pembinaan

Kegiatan Pembiasaan Shalat Dhuha di SDN Cilandak Barat 08: Strategi Penguatan Karakter

Yunandra. Monitoring kegiatan pembiasaan shalat Dhuha menjadi salah satu kegiatan profesional pengawas PAI. Untuk mengetahui kegiatan pengawasan lainnya, tersedia di catatan refleksi pengawas sebagai pendamping.

Catatan kali ini, ingin mengungkap kegiatan guru PAI dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi guru, kepala, dan pengawas lainnya dalam mendampingi guru PAI atau Madrasah.


Pada Hari Selasa, 4 Desember 2012, ketika melaksanakan monitoring kegiatan ujian semester materi Pendidikan Agama Islam di SDN Cilandak Barat 08, Pengawas PAI sempat  berdialog dengan kedua Guru PAI  SDN Cilandak Barat 08, H. Syarifudin dan Sa’diyah tentang kegiatan keagamaan.

Bentuk kegiatan keagaam bisa mingguan bulanan, tahunan di Bulan Ramadhan. Kegitan rutin tahunan seperti Kegiatan pesantren kilat Ramadhan, Muharram ataupun Loketa.

Program Kegiatan keagamaan merupakan sarana guru PAI membimbing siswa lebih memahami ajaran Islam melalui kegiatan kokurikulum selain kegiatan intrakurikuler di dalam kelas.


Saat diskusi, Kedua guru PAI menjelaskan kegiatan keagamaan yang baru berjalan di SDN Cilandak Barat 08yaitu shalat dhuha di hari jumat.

Kegiatan pembiasaan Shalat Dhuha bersama di Jumat pagi merupakan kegiatan baru di SDN Cilandak barat 08, dan sudah dimulai sejak akhir Agustus.

H. Syarifuddin, Guru PAI , menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut diadakan setiap Jumat pagi. Mulai dari jam 06.30 sampai sekitar jam 08.00. Pelaksanaannya tidak di Mushala sekolah tapi di lapangan sekolah karena melibatkan semua siswa dan dewan guru SDN Cilandak Barat 08.

SDN Cilandak Barat 08 berada di Jalan Taman Wijaya V Cilandak Barat, tepat di depan Taman Wijaya. Di Lokasi tersebut terdapat dua sekolah negeri, selain SDN Cilandak Barat 08 pagi, ada juga SDN Cilandak Barat 11 Petang.

Program shalat dhuha mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Hj. Nining Mintarsih, S.Pd.S dan para guru.


Menurut Ibu Sa’diyah, salah satu Guru PAI di SDN Cilandak Barat 08, selain shalat dhuha, diadakan juga kultum dari siswa. Guru kelas telah mempersiapkan siswa sebelum tampil saat shalat Dhuha. Kegitan Kultum merupakan sarana pelatihan mental dan pengembangakan potensi siswa.

Ada juga kegiatan tadarus al Qur’an, yaitu membaca surat pendek al Qur’an yang telah dipelajari di kelas. Bagi siswa kelas atas, program ini bertujuan untuk mengingatkan kembali hapalannya.


Kegiatan Keagamaan rutin harian dan mingguan perlu menjadi program prioritas guru PAI di Sekolah Dasar. Karena Kegiatan rutin memiliki dampak yang positif untuk pembiasaan siswa.

Program Pembiasaan merupakan salah satu metode internalisasi, sehingga menjadi karakter diri siswa.

Menurut Prof. Dr. Ahmad Tafsir, guru besar ilmu pendidikan Islam UIN Bandung, metode internalisasi yaitu modeling, motivasi, dan pembiasaan.

Maka kegiatan shalat Dhuha merupakan kegiatan keagamaan yang mendorong siswa memiliki jiwa yang tenang dan terbiasaan menjalankan ibadah dengan tertin



Buku: Filsafat Pendidikan Islami, 2005, Ahmad Tafsir



    Revisi pada tanggal 3 Februari 2026