Penguatan Komponen Kurikulum 2013 di Acara HBH IGRA Keb. Lama 1437 H
Komponen Kurikulum 2013
Dinamika Implementasi Kurikulum 2013 sangat menarik. Pemberhentian sementara menjadi kebijakan baru di Tahun 2016. Kebijakan tersebut untuk mengkaji kembali kurikulum 2013 termasuk komponen inti kurikulum.
Komponen kurikulum 2013 yaitu standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi, standar proses, dan standar penilaian.
Catatan ini merupakan refleksi salah satu dari 10 aktivitas pengawas madrasah.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Refleksi Pengawas madrasah: Satu Jabatan Fungsional, 10 Peran –>
Halal Bihalal IGRA Kebayoran Lama
Selasa, 2 Agustus 2016, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) kecamatan Kebayoran Lama mengadakan acara Halal bihalal guru Raudhatul Athfal (RA) tahun 1437 H bersama seluruh guru-guru Raudhatul Athfal se kecamatan Kebayoran Baru.
Halal bihalal IGRA tersebut bertempat di Aula Kelurahan Pondok Pinang. Lokasinya di belakang masjid Nikmatul Al Ijtihat Pondok Pinang. Hadir di acara tersebut penjabat kantor Kelurahan dan pengurus IGRA kota Jakarta Selatan. Kegiatan mulai pada jam 08.00 sampai dengan 12.00.
Acara tersebut menjadi kesempatan penting dalam menjaga silaturahmi dan kerjasama antar guru-guru Raudhatul Athfal se kecamatan Kebayoran Lama. Sekaligus merupakan sarana pembinaan dan penyampaian informasi perkembangan pendidikan dari Pengawas Pembina.
Dinamika Kurikulum 2013 dan Komponen Inti kurikulum
Salah satu info terpenting adalah kurikulum 2013. Revisi terhadap kurikulum 2013 yang telah berjalan selama 2 tahun. Revisi tersebut keluar pada tahun ini.
Persepsi yang berkembang adalah perubahan kurikulum. Sehingga menimbulkan kekhawatiran karena merasa belum memahami kurikulum 2013 yang kemarin, sekarang mendapat informasi kurikulum sudah berubah.
a. Perubahan Kurikulum Sebuah Keniscayaan
Padahal jika merujuk kembali kepada referensi tentang kurikulum. Bahwa perubahan kurikulum adalah suatu keniscayaan karena perubahan zaman, tuntutan dan tantangan berbeda. Sehingga wajar kalau kurikulum harus menyesuaikan dengan kondisi karena kurikulum merupakan program atau rencana bahan atau bekal bagi anak-anak.
b. 4 Komponen Inti Kurikulum 2013
Secara teori, kurikulum memiliki 4 komponen yang saling berkaitan, bagaikan sebuah tubuh, yaitu tujuan, isi atau materi, metode, dan penilaian. Isi atau materi harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Metodenya pun harus sesuai dengan tujuannya. Penilaian merupakan alat ukur ketercapaian tujuan yang diharapkan. Sehingga keempat komponen tersebut tidak terpisahkan dan tidak bisa berdiri sendiri.
Contoh, tujuannya adalah anak mampu mempraktekkan shalat, bacaan dan gerakan. Materinya adalah bacaan shalat, gerakan shalat. Caranya adalah anak menghapal bacaan shalat dan mempraktekkan shalat. Tesnya adalah anak mempraktekkan shalat.
Keempat komponen kurikulum tersebut merupakan pusat dari perubahan atau penyempurnaan sebuah kurikulum. Maka kurikulum 2013 atau kurikulum 2013 revisi 2016 tidak lepas dari 4 komponen tersebut. Dalam standar nasional pendidikan yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian.
Baca selengkapnya catatan lainnya di Jurnal pengawas sebagai pendamping madrasah >>
Pengawas RA
- Optimalisasi Pembiasaan Pagi dan Program MBG di MA Sultan Hasanuddin
- Pendampingan Perencanaan KBC di MAK UI Jakarta Selatan
- Pembekalan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Jakarta sebagai Madrasah Piloting
- Merancang Masa Depan dan Program Muhadharah di MA Darul Ma’arif
- Pengembangan Program Pembiasaan 5S di MA Manaratul Islam
- Diskusi Merancang Program MGMP di MAN 4 Jakarta
Pengawas RA
- Webinar Penguatan Pendidikan Antikorupsi Guru Madrasah 2026
- Apa Tugas Pengurus Pokjawasnas Madrasah 2026-2030?
- KBC Pendidikan Nilai: Refleksi Workshop di KKGMI Palmerah Jakarta Barat
- 4 Strategi Mengelola Otak (Talenta) Untuk Kemajuan Bangsa: Studi Kasus 4 Negara
- Refleksi FGD Merumuskan Peta Jalan Madrasah Vokasi
- Sosialisasi KMA 512 Tahun 2026 Pedoman KBC di Webinar APPAKSI
