Apa Ciri Proposal Kontrak Prestasi Madrasah yang Berkualitas?
yunandracom. Rabu, 30 Juli 2025, Hari ketiga presentasi proposal kontrak prestasi madrasah di kelompok B kedatangan 3 reviewer. Ketiganya ikut mereview proposal kontrak prestasi madrasah di kelompok B.
Acara kontrak prestasi madrasah negeri di DKI Jakarta dihadiri oleh Tim madrasah yang terdiri dari kepala madrasah, wakil-wakil kepala madrasah atau koordinator bidang, kepala TU, dan ketua komite madrasah
Proses kontrak prestasi madrasah negeri di DKI Jakarta terbagi 3 sesi, yaitu
- Presentasi proposal kontrak prestasi oleh Kepala madrasah dan Kepala TU
- Ulasan dari Tim Reviewer untuk mendalami proposal
- Tim madrasah memberikan respon atau menulis saran dan kritik dari tim reviewer sebagai bahan perbaikan proposal.

Ciri Proposal Kontrak Prestasi Berkualitas
Saat memberikan ulasan terhadap tiap paparan, berdasarkan pengamatan mendalam, saran dan kritik ketiga reviewer tersebut menuju ke satu kesimpulan yaitu ciri-ciri proposal kontrak prestasi madrasah yang berkualitas.
1. Target Prestasi Harus Punya Strategi yang Jelas dan Terukur
Reviewer pertama yang hadir dalam sesi paparan kontrak prestasi Kelompok B adalah Hj. Viola Cempaka, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Dalam arahannya kepada salah satu madrasah, beliau menekankan pentingnya strategi yang konkret dan terukur dalam setiap target yang ditulis di proposal.
Menurutnya, terlalu banyak proposal yang hanya menyebutkan kalimat umum seperti “akan dilakukan pembinaan” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Padahal, yang dibutuhkan adalah rincian yang jelas. Bagaimana pembinaan dilakukan, kapan pelaksanaannya, siapa yang terlibat, apakah ada kerja sama dengan pihak luar, dan seperti apa hasil yang ditargetkan.
Dengan cara seperti itu,” ujarnya, “proposal bukan hanya terlihat serius, tapi juga benar-benar siap dilaksanakan.”
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi madrasah bahwa menulis proposal bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menyusun rencana yang bisa dieksekusi nyata.
Untuk memastikan proposal berkualitas, Ibu Rusda, Tim reviewer B, selalu memperhatikan sistematika penulisan dalam proposal. Bagi beliau, sebuah proposal harus sesuai dengan sistematika yang telah ditetapkan.
Beliau selalu memeriksa secara langsung kesesuaian antara isi proposal, bahan presentasi, dan narasi lisan Kepala Madrasah saat paparan. Jika ada perbedaan data atau penjelasan, ia akan segera menegur dengan lugas namun membangun.
Sikap ini menunjukkan bahwa kualitas dokumen harus sejalan dengan komunikasi lisan, agar madrasah benar-benar paham apa yang mereka susun, bukan sekadar menyalin data.
2. Kategori Prestasi Harus Sesuai Panduan Resmi
Reviewer kedua yaitu Rizqi Fardiansyah, Ketua Tim Kerja Tenaga Kependidikan Bid. Penmad. Beliau mengingatkan bahwa madrasah perlu menyusun target prestasi sesuai dengan kategori yang sudah ditentukan di Panduan Jakarta Madrasah Award (JMA).
Menurutnya, proposal yang baik tidak bisa asal menargetkan prestasi, melainkan harus selaras dengan panduan yang berlaku. Dengan begitu, proposal lebih mudah dievaluasi dan memiliki peluang lebih besar untuk lolos dalam penilaian JMA.
Saran serupa yang sering disampaikan oleh Budi Haerawan, reviewer dari unsur pengawas madrasah. Ia menyoroti pentingnya memperhatikan kategori prestasi lulusan MA.
Menurutnya, MAN perlu serius menyiapkan siswanya agar tidak sekadar lulus, tapi juga berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Bahkan lebih dari itu, beliau mendorong madrasah-madrasah unggulan untuk menargetkan PTN terbaik di Indonesia, bukan hanya sekadar masuk PTN.
Sementara itu, Triisnadian, Ketua Tim Kerja Guru dan juga reviewer kelompok B mengingatkan bahwa prestasi guru juga harus menjadi perhatian dalam proposal. Ia menyarankan agar madrasah menyusun rencana strategis untuk mendukung guru meraih prestasi.
Jadi, menurut beliau, bukan hanya siswa yang berprestasi, tapi guru juga turut mencetak prestasi.
3. Adanya Keterkaitan antara Prestasi, Strategi, dan Anggaran
Reviewer ketiga adalah Ketimker Kurikulum dan Evaluasi, Dr. Supadi memberikan sorotan penting dalam isi kontrak prestasi. Menurutnya, sebuah proposal yang berkualitas harus mampu mengaitkan secara jelas antara target prestasi, strategi pencapaian, dan dukungan anggaran.
Artinya tanpa hubungan yang kuat di antara ketiganya, maka proposal hanya akan menjadi dokumen rencana, bukan peta jalan menuju keberhasilan
Contohnya madrasah menargetkan 10 siswa juara nasional, tapi tidak ada strategi pembinaan, atau tidak disiapkan anggaran sama sekali. Maka kontrak prestasi ini menjadi tidak berdampak.
Selama tiga hari pelaksanaan kontrak prestasi, Samsurial, salah satu reviewer kelompok B, secara konsisten mengingatkan bahwa inti dari paparan kontrak prestasi sebetulnya hanya dua: deviasi dari capaian prestasi dan strategi inovasi ke depan. Maka madrasah perlu menampilkan keduanya di proposal dengan benar, jelas dan terukur.
Sementara, Sri Purnomowati, Ketimker Sarpras, sangat konsen terhadap rencana anggaran yang mendukung prestasi. Beliau menegaskan kehadiran ketua komite madrasah di kontrak prestasi, memiliki dua manfaat, pertama Komite tahu apa yang dilakukan oleh madrasah. Kedua Komite bisa berpikir apa kontribusi yang bisa dilakukan untuk mendukung pencapaian prestasi.
Namun begitu, Masturoh, tim reviewer kelompok B dan Kasi Penmad Jakarta Selatan sangat perhatian terhadap pendanaan komite.
Beliau mengingatkan bahwa saat madrasah ingin melibatkan komite dalam pendanaan, perlu dilakukan mitigasi yang bijak. Tujuannya agar tidak muncul kesalahpahaman yang berujung pada pengaduan masyarakat (Dumas). Karena biasanya, semua laporan Dumas akan sampai terlebih dahulu ke beliau sebelum diteruskan ke pihak lain.
Proposal kontrak prestasi madrasah yang baik itu sederhana yaitu strategi jelas dan terukur, prestasi sesuai panduan, dan adanya keterkaitan antara prestasi, strategi, dan anggaran. Kalau tiga hal ini terpenuhi, insyaAllah madrasah bukan hanya siap berprestasi, tapi juga siap melangkah dengan penuh percaya diri.
Silahkan ikuti catatan kegiatan pengawas madrasah sebagai asesor atau penilaian di artikel: Asesor Humanis: Catatan lapangan pengawas
Buku: Madrasah Minimalis, Strategi Baru Mengembangkan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Asesor
- PKKM 2025 MAN 13: Fokus Penanaman 13 Karakter

- PKKM 2025 MAN 11: Menuju Standarisasi Mayoritas

- Asesor Pendidikan: Konsep, Implementasi, Catatan Lapangan, dan Arah Pengembangan Profesi

- Kontrak Prestasi Madrasah: Strategi Efektif Membangun Budaya Prestasi

- Apa Ciri Proposal Kontrak Prestasi Madrasah yang Berkualitas?

- Merancang Kontrak Prestasi Madrasah Negeri Berbasis Cinta

Artikel Terbaru
- PPKB PAI: Berbagi KBC dalam Implementasi Pembelajaran PAI
- Standar Kompetensi Kepala Satuan Pendidikan: Permendikdasmen 21 Tahun 2025
- Tujuan Pedoman Penggunaan Digital Bagi Anak
- Pedoman Penggunaan Teknologi Digital: SKB 7 Menteri 2026
- Arah Kebijakan Kemendikdasmen: Visi dan Misi Pendidikan Dasar dan Menengah
- Beban Kerja Dosen: Pedoman Operasional Kinerja Pendidik Profesional
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |







