Bagaimana Pujian Proses Membentuk Pola Pikir Bertumbuh pada Anak
yunandracom. Fokus penting tema Growth Mindset dalam Pendidikan Islam adalah Carol Dweck memperkenalkan istilah pujian proses. Pujian proses menjadi salah satu cara merubah fixed mindset menjadi growth mindset.
Kajian ini merupakan bagian dari Psikologi Pendidikan Islam yang membahasa faktor psikologis yang mempengaruhi pembelajaran anak. Sekaligus sebagai sumber merumuskan inovasi pendidikan Islam dari aspek Psikolog.
Silahkan membaca psikologi populer secara lengkap di: Peran Psikologi Islam dalam Inovasi Pendidikan Islam di era digital >>
Penelitian Carol Dweck menjadi perhatian dunia pendidikan karena memberikan motivasi kepada pendidik bahwa siswa bisa berubah jika memiliki growth mindset.
Pujian Proses
Dalam dunia pendidikan anak, pujian memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan motivasi belajar.
Banyak orang tua dan guru percaya bahwa memuji anak adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Namun, jenis pujian yang diberikan ternyata memiliki dampak yang berbeda terhadap perkembangan pola pikir anak.
Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah pujian proses.

Pujian Pribadi vs Pujian Proses
Sering kali, pujian yang diberikan cenderung menekankan sifat atau bakat anak, seperti mengatakan
- “Kamu pintar sekali!” atau
- “Hebat, kamu memang jenius!”.
Pujian semacam ini dikenal sebagai pujian pribadi.
Meski terdengar positif, penelitian menunjukkan bahwa pujian pribadi dapat membuat anak merasa harus selalu tampil sempurna dan menghindari tantangan yang menimbulkan risiko kegagalan.
Sebaliknya, pujian proses menekankan usaha, strategi, dan ketekunan anak dalam menghadapi tugas atau tantangan.
Contohnya adalah
- “Kerja kerasmu membuat hasil ini jadi luar biasa!” atau
- “Usahamu dalam memecahkan soal itu sangat bagus, terus coba strategi ini!”
Dengan pujian proses, anak belajar menghargai usaha dan proses belajar, bukan hanya hasil akhir.
Hasil Penelitian Prof. Carol Dweck
Profesor Carol Dweck dari Stanford University, melalui penelitiannya tentang fixed mindset dan growth mindset, menemukan bahwa cara anak dipuji berpengaruh besar terhadap cara mereka menghadapi tantangan.
Anak-anak yang sering mendapat pujian pribadi cenderung mengembangkan fixed mindset, yaitu pola pikir yang percaya kemampuan itu tetap dan tidak bisa diubah. Mereka lebih mudah putus asa saat menghadapi kegagalan.
Sebaliknya, anak-anak yang mendapat pujian proses mengembangkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh.
Mereka percaya kemampuan bisa ditingkatkan melalui usaha dan strategi yang tepat.
Dweck menekankan bahwa memuji proses mendorong anak untuk mencoba hal baru, berani gagal, dan belajar dari kesalahan.
Cara Menerapkan Pujian Proses di Rumah dan Sekolah
Untuk menerapkan pujian proses di rumah dan sekolah dengan cara berikut
1. Fokus pada usaha, bukan bakat
Alih-alih mengatakan “Kamu pintar,” cobalah katakan, “Aku melihat kamu bekerja keras untuk menyelesaikan tugas ini.”
2. Soroti strategi dan langkah-langkah yang digunakan
Misalnya, “Strategimu dalam membagi waktu belajar sangat efektif, terus pertahankan!”
3. Puji ketekunan dan kemauan mencoba hal baru
“Aku bangga kamu tidak menyerah meski soal itu sulit.”
4. Libatkan anak dalam refleksi proses
Tanyakan, “Apa yang kamu pelajari dari mencoba cara baru ini?” sehingga anak menyadari pentingnya proses.
5. Konsisten di rumah dan sekolah
Guru dan orang tua perlu selaras dalam menerapkan pujian proses agar anak mendapatkan pesan yang konsisten.
Pujian proses adalah kunci Growth Mindset
Pujian proses adalah kunci membentuk pola pikir bertumbuh pada anak. Dengan fokus pada usaha, strategi, dan ketekunan, anak akan terdorong untuk menghadapi tantangan dengan semangat belajar yang tinggi, bukan sekadar mengejar hasil sempurna.
Memuji proses bukan hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga membantu anak menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan percaya diri.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara merubah fixed mindset menjadi growth mindset, baca artikel pilar kami di sini.
Silahkan membaca lengkap mengenai pola pikir di: Growth Mindset dalam Pendidikan Islam>>

Sumber: www.mindsetwork.com
Psikologi Pendidikan
- 8 Mitos terkait Kepercayaan
- Metafora Efek Berantai 5 Gelombang Kepercayaan
- 4 Inti Kredibilitas: Faktor Pembentuk Kepercayaan
- Rumus Kepercayaan: Strategi Percepatan Kolaborasi dan Efesien Anggaran
- Membangun Kepercayaan dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik
- Executive Function dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik di Madrasah
Artikel Terbaru
- Workshop Pokjawas Jaksel: Rencana Aksi Implementasi KBC melalui MAGIS
- Seninan di Pokjawas Sumedang saat Monitoring Implementasi KBC
- Penanaman Nilai Spiritual melalui piket kelas di Webinar Pokjawasnas
- Penyusunan Rencana Aksi Guru di MAGIS berorientasi KBC di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
- Evaluasi Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) di MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
- Penguatan Program SPSM dan Rencana PKKM 2026 di Jakarta Selatan
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
