5 Tahapan Design Thinking Pada Pendidikan Islam
yunandra. Metode Design Thinking sudah berkembang ke dunia pendidikan. Menurut Buku “Aku Bisa”, tahapan Design thinking dapat digunakan oleh sekolah untuk memcahan masalah.
Yang mempopulerkan metode Design thinking adalah Founder IDEO yaitu David Kelley dan Tim Brown. IDEO sendiri merupakan agen konsultan desain dengan latar belakang desain produk berbasis inovasi. (Wikipedia)
5 Tahapan Design Thinking
Pengertian Design Thinking adalah sebuah pola pikir yang membuat kita percaya bahwa kita dapat membuat sesuatu perubahan (h.22). Pengertian design thinking (pemikiran desain atau pemikiran rancangan) adalah suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati terhadap permasalahan dan masalah yang berpusat pada manusia. (wikipedia)
Pola pikir Design Thinking bisa diartikan berpikir seperti seorang desainer.
Adapun proses design thinking ada 5 tahapan, yaitu
1. Emphaty (empati)
Tahapan pertama dari Design Thinking adalah emphaty atau empati yaitu proses mengumpulkan informasi dari pengguna atau yang membutuhkan dan mengesampingkan pendapat pribadi. Teknik yang biasa dilakukan adalah wawancara.
2. Define (menentukan)
Tahapan kedua adalah Define (menentukan) yaitu menentukan masalah atau akar masalah berdasarkah informasi dari pengguna atau yang membutuhkan pada ptahapan pertama (emphaty).
3. Ideate (menghasilkan ide)
Tahapan ketiga adalah menghasilkan ide (ideate) yaitu mennyampaikan ide-ide untuk memecahkan masalah setelah menentukan akar masalah di tahapan define.
Penyampaian ide penyelesaian masalah terbuka tanpa batas, sehingga akan muncul kreativitas-kreativitas solusi masalah.
4. Prototype (prototipe)
Tahapan selanjutnya adalah prototipe (prototype) yaitu membuat sebuah visualisai atau rencana nyata dari ide yang dapat menyelesaikan masalah.
5. Test / Feedback (uji coba/umpan balik)
Tahapan kelima adalah test atau feedback yaitu menguji coba prototipe untuk mendapatkan umpan balik. Hasil test atau feedback dapat menjadi acuan untuk kembali keempat tahapan sebelumnya.
Kelima tahapan design thinking tersebut tidak harus berjalan linier, tapi fleksibel bisa mulai dari tahapan mana saja, bahkan bisa berbarengan .
Artikel ini merupakan bagian dari pembahasan artikel tentang inovasi metode dan strategi pembelajaran pada Pendidikan Islam di era digital >>
Metode
- Menciptakan Budaya Positif di Madrasah: Teori Restitusi Diane Gossen

- Karakteristik Pembelajaran Jarak Jauh: Strategi Digital Berbasis Islam
- Modifikasi Metode dan Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Islam di Era Digital

- Model CINTA: Lahir dari Bintek Kurikulum Berbasis Cinta di FKMA

- Apa itu Appreciative Inquiry (AI) dalam Panduan Kurikulum Berbasis Cinta

- 5K Strategi Komunikasi Program Unggulan Madrasah

Artikel Terbaru
- Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan: Gabungan BSNP dan BAN
- Menjaga Identitas dan Karakter Pendidikan Islam: Peran Penting Pengawas Madrasah Ahli Utama
- Strategi Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pencapaian Renstra Kemenag
- Menjadi Pengawas Madrasah 5.0 di Era AI: Catatan Silatnas IV 2026
- Korelasi antara KBC dan Konsep Madrasah Minimalis dalam Implementasi di Madrasah
- Training of Fasilitator: Implementasi KBC Menggunakan MAGIS






