Pembelajaran Mendalam: Konsep dan Implementasi di Sekolah
yunandracom. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan kebijakan baru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional yaitu Pembelajaran Mendalam. Sebuah konsep pendekatan pembelajaran untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna.
Kebijakan Pembelajaran Mendalam merupakan bagian dari dinamika kebijakan pendidikan nasional yang berdampak terhadap perubahan kurikulum nasional.
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Kebijakan Pendidikan Nasional
Pada kabinet pemerintah sebelumnya muncul kebijakan Merdeka Belajar menjadi dasar pengembangan pendidikan nasional berdampak pula kepada kurikulum nasional yang muncul dengan nama kurikulum merdeka. Walaupun secara regulasi tidak berubah nama.
Maka pembahasan pembelajaran mendalam menjadi bagian dari dinamika kurikulum nasional yang menjadi pertimbangan dalam merumuskan Inovasi Pendidikan Islam di Yunandra.COm dari aspek kebijakan pendidikan nasional
Latar Belakang Pembelajaran Mendalam
Menurut beberapa sumber, Pembelajaran mendalam (deep learning) dilatarbelakangi oleh perubahan masa depan yang sulit diprediksi, rendahnya mutu pendidikan dasar seperti kemampuan literasi dan numerasi, serta kebutuhan menyongsong Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia Emas 2045.
Pendekatan ini diterapkan untuk meninggalkan sistem hafalan menuju pemahaman yang kritis dan kontekstua

Pengertian Pembelajaran Mendalam
Pendekatan belajar ini berfokus pada siswa agar memahami materi secara bermakna, bukan sekadar menghafal.
Dimensi Profil Lulusan
Permendikdasmen nomor 13 Tahun 2025 menjelaskan bahwa Pembelajaran mendalam difokuskan pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan yang merupakan kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap Peserta Didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pendidikan.
Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Di samping itu, delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan lulusan yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif.
Delapan dimensi profil lulusan tersebut yiatu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.
- Baca: 8 Dimensi Profil Lulusan
Setiap dimensi profil lulusan memiliki sub dimensi dengan indikator perkembangannya. Indikator tersebut menjadi tujuan dari kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
3 Prinsip Pembelajaran Mendalam
Prinsip pembelajaran merupakan dasar dari karakteristik Pembelajaran mendalam yang terdiri dari
- Maindful. Pembelajaran yang berkesadaran terjadi ketika Peserta Didik menjadi pemelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri.
- Meaningful. Pembelajaran yang bermakna terjadi ketika Peserta Didik dapat menerapkan pengetahuannya secara kontekstual.
- Joyful. Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi.
Ketiga prinsip dalam rangka mencapai 8 dimensi profil lulusan.
3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran.
Adapun ketiga pengalaman belajar dalam proses pembejaran mendalam adalah
- Memahami. Pada pengalaman belajar ini murid difasilitasi untuk aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam terhadap konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks.
- Mengaplikasi. Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas murid mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual.
- Merefleksi. Pengalaman belajar di mana murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan.
Dalam proses pembelajaran, pengalaman belajar ini bukanlah aspek yang perlu dinilai secara khusus, melainkan cara atau jalan yang ditempuh murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
4 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Kerangka pembelajaran merupakan panduan sistematis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembelajaran. Fokus utama kerangka ini adalah mendorong pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan kontekstual melalui praktik, lingkungan, dan kemitraan yang terencana.
Adapun 4 kerangka pembelajaran pembelajaran mendalam yaitu
- Praktik Pedagogis. Strategi mengajar yang dipilih pendidik untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan.
- Kemitraan Pembelajaran. Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara pendidik murid, orang tua, komunitas, dan mitra profesional.
- Lingkungan Pembelajaran. Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam.
- Pemanfaatan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Pembelajaran Mendalam Menurut Paparan Puskurjar
Paparan pembelajaran mendalam dari Puskurjar menjadi materi awal yang beredar di kalangan pendidik sebelum peraturan resmi terbit
Di bawah ini menjadi tema yang tersedia di yunandraCom.
- Pengertian Pembelajaran Mendalam Menurut Puskurjar
- Kerangka Kerja PM Menurut Puskurjar
- Landasan Pembelajaran Mendalam
Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam
Kemendikdasmen menerbitkan naskah akademik pembelajaran mendalam sebagai dasar pengambilan kebijakan nasional.
Lembaga Pemerintah
Beberapa tema penting yang perlu mendapatkan perhatian tersedia di bawah ini.
- Tujuan Penyusunan Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam
- Peran guru dalam pembelajaran mendalam
- 3 Pengalaman Belajar dalam pembelajaran mendalam
Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam
Pedoman implementasi pembelajaran mendalam berdasarkan Kepmendikdasmen 126 tahun 2025 perlu pembahasan lebih detail dengan analisa sederhana.
Berikut ini tema yang menjadi pembahasan khusus di blog yunandra.com
- Pengantar Pedoman Implementasi PM
- Fokus utama pembelajaran mendalam
- Indikator Pencapaian Pembelajaran Mendalam
Panduan Pembelajaran dan Asesmen dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Pembahasan Pembelajaran Mendalam tertuang juga di panduan pembelajaran dan asesmen versi 2025.
Berikut tema yang tertuang di panduan pembelajaran dan asesmen 2025
Analisis Kritis terhadap Konsep PM
Catatan ringan tentang deep learning berdasarkan analisis berbagai permasalahan.
Berikut ini artikel serba-serbi pembelajaran mendalam
- Apakah Deep Learning bisa menjadi Kurikulum Baru?
- 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai SKL pada Permen 10 Tahun 2025
- Growth Mindset dalam pembelajaran mendalam
- Sub Dimensi Profil Lulusan
Sumber: Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam

Kebijakan Kurikulum Nasional
- Paparan Program 100 Hari Kerja Kepala Madrasah Baru di DKI Jakarta

- Perhatikan 6 Ketentuan dalam Pelaksanaan MATAMUDA 2026 di Madrasah
- MATAMUDA 2026: Tujuan dan Materi Masa Ta’aruf Murid Baru di Madrasah
- Tugas Penyelenggara Tes Kemampuan Akademik: Kemendikdasmen, Kemenag, Pemda, dan Satuan Pendidikan
- Jakarta Madrasah Competition: Ajang Talenta Murid Madrasah Jakarta
- Jakarta Madrasah Award: Ajang Apresiasi Insan Madrasah DKI Jakarta
Artikel Terbaru
- Sosialisasi KMA 512 Tahun 2026 Pedoman KBC di Webinar APPAKSI
- Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Fungsional guru dan pengawas
- Optimalisasi Pembiasaan Pagi dan Program MBG di MA Sultan Hasanuddin
- Manajemen Berbasis Sekolah dan Madrasah: Teori dan Praktik
- Refleksi Paparan Program 100 Hari Kerja: Sistem Penjaminan Mutu Kinerja
- Paparan Program 100 Hari Kerja Kepala Madrasah Baru di DKI Jakarta
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

