Kurikulum Madrasah

Metode Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

yunandracom. Setelah prinsip, Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjelaskan metode penerapan KBC di madrasah yang menjadi bagian dari perkembangan kebijakan kurikulum madrasah.

Dari sudut konsep, pembahasan ini termasuk kepda bagian dari kategori metode dan strategi pendidikan Islam.

Tapi karena fokus bahasan pada kebijakan, maka metode kurikulum berbasis cinta termasuk kepada pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

Tulisan ini akan memcoba membahas metode implementasi kurikulum berbasis cinta di madrasah yang dapat digunakan di kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, Kokurikuler dan budaya madrasah.

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Berikut 5 metode Implementasi kurikulum berbasis cinta.

1. Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Metode pertama KBC adalah pembelajaran berbasis pengalaman atau experiental Learning.

Mengutamakan pembelajaran yang.bersifat praktis dan berbasis pengalaman. Kegiatan seperti proyek sosial, pengabdian masyarakat, dan pengalaman kolaboratif akan memperkuat pemahaman murid tentang cinta dalam aksi.

Dalam pelatihan fasilitator kurikulum berbasis. Cinta, metode yang digunakan adalah experiental learning dengan akronim ARKA (baca artikel: ARKA sebagai Metode ) yaitu

  • A = Aktivitas
  • R = Refleksi
  • K = Konsep
  • A = Aplikasi

Bisa menggunakan projek base learning dengan model FIDS, yaitu

  • Feel : Rasakan
  • Image : Bayangkan
  • Do : Peragakan
  • Share : Bagikan

Baca juga: FIDS dalam Alur Kegiatan Projek P5 atau P5RA Kurikulum Merdeka

2. Pembelajaran Mendalam (deep learning)

Proses internalisasi nilai dilakukan secara berkesadaran (mindful), menekankan pada pemaknaan (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi kebijakan nasional menuju pendidikan bermutu untuk semua

Baca juga: Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam pada Pembelajaran dan Asesmen 2025

3. Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif

Menggunakan metode berpikir kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah seperti design for change atau design thinking.

Baca juga: 5 Tahapan Design Thinking Pada Pendidikan Islam

4. Dialog dan Komunikasi Terbuka

Menerapkan komunikasi welas asih.(compassionate communication), yang mengutamakan koneksi sebelum koreksi.

Sehingga terbangun ruang aman (safe spaces) sehingga semua orang memiliki kemerdakaan untuk menyampaikan pendapat atas dasar saling percaya dan pengertian.

5. Evaluasi Berbasis Proses

Menggunakan metode evaluasi yang tidak. hanya fokus pada hasil akademis, tetapi juga pada perkembangan karakter dan penerapan nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.



Sumber: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta berdasarkan Perdirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Lainya


Artikel Terkait