detail di buku arah kompetensi generasi emas Indonesia 2045.

3 Kompetensi Holistik Integratif memiliki pengertian sebagai berikut

1. Kompetensi untuk Hidup

Kompetensi untuk hidup adalah kompetensi terkait Biologis yang merupakan kemampuan manusia untuk bisa melangsungkan kehidupannya di dunia.

Kemampuan tersebut berupa kemampuan untuk memenuhi

  • kesejahteraan/kecukupan kebutuhan fisiologis (physiological needs),
  • kebutuhan rasa aman dan keselamatan (safety and security needs), serta
  • kebutuhan psikis atau kebahagiaan (psychological needs).

2. Kompetensi untuk Kehidupan

Kompetensi untuk Kehidupan adalah kompetensi Sosial-budaya yaitu kemampuan manusia yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3. Kompetensi untuk Penghidupan

Kompetensi untuk penghidupan adalah kapasitas diri untuk memiliki keahlian dalam memenuhi kebutuhan untuk penghidupan (livelihood) dan penghidupan yang berkelanjutan (sustainable livelihood) baik sebagai diri maupun sebagai warga bangsa.

Caranya dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri individu berdasarkan nilai-nilai luhur yang diyakininya (modal religius), serta keterampilan yang dibutuhkan dalam hidup (modal intelektual).


Kompetensi 531 merupakan kompetensi yang terdiri dari keterampilan keagamaan, kebahasaan dan teknologi.

Ketiga keterampilan tersebut menjadi prioritas pengembangan madrasah dengan konsep madrasah minimalis.

Madrasah minimalis merupakan konsep pengembangan yang berfokus pada pemberdayaan 3 komponen yaitu

  1. Potensi guru
  2. Kebutuhan murid
  3. Inovasi program rutin.

Kompetensi 531 dengan kompetensi holistik integratif menjadi saling melengkapi karena Kompetensi 531 menjadi keterampilan yang mendukung kompetensi hidup, kehidupan dan penghidupan.


Baca juga: Dua kebiasaan Anak Madrasah

Lihat juga: Konsep Madrasah Minimalis dan Kompetensi 531


Buku Terbaru