Digital

Literasi Digital Dalam Inovasi Pendidikan Islam

yunandracom. Literasi Digital merupakan bagian dari teknologi komputer yang menjadi pertimbangan dalam inovasi pendidikan Islam.

Sebuah pembaharuan pendidikan Islam perlu mempertimbangkan perkembangan teknologi sekarang ini. Hal ini untuk menjadikan inovasi tersebut sesuai dengan kebutuhan zaman.

Untuk menjadikan teknologi komputer sebagai pertimbangan inovasi pendidikan Islam, maka perlu memahami dulu apa itu digital. Melalui pemahaman literasi digital, pembaharuan pendidikan Islam baik madrasah, pesantren, sekolah Islam maupun perguruan tinggi Islam akan menjadi sesuai dengan zaman.

Penulis YunandraCom akan membahasa secara global tema-tema literasi digital di bawah ini untuk memudahkan guru, kepala madrasah, dan pengawas sekolah dalam memahami literasi digital.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Bersumber dari kumparan.com, artikel adalah tulisan lengkap yang terstruktur, berisi informasi, pemikiran, atau analisis mengenai suatu topik yang terpublikasikan ke media untuk menambah pengetahuan atau sekadar menghibur pembaca.

Literasi menurut UNESCO, adalah seperangkat keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk memahami, menginterpretasikan, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi dalam berbagai konteks.

Sedangkan digital adalah teknologi elektronik modern yang memungkinkan pengolahan informasi secara cepat dan efisien, seperti komputer, smartphone, dan internet.

Menurut Paul Gilster, literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang dengan akses melalui piranti komputer.

Jadi seri artikel literasi digital adalah serangkaian pemikiran tentang keterampilan menggunakan teknologi elektronik modern.


Menurut buku materi pendukung literasi digital, literasi digital itu penting karena Keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern.

Dengan literasi akan mampu

  • Memproses semua informasi dalam berbagai bentuk
  • Mengetahui bagaimana menggunakan informasi digital dengan bijak
  • Memiliki kesadaran akan dampak positif dan negatif dari informasi digital yang tidak proses dengan baik.
  • Menjadi produsen konten digital aktif bukan konsumen pasif

Komponen literasi digital adalah unsur-unsur utama atau bagian pembentuk literasi digital. fokus kepad apa yang ada dalam literasi digital.

Beberap ahli menyebutkan komponen literasi digital itu sekitar 3 dan 4 komponen.

  1. Komponen Literasi informasi yaitu keKemampuan memahami informasi digital. contohnya mencari informasi, memahami informasi, dan mengevaluasi informasi. Dalam bahasa Islam yaitu tabayyun.
  2. Literasi Media yaitu Kemampuan memahami media digital. Contohnya memahami video, memahami gambar, dan memahami pesan media.
  3. Literasi Teknologi yaitu Kemampuan memahami teknologi. Seperti memahami aplikasi dan memahami perangkat digital.
  4. Literasi Komunikasi Digital yaitu Kemampuan memahami komunikasi digital. Seperti komunikasi online dan etika komunikasi.

Pengertian lainnya, Komponen literasi digital adalah unsur-unsur yang membentuk literasi digital yang meliputi literasi informasi, literasi media, literasi teknologi, dan literasi komunikasi digital.


Kompetensi literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan dan menerapkan komponen literasi digital. Fokusnya pada apa yang bisa dilakukan seseorang.

Menurut beberapa pendapat, kompetensi literasi digital adalah

  1. Mengakses yaitu Kemampuan menggunakan teknologi untuk mencari informasi.Contohnya mencari di Google atau membuka aplikasi
  2. Memahami yaitu Kemampuan memahami informasi digital. Contohnya memahami isi artikel atau memahami video.
  3. Mengevaluasi yaitu Kemampuan menilai informasi. Contohnya membedakan hoax dan fakta.
  4. Menggunakan yaitu Kemampuan menggunakan teknologi. Contohnya menggunakan aplikasi pembelajaran
  5. Membuat yaitu Kemampuan membuat konten digital. Contohnya membuat video pembelajaran atau membuat media digital.
  6. Berkomunikasi yaitu Kemampuan komunikasi digital. Contohnya komunikasi melalui platform.

Artinya kompetensi literasi digital adalah kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi melalui teknologi digital secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab.


Islam sebagai agama yang sempurna memiliki aturan yang universal sehingga cocok untuk semua zaman termasuk perkembangan teknologi digital. Maka literasi digital dalam perspektif Islam akan melihat tiga hal yaitu Etika mencari informasi, Tabayyun dalam dunia digital, Tanggung jawab penggunaan teknologi


Tema ini memberikan gambaran yang lebih detail tentang peran literasi digital sebagai bagian dari teknologi digital dapat menjadi pertimbangan dalam inovasi pendidikan Islam


Perkembangan digital tidak bisa berhenti dan berdampak ke semua sektor kehidupan di Indonesia.

Kehadiran Menkominfo dan sekarang menjadi Menkomdigi memiliki peran penting untuk meningkatkan lieterasi masyarakat Indonesia.

Untuk itu perlu membahasa beberapa hal yaitu

  1. Tujuan Literasi Digital. Indonesia perlu menentukan tujuan dari literasi digital agar jelas arah dan kegiatan literasi di masyarakat
  2. Kerangka Kerja Literasi Digital. Berdasarkan informasi, Pemerintah telah menerapkan kerangka kerja lierasi digital.

Selama menjadi pengawas madrasah dan mengikuti kebijakan pendidikan nasional, penulis melihat istilah tranformasi masih sekitar kelengkapan sarana digital belum bicara peningkatan kualitas pendidika,

Maka istilah transformasi digital di lembaga pendidikan Islam bukan sekadar mengganti papan tulis dengan proyektor atau menggunakan aplikasi ujian daring.

Transformasi digital adalah perubahan sistemik pada tata kelola, budaya kerja, pembelajaran, layanan pendidikan, dan model kepemimpinan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan dua hal yang paling penting yaitu mutu pendidikan dan daya saing.

Dalam konteks madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam, transformasi digital harus tetap berakar pada nilai-nilai Islam: amanah, ihsan (mutu), dan maslahat.

Madrasah harus mulai merancang bagaimana melakukan sebuah terobos dalam melakukan transformasi digital yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan daya saing lulusan.

Minimal ada 3 fokus yang harus madrasah perhatikan dan menjadi orientasi utama dalam melakukan tranformasi yaitu Aksesibilitas, Pembelajaran Interaktif, dan Pembelajaran Adaptif. Untuk lebih detailnya silahkan buka: 3 Fokus Transformasi Digital Pendidikan Madrasah




Konsep Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Madrasah
Buku Terbaru