Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
yunandracom. Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah menjadi salah satu tema penting pada topik dinamika kebijakan kurikulum madrasah. Karena kebijakan KBC merupakan mandatori Menteri Agama, Nazaruddin Umar, yang berharap Pendidikan Islam memiliki ruh cinta dalam proses pendidikannya.
Sebagai bagian dari Kebijakan Pendidikan Nasional, Dinamika Kebijakan Kurikulum Madrasah memiliki peran penting dalam merumuskan inovasi Pendidikan Islam. Karena ini inti sebuah pendidikan adalah program yang terwujud dalam kurikulum madrasah.
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Kebijakan Pendidikan Nasional
Maka dengan adanya kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menimbulkan berbagai pertanyaan terutama dengan istilah kurikulum yang lebih fokus kepada program perencanaan pembelajaran sehingga terkesan Kebijakan KBC berdampak terhadap penyusunan RPP atau modul Ajar.
Untuk menghindari salah satu masalah tersebut, penulis mencoba membahas Kurikulum Berbasis Cinta dan Strategi Implementasi di Madrasah sebagai panduan bagi guru, kepala, dan pengawas madrasah.

SK Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
Awal kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta memiliki dasar hukum berupa Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta.
Walaupun SK bersifat umum, tapi pada lampiran tertulis panduan KBC di Madrasah yang martinya hanya di madrasah belum mencakup ke pendidikan lainnya.
A. Dasar Hukum SK PAnduan KBC
Menurur Kepdirjen Pendidikan Islam, Terbinya SK Panduan KBC mempertimbangkan dua hal yaitu
- memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah
- membentuk karakter anak bangsa dan menciptakan lingkungan yang harmonis
Selain itu, Dasar hukum SK Panduan KBC adalah
- Undang-undang berjumlah 2 tentang yaitu
- Hak Asasi Manusia Nomor 39 tahun 1999
- UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003
- Peraturan Pemerintah tentang:
- Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yaitu PP Nomor 17 Tahun 2010 dan PP Nomor 66 Tahun 2010
- Standar Nasional Pendidikan yaitu PP Nomor 57 Tahun 2021 dan PP Nomor 4 Tahun 2022
- Peraturan Presiden
- Penguatan Moderasi Beragama di Nomor 58 tahun 2023
- Kementerian Agama di Perpres Nomor 152 Tahun 2024
- PMA
- Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah di PMA Nomor 90 Tahun 2013 dan Nomor 66 Tahun 2016
- Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter di PMA Nomor 2 Tahun 2020
- Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama di PMA Nomor 33 Tahun 2024
- KMA
- Pedoman Implementasi Kurikulum Raudhatul Athfal di KMA Nomor 792 Tahun 2018
- Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah di KMA Nomor 183 Tahun 2019
- Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah di KMA Nomor 184 Tahun 2019
- Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK di KMA Nomor 450 Tahun 2024
Baca: Analisa Regulasi Pendidikan
B. Karakteristik Panduan KBC di Madrasah
Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah memiliki ciri khas yang tidak lazim, sehingga penulis tertarik untuk menganalisa dan mengangkatnya sebagai keunggulan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
Kurikulum Berbasis CInta masih perbicangan para ahli kurikulum, sehingga banyak persepsi bahwa KBC adalah kurikulum baru yang berbeda dengan kurikulum nasional. Juga beranggapan bahwa KBC menghasilkan format baru dalam perencaan pembelajaran, baik RPP maupun Modul Ajar.
Bahkan ada persepsi bahwa Kurikulum Berbasis CInta merupakan kurikulum khusus di Madrasah yang berbeda dengan Kurikulum Nasional termasuk dengan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Silahkan baca: Pengertian Pembelajaran Mendalam.
Untuk mencari solusi tersebut, maka perlu membahas secara konsep berdasarkan panduan implementasi KBC.
Ruang lingkup konsep dasar kurikulum berbasis cinta meliputi pengertian, tujuan, pinsip, metode, dan paradigma baru berdasarkan SK DIrektur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.
Adapun pembahasan secara detail terkait konsep dasar kurikulum berbasis cinta tertuang dalam beberapa artikel di bawah ini
- Tujuan dan Indikator Pencapaian Tujuan KBC
- Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta
- Metode Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
- Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta
Landasan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta
Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta secara nasional mencakup semua satuan pendidikan yaitu RA, MI, MTs, MA, dan MAK, didasarkan pada landasan pengembangan kurikulum, yaitu landasan filosofis, sosiologis, dan psikopedagogis.
Landasan pengembangan kurikulum tersebut merupakan hal yang sangat penting dan merupakan landasan yang kuat berdasarkan hasil pemikiran dan penelitian-penelitian yang mendalam untuk dijadikan pijakan atau landasan dalam mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta.
Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan mengacu pada beberapa landasan atau dasar pengembangan kurikulum.
Untuk lengkapnya, silahkan buka: 3 Landasan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta
Panca Cinta dengan Tujuan dan Materi 5 Topik Kurikulum Cinta pada Pembelajaran
Cakupan topik dan materi cinta sangatlah luas. Namun demikian, untuk mempermudah proses integrasi ke dalam kurikulum yang ada, maka KBC disusun dalam lima topik yang mewakili tiga bagian:
1. Sumber Cinta
Bagian pertama adalah sumber cinta, yaitu Allah dan Rasul-Nya. Bagian ini mengarah pada sifat-sifat Allah yang penuh cinta juga keteladanan Rasulullah saw. yang penuh cinta.
2. Tanda Cinta
Bagian kedua adalah tanda cinta. Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian paradigma KBC, bahwa secara ontologis, alam semesta adalah bentuk pancaran (tajalli) dari cinta Allah, yang menjadi tanda-tanda hadirnya Allah.
“Ke mana pun kamu menghadapkan wajah, maka akan tampak wajah Allah” (QS. Al-Baqarah 115).
Secara urutan, pada bagian ini, diawali dengan cinta ilmu, merujuk pada kenyataan bahwa Allah memberikan tanda-tanda-Nya pada ayat-ayat tertulis (qauliyah) dengan ayat-ayat di semesta (kauniyah).
Pada ayat kauniyah Allah berfirman, “Kami perlihatkan tanda-tanda Kami di ufuk (alam semesta) dan pada diri-diri mereka.” (QS. Fusilat ayat 53).
Merujuk pada ayat ini maka cinta pada lingkungan diletakkan sebelum cinta pada diri sendiri dan sesama manusia.
3. Tali Cinta
Bagian terakhir adalah tali cinta. Bagian ini membahas relasi manusia dengan diri, dengan sesama manusia, dan dengan negara atau bangsa.
Untuk bahasan detailnya, silahkan baca: Tujuan dan Materi KBC pada Pembelajaran berdasarkan Panca Cinta
Gagasan Implementasi KBC Menurut para Ahli
Kurikulum Berbasi CInta (KBC) menjadi tema menarik dan bahan perbincangan berbagai kalangan.
Untuk memahami lebih jauh dinamika kebijakan KBC ini, penulis akan menampilkan sekaligu menganalisa berbagai gagasan dan hasil penelitian terkait implementasi KBC.
Salah satunya gagasan para pejabat yang tersebar di berbagai media digital resmi Kementeria Agama. Juga hasil penelitian yang termuat di jurnal-jurnal online.
Tujuan pembahasan ini adalah untuk melihat sejauhmana kecocokan antara konsep idealis dengan implementasi di madrasah.
Berikut ini beberapa gagasan dan hasil penelitian para ahli, akademisi, dan pejabat tentang kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta.
- Lima komponen kurikulum berbasis cinta menurut Suyitno
- Strategi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Menurut Direktur GTK Madrasah
Contoh Implementasi Panca Cinta dan 6 Nilai KBC pada 4 Kegiatan Pembelajaran
Berdasarkan kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta yang tertuang dalam KMA Nomor 512 Tahun 2026, Panca Cinta terdiri dari 6 nilai yaitu
- Nilai Spiritual (Cinta Allah dan Cinta Rasul)
- Nilai Personal (cinta diri dan sesama)
- Nilai Sosial (cinta diri dan sesama)
- Nilai Ekologi (cinta lingkungan)
- Nilai Bernegara (cinta tanah air)
- Nilai Intelektual (cinta ilmu)
Keenam nilai tersebut, madrasah dapat menerapkan atau mengimplementasikan di 4 kegiatan yaitu
- Intrakurikuler menjadi RPP atau Modul Ajar
- Ekstrakurikuler menjadi Program Ekstrakurikuler
- Kokurikuler menjadi modul Kokurikuler
- Budaya menjadi program atau komitmen bersama
Penulis mencoba memberikan beberapa contoh yang berharap menjadi inspirasi bagi Madrasah, baik guru, kepala maupun pengawas madrasah yang akan mendampingi madrasah.
Selain itu, penulis mencoba memberikan gagasan baru tentang nilai KBC menjadi kompetensi kepribadian dan sosial dalam format penanaman karakter.
Untuk mengetahui perkembangan kurikulum madrasah lebih dalam, silahkan berkujung ke: Dinamika Kebijakan Kurikulum Madrasah Terbaru
Sumber: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta pada Perdirjen Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025

Artikel Dinamika Kurikulum Madrasah
- Instrumen Asesmen KBC: Cara Mengukur Internalisasi Nilai KBC
- Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC
- Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 12 Metode Implementasi KBC
- Strategi Implementasi KBC pada Program Kurikuler
- Panca Cinta dan 6 Nilai Dasar KBC pada Pedoman Kurikulum Berbasis Cinta
- Pembudayaan Nilai KBC dalam KMA Nomor 512 Tahun 2026
Artikel Terbaru
- 3 Peran Guru Madrasah dalam Implementasi KBC di Madrasah
- Refleksi Pengawas Madrasah: Belajar Implementasi KBC melalui Program 1 Pengawas 1 Madrasah
- Instrumen Asesmen KBC: Cara Mengukur Internalisasi Nilai KBC
- Peran Fundamental Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi KBC
- Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 12 Metode Implementasi KBC
- Strategi Implementasi KBC pada Program Kurikuler
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
