Fasilitator

Merancang Kegiatan Kokurikuler berbasis Program Rutin di SMPN 43 Bekasi

yunandracom. Berkesempatan silaturahmi dengan para guru SMPN 43 Bekasi untuk berdiskusi merancang kegiatan kokurikuler versi panduan 2025.

Tulisan ini merupakan catatan ringan sebuah refleksi pelaksanaan pelatihan guru agar terdokumentasikan. Dan berharap menjadi inspirasi bagi guru, kepala dan pengawas.

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

SMPN 43 Bekasi berlokasi di daerah Cibubur berbatasan dengan Depok dan Bogor.

Pertemuan dengan guru-guru SMPN 43 Bekasi menjadi momentum yang berharga karena pertama kali memberikan pelatihan jenjang SMP.

Tentunya kegiatan pelatihan ini memiliki tujuan utama yaitu bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan bermutu untuk semua.

Juga mengimplementasikan kebijakan pendidikan terbaru dengan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning).

Salah satunya bagaimana merancang kokurikuler yang dapat mencapai tujuan pembelajaran yaitu kompetensi profil lulusan.

Kemendikdasmen telah mengeluarkan berbagai perangkat untuk mendukung implementasi Kokurikuler di satuan pendidikan.

Berikut daftar perangkat pendukung implementasi Kokurikuler

  1. Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 Kurikulum
  2. SK BSKAP No. 058 Tahun 2025 Alur Perkembangan Kompetensi Profil Lulusan
  3. Panduan Kokurikuler PAUD, Pendikdasnem, 2025

Minimal ketiga perangkat tersebut menjadi acuan merancang kokurikuler berbasis program rutin.


Bertempat di ruang belajar, tahapan pelatihan tidak menggunakan model tertentu tapi menggunakan kombinasi sesuai dengan kondisi.

Berikut tahapan pelatihan

  1. Refleksi kompetensi kepribadian berdasarkan kompetensi guru yang terbaru. Lihat kompetensi guru >>
  2. Curah pendapat tentang program rutin sekolah di SMPN 43 Bekasi selain Intrakurikuler dan ekstrakurikuler
  3. Diskusi kelompok. Peserta terbagi menjadi 3 kelompok untuk merancang kegiatan kokurikuler smp. Pertanyaan pemandu diskusi
    • Setiap kelompok memilih satu program rutin sekolah
    • Menentukan tujuan kegiatan program tersebut berdasarkan alur perkembangan kompetensi
    • Merumuskan pengukuran ketercapaian kompetensi profil lulusan
    • Merancang kegiatan kokurikuler yang dapat mewujudkan ketercapaian tujuan program (kompetensi)
  4. Pendampingan kelompok. Strategi pendampingan ke setiap kelompok untuk menggali pandangan dari anggota kelompok.

Keempat tahapan tersebut perlu penguatan kembali agar mencapai hasil maksimal

Selama proses pelatihan ada beberapa catatan menarik di SMPN 43.

Catatan ini sebagai refleksi dan bahan tindak lanjut SMPN 43 Bekasi.

Refleksi ini menggunakan konsep madrasah minimalis yang merancang sekolah berbasis 3 komponen yaitu potensi guru, kebutuhan siswa dan program rutin. (Buku: Konsep Madrasah Minimalis)

  1. Potensi guru. SMPN perlu memberdayakan potensi guru untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu
  2. Kebutuhan siswa. Petakan kebutuhan siswa yang paling dasar sebagai bekal mereka
  3. Program rutin. Maksimal program rutin sekolah. Tidak sebatas melaksanakan tapi perlu peningkatan bagaimana program tersebut berdampak terhadap murid.

Ketiga hal tersebut menjadi bekal untuk memberikan layanan pendidikan terbaik untuk murid.



Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

    Artikel Terbaru