Merancang Kontrak Prestasi Madrasah Negeri Berbasis Cinta
yunandracom. Gaya berfoto “saranghaeyo” yang mewarnai hari kedua pelaksanaan kontrak prestasi menjadi inspirasi lahirnya gagasan kontrak prestasi berbasis cinta di madrasah. (29/07/2025)
Ekspresi cinta ini pertama kali ditunjukkan oleh Samsurial, tim reviewer Kelompok B, saat sesi foto bersama setelah presentasi. Seluruh tim reviewer dan perwakilan madrasah pun mengikuti arahan Kasi Pendidikan Madrasah Jakarta Utara. Menurut beliau, ekspresi tersebut merupakan simbol yang mencerminkan semangat kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta.
Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan.
Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.
Baca: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, Kemenag, 2025
Maka konsep Kontrak Prestasi Madrasah Berbasis Cinta merupakan ekspresi nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta.

Implementasi Kontrak Prestasi Berbasis Cinta
Kurikulum berbasis cinta mengenalkan minimal 2 konsep penting. Keduanya bisa menjadi alur dalam merancang kontrak prestasi madrasah berbasis cinta yaitu panca cinta dan Appreciative Inquiry (AI)
Panca Cinta Ruh Kontrak Prestasi Madrasah
Panca Cinta adalah topik Kurikulum Cinta yang mewakili tiga bagian yaitu
- Sumber cinta adalah cinta Allah dan Rasul-Nya
- Tanda Cinta adalah cinta Ilmu dan cinta lingkungan
- Tali Cinta adalah cinta diri dan sesama, dan cinta tanah air
Lima cinta inilah yang menjadi dasar dalam menyusun tujuan dan strategi merancang dan mencapai prestasi di madrasah:
- Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta ini menjadi fondasi utama bahwa setiap prestasi adalah bentuk syukur atas karunia dan amanah dari Allah. Madrasah melayani potensi anak sebagai wujud tanggung jawab spiritual untuk mengantar mereka mencapai prestasi terbaik.
- Cinta ilmu. Cinta ilmu menjadi kekuatan madrasah dalam meraih prestasi. Tanpa cinta terhadap ilmu, tidak akan lahir semangat belajar yang berkelanjutan. Maka, budaya prestasi di madrasah tumbuh dari rasa haus akan pengetahuan.
- Cinta lingkungan: Madrasah harus merancang prestasi tanpa merusak atau mengabaikan lingkungan, baik fisik maupun sosial.
- Cinta diri dan sesama. Kontrak prestasi bukan sebagai beban, tapi sebagai komitmen untuk berkembang bersama dan saling menguatkan.
- Cinta tanah air: Prestasi menjadi cara madrasah ikut membangun bangsa melalui kontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

AI 4D: Cara Merancang Kontrak Prestasi
Appreciative Inquiry (AI) merupakan pendekatan yang menjadi alur penulisan panduan Kurikulum Berbasis Cinta.
Adapun secara konseptual, Metode ini merupakan pendekatan manajemen perubahan yang berfokus pada kekuatan, keberhasilan, dan potensi terbaik yang ada
Baca: Apa itu Appreciative Inquiry (AI) dalam Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
Appreciative Inquiry (AI) memiliki empat tahapan yang terkenal dengan model 4D. Keempat tahapan tersebut dapat menjadi alur dalam merancang kontrak prestasi madrasah.
1. Discover (Menemukan Kekuatan)
Madrasah menggali keberhasilan dan kekuatan yang pernah diraih siswa, guru, dan lembaga. Ini bisa melalui analisis terhadap kontrak prestasi tahun sebelumnya.
Pada tahap ini, madrasah menyadari bahwa mereka telah memiliki dasar yang kuat untuk melangkah maju
2. Dream (Memimpikan masa depan)
Berdasarkan kekuatan itu, madrasah diajak untuk bermimpi besar.
- Apa yang ingin dicapai tahun ini?
- Prestasi apa yang membanggakan dan sesuai dengan nilai-nilai cinta?
Tahap ini mendorong semangat dan harapan bersama.
3. Design (Merancang strategi dan aksi)
Dari mimpi tadi, disusunlah kontrak prestasi yang konkret, realistis, dan penuh makna. Baik berupa target akademik dan non akademik siswa, prestasi guru, maupun capaian lembaga berprestasi.
Madrasah merancang program dengan memperhatikan nilai-nilai Panca Cinta.
4. Destiny (Menjalani dan Memelihara Perubahan)
Kontrak prestasi tidak berhenti di kertas. Ia menjadi panduan bagi madrasah yang konsisten menjalankannya dengan semangat saling mendukung, merayakan pencapaian, dan terus belajar dari praktik baik yang terjadi
Kontrak prestasi berbasis cinta membuat madrasah tidak hanya mengejar angka, tapi juga memanusiakan proses belajar. Ia menyatukan unsur ritual, spiritual, sosial, dan intelektual (Konsep 4Al). Ia memberi makna, bukan sekadar beban.
Silahkan ikuti catatan kegiatan pengawas madrasah sebagai asesor atau penilaian di artikel: Asesor Humanis: Catatan lapangan pengawas
Sumber: Bagaimana MAN 4 Jakarta merespon Kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta?
Profesi
- PKKM 2025 MAN 13: Fokus Penanaman 13 Karakter

- PKKM 2025 MAN 11: Menuju Standarisasi Mayoritas

- Asesor Pendidikan: Konsep, Implementasi, Catatan Lapangan, dan Arah Pengembangan Profesi

- Kontrak Prestasi Madrasah: Strategi Efektif Membangun Budaya Prestasi

- Apa Ciri Proposal Kontrak Prestasi Madrasah yang Berkualitas?

- Merancang Kontrak Prestasi Madrasah Negeri Berbasis Cinta

Artikel Terbaru
- PPKB PAI: Berbagi KBC dalam Implementasi Pembelajaran PAI
- Standar Kompetensi Kepala Satuan Pendidikan: Permendikdasmen 21 Tahun 2025
- Tujuan Pedoman Penggunaan Digital Bagi Anak
- Pedoman Penggunaan Teknologi Digital: SKB 7 Menteri 2026
- Arah Kebijakan Kemendikdasmen: Visi dan Misi Pendidikan Dasar dan Menengah
- Beban Kerja Dosen: Pedoman Operasional Kinerja Pendidik Profesional
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |







