Organisasi

Workshop Pokjawas Jaksel: Rencana Aksi Implementasi KBC melalui MAGIS

yunandracom. Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan mengadakan Workshop online tentang rencana Aksi Implementasi KBC melalui MAGIS pada tanggal 21 Oktober 2026.

Workshop ini terselenggara dalam rangka mendukung program satu pengawas satu madrasah implementasi KBC (SPSM).

Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan merancang program Seribu Barcode sebagai tema program yang mendukung program SPSM.

Catatan refleksi pengawas madrasah sebagai anggota kelompok Kerja pengawas (Pokjawas) Kota Jakarta Selatan.

Harapannya menjadi pelajaran dan inspirasi untuk meningkatkan kompetensi yang berdampak terhadap peningkatan mutu madrasah.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan mengusung tagline “Fokus Lokal, Dampak Nasional.”

Tagline ini menegaskan komitmen Pokjawas untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu madrasah di Jakarta Selatan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan madrasah secara nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi pengawas, salah satunya Program Seninan.

Tidak berhenti pada pengembangan kompetensi pengawas, Pokjawas juga merancang kegiatan tindak lanjut yang melibatkan guru dan tenaga kependidikan agar hasil pembelajaran dapat diterapkan langsung di madrasah.


Sebagai bagian dari tindak lanjut tersebut, Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Intrakurikuler Terintegrasi MAGIS pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 13.30–15.30 WIB secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Satu Pengawas Satu Madrasah Implementasi KBC.

Melalui program tersebut, setiap pengawas diharapkan mampu mendampingi madrasah binaannya dalam merencanakan dan melaksanakan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta secara terarah dan berkelanjutan.

Workshop menghadirkan Dr. Supadi, M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, sebagai keynote speaker.

Sementara itu, kegiatan dibuka oleh H. Fathurrahman, M.Pd.I., Ketua Pokjawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan.

Materi disampaikan oleh Dra. Hunainah, M.Pd., tentang implementasi KBC dalam intrakurikuler, serta Dra. Najmi Ulya, M.Pd., yang membahas aplikasi MAGIS.

Kegiatan dipandu oleh Endah Umayyanah, M.Pd., sebagai moderator, dengan Muhammad Yusuf, M.Pd., sebagai MC. Pembacaan doa disampaikan oleh H. Abdussalam, M.Pd., dan Riesca Wachyuppy M.Pd., bertugas sebagai host.


Sesi pertama membahas tentang Implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC) di 4 kegiatan madrasah yaitu

  1. Intrakurikuler
  2. Kokurikuler
  3. Ekstrakurikuler
  4. Pembiasaan atau Pembudayaan

Sebagai narasumber, Hunainah menguatkan bahwa KBC bisa diterapkan di semua kegiatan madrasah. Bisa jadi madrasah sudah melaksanakannya. Tinggal perlu meningkatkan dari kegiatan pembiasaan menjadi budaya.

Selain itu, Pengawas MTs Jakarta Selatan ini mengingatkan kepada madrasah untuk mengirimkan video kegiatan madrasah yang berorientasi pada penguatan 6 nilai dasar KBC.

Video tersebut menjadi base line pengawas dalam merancang pendampingan Implementasi KBC dengan target menggeser dari kegiatan pembiasaan menjadi karakter dan budaya madrasah.

Baca: Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik Kebijakan Penguatan Karakter


Sesi kedua dengan pembicara Najmi Ulya membahas tentang cara mengisi rencana aksi guru dalam rangka implementasi KBC di MAGIS.

Pengawas MTs Jakarta Selatan membimbing peserta mengisi instrumen yang ada di MAGIS secara bertahap.

Khususnya pengisian butir rencana aksi guru yang berorientasi pada implementasi KBC.

Untuk membantu pengisian rencana tersebut tersedia Kamus Rencana Aksi Berorientasi KBC yang bisa menjadi inspirasi bagi guru.

Baca: Aplikasi MAGIS: Platform Refleksi Pengawas Madrasah


Secara khusus, Workshop rencana aksi implementasi KBC melalui MAGIS memiliki misi mewujudkan tujuan program satu pengawas satu madrasah implementasi KBC yaitu

  1. Menemukan model implementasi KBC
  2. Mengukur Efektifitas MAGIS mendukung implementasi KBC

Sebagai tindak lanjut dari Workshop ini adalah pengiriman dua dokumen yaitu

  1. Video Kegiatan Madrasah yang berorientasi penguatan nilai dasar KBC
  2. Rencana Aksi Guru di MAGIS

Untuk penjelasan lengkap, silahkan buka Program Seribu Barcode Implementasi KBC


Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu kebijakan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, terutama dalam penguatan karakter murid.

Implementasinya membutuhkan pemahaman bersama, perencanaan yang matang, dan pendampingan berkelanjutan agar nilai-nilai cinta dapat terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Melalui workshop ini, Pokjawas Madrasah Jakarta Selatan berharap guru dan tenaga kependidikan memperoleh pemahaman serta langkah praktis untuk menerapkan KBC melalui MAGIS dalam kegiatan intrakurikuler.

Dengan demikian, workshop bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan langkah konkret untuk memastikan bahwa program Pokjawas memberikan dampak nyata bagi madrasah binaan.

Dari praktik baik yang tumbuh di Jakarta Selatan, diharapkan lahir kontribusi yang lebih luas bagi penguatan karakter dan peningkatan mutu pendidikan madrasah di Indonesia.

Lainya


Sumber: Kumpulan Bahan Ajar PPT dan Kegiatan Pendukung Satu Pengawas Satu Madrasah Implementasi KBC melalui KBC

Konsep Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Madrasah
Buku Terbaru

Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka