Kurikulum Madrasah

Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta

yunandracom. Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC menjadi kebijakan Kementerian Agama yang landasan dan prinsip dalam pengembangannya.

KBC mulai berlaku di madrasah setelah terbit SK Dirjen Pendidikan Islam No. 6077 Tahun 2025.

SK tersebut menetapkan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai acuan pelaksanaan KBC di madrasah.

Implementasi kurikulum berbasis cinta (KBC) perlu prinsip sebagai landasan pengembangan.

Buku Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Sekolah Unggul Berbasis Islam
Buku Terbaru

Kurikulum Berbasis Cinta yang berorientasi melahirkan insan humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta membutuhkan landasan prinsip dan nilai yang kuat dalam proses pengembangannya.

1. Pendidikan Berbasis Nilai

Prinsip pertama KBC adalah menekankan pada pemahaman, internalisasi,dan menghidupkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Proses internalisasi dengan 3 metode yaitu modeling, pembiasaan, motivasi (lihat metode internalisasi )

2. Pengembangan Karakter

Prinsip kedua KBC adalah pengembangan karakter. Fokus pada pengembangan karakter murid dengan memperkuat sifat-sifat seperti empati, toleransi, dan rasa hormat.

Pendidikan karakter menjadi prioritas di Indonesia. Menurut Gandhi, Pendidikan tanpa Dosa Sosial (lihat Pendidikan Tanpa Karakter )

Maka perubahan kurikulum nasional tidak lepas dari penguatan karakter. Berikut bukti karakter menjadi prioritas kurikulum:

  • 18 karakter di kurikulum 2006
  • Lima Nilai Utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Kurikulum 2013
  • Profil Pelajar Pancasila di Kurikulum Merdeka
  • Dimensi Profil Lulusan di Kebijakan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

3. Keteladanan

Prinsip ketiga KBC adalah keteladan atau role model. Menumbuhkan para pemimpin yang dapat menjadi role model nyata pengimplementasian nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.

Modeling atau percontohan menjadi metode efektif untuk internalisasi dan personalisasi karakter.

4. Pendekatan Holistik

Prinsip keempat yaitu pendekatan holistik. Mempertimbangkan semua aspek perkembangan murid: fisik, kognitif, emosional, sosial, dan spiritual.

5. Keterlibatan Komunitas

Prinsip terakhir yaitu melibatkan komunitas. Melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai aktor penting dalam menghidupkan nilai cinta di keluarga dan lingkungan.

Kolaborasi madrasah dengan keluarga, antara guru dengan orang tua menjadi kunci utama dalam mewujudkan kurikulum berbasis Cinta.



Sumber: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

    Lainya


    Artikel Terkait

    Ingin Meningkatkan Kompetensi
    Secara Mandiri
    ,

    Silahkan belajar
    di madrasahyunandra.com
    Buka