Tipe Anak Terhadap Media Pembelajaran

Gaya Belajar Anak
Gaya Belajar Siswa

Gaya Belajar Siswa, Nasution mengatakan bahwa gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal pada proses pembelajaran.(Nasution;2011)

Media pembelajaran adalah Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. atau Sarana fisik untuk menyampaikan materi pembelajaran. Kesimpulannya Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar. (Wikipedia)


Peserta Didik memiliki berbagai keunikan dan keberagaman dalam menerima informasi atau materi pelajaran yang diberikan oleh guru menggunakan media pembelajaran.

Ada tiga tipe bentuk penerimaan oleh Peserta Didik dalam kaitannya dengan penerimaan informasi atau materi yang diberikan guru. ketiga tipe tersebut adalah Auditif, Visual, dan Kinestetik

Auditif : Gaya Belajar Siswa Pendengar

Auditif, Yaitu Peserta Didik yang senang mendengarkan penjelasan dari guru. Untuk gaya belajar siswa tipe ini tanpa menggunakan media pembelajaran dapat menangkap informasi atau materi pelajaran yang disampaikan guru.



VIsual (Penglihatan)

Visual, Peserta Didik lebih senang melihat ketimbang mendengarkan. Gaya belajar tipe ini, Peserta Didik akan berakibat kurang optimal menyerap materi pelajaran bila guru hanya menggunakan verbal simbol atau ceramah. Penggunaan media pembelajaran adalah solusi yang tepat untuk Peserta Didik tipe visual ini. Karena dengan media pembelajaran, informasi yang disampaikan menjadi konkret.

Kinestetik (Gerak)

Kinestetik, yaitu Peserta Didik yang senangnya melakukan (learning by doing). Tipe ini penggunaan media pembelajaran dapat membantu keterserapan pelajaran yang diberikan guru. Khususnya berkenaan dengan demonstrasi yang difasilitasi oleh penggunaan media pembelajaran.

Baca: Pendidikan karakter Menurut Regulasi

Jika guru telah melakukan kegiatan pembelajaran hanya menggunakan verbal symbol atau one way communication, ini belumlah optimal dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.

Sebuah penelitian menegaskan bahwa bila seorang guru atau tenaga pendidik yang mengajar hanya menggunakan verbal symbol (ceramah murni), maka materi yang terserap hanya 13%. Itupun tidak akan bertahan lama.

Sementara yang menggunakan multimedia bisa mencapai 64 sampai 84% dan bertahan lebih lama. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan media sangatlah besar pengaruhnya dalam meningkatkan perhatian, motivasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran.