Sesi 13. Manajemen Hubungan Masyarakat: Analisis Kritis Makalah Mahasiswa
yunandracom. Sesi 13 mata kuliah manajemen pendidikan di Universitas Islam Depok (UID) membahas tentang manajemen hubungan masyarakat.
Tulisan ini merupakan catatan ringan tentang strategi perkuliahan sebagai jurnal dosen terbagi menjadi 3 bagian yaitu pengantar materi, strategi pembelajaran, dan refleksi proses dan hasil.

Manajemen Humas: Pengertian, Prinsip dan Ruang Lingkup
1. Pengertian Manajemen Humas
Secara etimologis, hubungan masyarakat (public relations) adalah kegiatan membangun hubungan timbal balik antara organisasi dan publiknya untuk menciptakan saling pengertian, kepercayaan, dan dukungan.
Manajemen hubungan masyarakat pendidikan adalah proses pengelolaan kegiatan komunikasi dan kerja sama secara terencana dan berkelanjutan antara lembaga pendidikan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) guna membangun citra positif, dukungan, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Dalam konteks pendidikan (sekolah/madrasah/pesantren), humas tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga strategis dan partisipatif.
2. Fungsi Manajemen Hubungan Masyarakat
Manajemen humas pendidikan memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
- a. Fungsi Komunikatif. Menyampaikan informasi kebijakan, program, prestasi, dan kegiatan lembaga pendidikan kepada publik secara jelas dan bertanggung jawab.
- b. Fungsi Edukatif. Memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang visi, misi, tujuan, serta peran lembaga pendidikan.
- c. Fungsi Integratif. Mengintegrasikan kepentingan internal (kepala sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan) dengan kepentingan eksternal (orang tua, masyarakat, pemerintah, dunia usaha).
- d. Fungsi Partisipatif. Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program pendidikan, baik secara moral, material, maupun pemikiran.
- e. Fungsi Citra dan Reputasi. Membangun dan menjaga citra positif serta kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
3. Prinsip Manajemen Humas
Agar pengelolaan humas berjalan efektif, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan:
- 1. Prinsip Keterbukaan. Informasi disampaikan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
- 2. Prinsip Kesinambungan. Kegiatan humas dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada kepentingan tertentu.
- 3. Prinsip Partisipasi. Melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sebagai mitra, bukan sekadar objek.
- 4. Prinsip Komunikasi Dua Arah. Hubungan humas bersifat dialogis, menerima masukan, kritik, dan saran dari publik.
- 5. Prinsip Kesesuaian. Program humas disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan budaya masyarakat sekitar.
- 6. Prinsip Profesionalisme. Dikelola secara terencana, sistematis, dan berbasis kompetensi kehumasan.
4. Ruang Lingkup Humas
Ruang lingkup manajemen humas pendidikan mencakup hubungan internal dan eksternal lembaga pendidikan.
a. Hubungan Internal
Meliputi pengelolaan komunikasi dan kerja sama di dalam lembaga pendidikan, antara lain:
- a. Hubungan kepala sekolah/madrasah dengan guru dan tenaga kependidikan Hubungan
- b. Hubungan guru dengan siswa
- c. Hubungan antar sesama warga sekolah
- d. Penyampaian kebijakan dan program internal lembaga
b. Hubungan Eksternal
Meliputi hubungan lembaga pendidikan dengan pihak luar, antara lain:
- a. Hubungan dengan orang tua/wali peserta didik
- b. Hubungan dengan komite sekolah/madrasah
- c. Hubungan dengan masyarakat sekitar
- d. Hubungan dengan pemerintah dan dinas/instansi terkait
- e. Hubungan dengan dunia usaha, industri, dan media massa
Secara praktis, ruang lingkup humas juga meliputi:
- Publikasi dan dokumentasi kegiatan sekolah
- Pengelolaan media (website, media sosial, buletin, papan informasi)
- Penanganan keluhan dan aspirasi masyarakat
- Promosi dan branding lembaga pendidikan
- Kemitraan dan kerja sama strategis
Inovasi Strategi Perkuliahan
Pada perkuliahan sesi 13 (17/12/2025), tujuan khusus yaitu memahami materi dan menganalisis makalah.
1. Pemahaman Materi
Proses pemahaman materi menggunakan tahapan berikut
- Setiap mahasiswa membaca dan menyimpulkan makalah manajemen humas pendidikan
- Secara berpasangan, setiap mahasiswa menyampaikan pemahamannya kepada pasangannya.
- Pasangannya bisa mengkonfirmasi dan membandingkan dengan hasil pemahamannya
2. Analisis Makalah Humas
Tujuan kedua yaitu melatih mahasiswa cara menganalisa makalah.
Adapun pemandu mahasiswa dalam menganalisa makalah dengan pertanyaan berikut
- Apakah makalah menerapkan pendekatan saintifik?
- Mengamati
- Menanya
- Menggali informasi
- Menganalisa
- Mengkomunikasikan
- Apakah sistematika penulisan sesuai dengan kaidah baku?
Refleksi Mandiri
Proses perkuliahan sesi 13 memberikan pelajaran penting perbaikan ke depan.
- Komunikasi menggunakan kata pertanyaan yang “menggantung” menimbulkan jawaban yang asal bicara dari mahasiswa. Tapi perlu pertanyaan yang mendorong mahasiswa berpikir dan tidak asal bicara.
- Strategi komunikasi dapat maksimal dengan menggunakan 4 K (konten, konteks, kreatif, kanal, dan komunitas). Lihat : strategi komunikasi >>
Baca juga: Inovasi Perkuliahan Manajemen Pendidikan Tahun 2025/2026
Ingin tahu catatan kegiatan perkuliahan, silahkan buka Jurnal Dosen Pendidikan Islam >>
Sumber: Manajemen Kurikulum

Profesi Dosen
- Menyusun Latar Belakang yang terbaik di proposal penelitian S2
- Sertifikasi Dosen: Proses Mewujudkan Profesionalisme Pendidik.
- 8 Ciri Dosen Berprestasi menurut Regulasi
- Perbedaan Dosen Tetap dan Tidak Tepat serta Jenjang Jabatannya Menurut Peraturan Menteri
- Tujuan Sertifikasi Dosen Menurut Juknis Terbaru
- Kode Etik Nasional Dosen pada PermendikbudRistek No. 44 Tahun 2024
Artikel Terbaru
- Sesi 2. Memahami Sistematika Kerangka Peraturan Sisdiknas
- Menyusun Latar Belakang yang terbaik di proposal penelitian S2
- Evaluasi Pendidikan Islam: Konsep, Tujuan, Prinsip, dan Metode Penilaian dalam Pembelajaran
- Sertifikasi Dosen: Proses Mewujudkan Profesionalisme Pendidik.
- 8 Ciri Dosen Berprestasi menurut Regulasi
- Analisis Sisdiknas: Sebuah Pengantar Kuliah Perdana
