Pembelajar

MOOC Pusbangkom: Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di PINTAR

yunandracom. Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kemenag menyelenggarakan pelatihan kurikulum berbasis cinta (KBC) lewat MOOC PINTAR.

Sebagai pengawas madrasah pembelajar, Penulis mencoba melakukan refleksi pasca mengikuti pelatihan kurikulum berbasis cinta.

Refleksi Pembelajar merupakan bagian dari 10 peran pengawas madrasah yang menghasilkan gagasan yang mendukung inovasi pendidikan Islam.

Tulisan ini akan membicarakan materi kurikulum berbasis cinta (KBC) dan rencana tindak lanjut pelatihan.

Madrasah yunandra
Kelas Online Pengawas Madrasah

Pusbangkom Kemenag melaunching pelatihan kurikulum berbasis cinta (KBC) di MOOC PINTAR.

Pembukaan oleh Menteri Agama melibatkan ratusan ribu peserta dari unsur guru, kepala, pengawas, bahkan dosen dan mahasiswa.

Pendaftaran mulai tanggal 17 sd 21 April dan mulai berjalan pada tanggal 22 sd 28 April 2026.

Walaupun dengan MOOC, pelatihan KBC ini menggunakan pendekatan ARKA yaitu Aktivitas, Refleksi, Konseptual dan Aksi.

Setiap peserta harus mengunduh buku aktivitas sebagai catatan perjalanan pelatihan kurikulum berbasis cinta.

Lalu peserta menggunakan buku aktivitas sesuai arahan dari video pelatihan.


Materi yang tersedia secara online dengan video penjelasan memiliki tujuan yaitu Peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam ekosistem pendidikan.

Adapun daftar materi secara lengkap yaitu

  1. Pendahuluan: Selamat Datang di Pintar
  2. Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta
  3. Panca Cinta 1: Cinta Allah dan Rasul-Nya
  4. Panca Cinta 2: Cinta Ilmu
  5. Panca Cinta 3: Cinta Alam
  6. Panca Cinta 4: Cinta Diri dan Sesama
  7. Panca Cinta 5: Cinta Tanah Air
  8. Implementasi KBC dalam Pembelajaran sesuai KMA 1503 Tahun 2026

Panca Cinta berkembang menjadi 6 nilai dasar berdasarkan KMA 512 Tahun 202 tentang Pedoman Kurikulum Berbasis Cinta.


Penulis memiliki catatan ringan sebagai refleksi yang tertuang dalam poin-poin berikut:

  1. Sistem pelatihan online yang berbeda dengan dari biasanya
  2. Terdapat instrumen interaktif di saat mengikuti materi video.
  3. Peserta yaitu guru, kepala, pengawas bahkan dosen menjadi sasaran utama pelatihan yang diharapkan berubah pola pikir

Untuk melihat refleksi lainnya, silahkan buka Refleksi Pengawas Madrasah: Satu Jabatan Fungsional, 10 peran


Sumber:

Konsep Madrasah Minimalis Strategi Pengembangan Madrasah
Buku Terbaru

Lainya


Artikel Terbaru

Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka