Media Pembelajaran: Faktor Pendukung Keberhasilan Implementasi Kurikulum
Yunandra.com. Media pembelajaran dapat mendukung keberhasilan implementasi kurikulum jika dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan proses kegiatan belajar mengajar.
Peserta didik memiliki keunikan dalam menerima informasi atau pelajaran dari guru atau pendidik. Berdasarkan tipe penerimaan sebuah informasi, Peserta didik kategorikan menjadi 3 tipe, yaitu:
- Auditif, yaitu peserta didik yang senang mendengarkan guru. Untuk tipe ini tanpa menggunakan media pembelajaran peserta didik dapat menangkap informasi atau materi pelajaran yang disampaiakan.
- Visual, yaitu peserta didik lebih senang melihat ketimbang daripada mendengar. Tipe ini, peserta didik kurang maksimal menyerap materi pelajaran bila guru hanya menggunakan verbal simbol. Penggunaan media pembelajaran adalah solusi yang tepat.
- Kinestetik yaitu peserta didik senang melakukan (learning by doing). Tipe ini, penggunaan media pembelajaran dapat membantu ketercapaian materi pelajaran yang diberikan guru.
Dalam menghadapi tipe-tipe tersebut diperlukan sebuah media pembelajaran yang cocok. agar dapat memaksimalkan proses pembelajaran.
Walaupun pada hakekatnya Media merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Dimana kedudukannya menjadi bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh.
Tujuan akhirnya adalah pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan peserta didik dapat berinteraksi dengan media yang dipilih.
Berikut konsep Media Pembelajaran yang bersumber dari buku “Manajemen Kurikulum“.
A. Pengertian Media Pembelajaran
Media adalah bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah. Dalam bahasa Indonesia kata medium diartikan sebagai “antara’ atau “sedang” (Latuheru, 1988: 14). Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Jadi, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.
Juga mengatakan media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, dengan maksud menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik atau warga belajar).
Nasution, media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni penunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.
B. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Wina Sanjaya, ada beberapa fungsi dari penggunaan media pembelajaran yaitu:
1. Fungsi komunikatif
Media digunakan untuk memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan. Sehingga tidak ada kesulitan dalam menyampaikan bahasa verbal dan salah persepsi dalam menyampaikan pesan.
2. Fungsi motivasi
Media dapat memotivasi siswa dalam belajar. Dengan pengembangannya tidak hanya mengandung unsur artistic saja akan tetapi memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran sehingga dapat meningkatkan gairah siswa untuk belajar.
3. Fungsi kebermaknaan
Penggunaannya dalam pembelajaran dapat lebih bermakna yakni bukan hanya meningkatkan penambahan informasi tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta.
4. Fungsi penyamaan persepsi
Dapat menyamakan persepsi setiap siswa sehingga memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disampaikan.
5. Fungsi individualitas
Dengan latar belakang siswa yang berbeda, baik itu pengalaman, gaya belajar, kemampuan siswa maka media pembelajaran dapat melayani setiap kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.
C. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Para Ahli pendidikan berbeda pendapat tentang unsur pokok media. Sebagia mengatekorikan menjadi tiga unsur pokok, yaitu
- Audio
- Visual
- Gerak.
Rudy Brets mengkategorikan media belajar menjadi tujuh unsur pokok, yaitu.
- Media audio visual gerak;
- Media audio visual diam;
- Audio semi gerak;
- Media visual bergerak;
- Media visual diam;
- audio; dan
- Media cetak.
Menurut Anderson, Media belajar dapat dikelompok menjadi 8 kelompok, yaitu
- Audio. Seperti pita audio (kaset), piring audio, dan radio (rekaman siaran)
- Cetak. Seperti buku teks terprogram, buku pegangan/manual, dan buku tugas.
- Audio-cetak. Seperti buku latihan dilengkapi kaset, dan gambar/poster (dilengkapi audio)
- Proyek Visual Diam. Seperti film bingkai (slide), dan film rangkai (berisi pesan verbal)
- Proyek visual Diam dengan audio. Seperti film binglan (slide) suara dan film rangkai suara.
- Visual Gerak. Seperti film bisu.
- Visual gerak dengan audio. Seperti film suara dan video/VCD/DVD.
- Benda. Seperti benda nyata dan model tiruan (mock up).
- Komputer. Seperti media berbasis komputer, Computer Assited Instructional (CAI) dan Computer Based Instruction (CBI)
D. Nilai Praktis Media Pembelajaran
Media memiliki nilai-nilai praktis dalam proses belajar mengajar, yaitu:
- dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki peserta didik.
- Media yang disajikan dapat melampaui batasan ruang kelas.
- memungkinkan adanya interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya.
- Media yang disajikan dapat menghasilkan keseragaman pengamat peserta didik.
- Secara potensial, media yang disajikan secara tepat dapat menanamkan konsep dasar yang konkret, benar, dan berpijak pada realitas.
- dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
- Media mampu membangkitkan motivasi dan merangsang peserta belajar untuk belajar.
- Media mampu memberikan belajar secara integral dan menyeluruh, dari yang konkret ke yang abstrak, dari sederhana ke rumit.
D. Nilai Praktis Media Pembelajaran
Kumpulan artikel media pembelajaran dan digital
- Catatan Dosen Profesional: Jurnal Perkuliahan Pendidikan Agama Islam
- Literasi Digital Dalam Inovasi Pendidikan Islam
- ICT Literacy UNESCO Framework: 3 Tingkatan Literasi Digital Global
- 5 Nilai Utama Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah dan Madrasah
- Pendidikan Karakter dan Akhlak di Sekolah: Integrasi dalam Materi PAI dan Budaya Madrasah
- Fungsi Pendidikan Karakter berdasarkan Pengertian Umum
- 10 Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter Moral Menurut Lickona
- 3 Perkara Yang Tercela Seorang Ilmuwan Menurut As Siba’i
- Refleksi Efektivitas Anggaran dalam Peningkatan Mutu di MA Sultan Hasanuddin Jakarta Selatan
- Profil Siswa Abad 21: 12 Keterampilan menurut Bri Stauffer
- Pendamping Memberdayakan: Jurnal dan Catatan Refleksi Pengawas Madrasah
- Menteri Agama: Siswa MAN 23 (MAYASYA) Harus Kuasai Bahasa Asing
- Gedung Laboratorium dan Perpustakaan: Dampak Terhadap Mutu MAN 23 Al Azhar Asy Syarif
- Pemikiran Pendidikan Menteri Agama di Acara Peresmian Gedung Perpustakaan MAN 23 Al Azhar
- Strategi Inovasi Pengembangan Madrasah di Era Digital
- Kebijakan Pendidikan Nasional: Arah Baru dan Tantangan Implementasi
- Arah Pendidikan Nasional 2025 Pada Asta Cita, Protas dan PHTC Presiden
- Prinsip Pendidikan Karakter dalam Islam
- Mengenal 3 Komponen Karakter yang Baik Menurut Lickona
- Pendidikan Karakter: Pengertian dan Teori
- 18 Nilai nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter Menurut Perpres 87 Tahun 2017
- Prinsip Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
- 5 Macam Kebaikan Menurut Imam syafi’i
- Manfaatkan Kesempatan dengan Baik Karena Tidak Tahu kapan Pintu kebaikan itu Tertutup Kembali
- Esensi Menulis Adalah Menulis, Memelihara, dan Menyampaikan Apa Saja Yang Terbaik
- Ucapan yang paling baik ialah yang diharapkan manfaatnya dan tidak ditakuti akibatnya
- Ucapanmu adalah Untuk Orang Lain Yang Mendengarkannya
- Pendidikan Agama Islam di Sisdiknas: Antara Mata Pelajaran dan Rumpun serta Dampak Terhadap Tujuan Pendidikan
- Asesor Pendidikan: Konsep dan Catatan Lapangan PKKM dan Kontrak Prestasi
- Metode Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
- Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta
- Executive Function dalam Pendidikan Islam: Teori dan Praktik di Madrasah
- Dinamika Kebijakan Kurikulum Madrasah: Karakteristik dan Strategi Implementasi
- Pusat Prestasi Nasional: Cara mengetahui Rangking Prestasi Madrasah
- PINTAR Kemenag: Platform Belajar Mandiri KBC 2026
- Refleksi Pidato Menteri Hardiknas 2026: Mindset, Mental dan Misi Pendidikan Indonesia
- Strategic Luck Prof. Jiang: Implementasi di Pendidikan Islam
- Cerita Inspiratif: Dampak Terhadap Inovasi Pendidikan Islam
- Memperbanyak Kunci Persiapan Memanfaatkan Pintu Sebagai Motivasi Belajar Siswa
- Inovasi Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital dan Kecerdasan Artifisial
- PPKB PAI: Berbagi KBC dalam Implementasi Pembelajaran PAI
- Konsep Pendidikan Islam Dalam Grand Design Pengembangan Lembaga dan GTK Madrasah
- Inovasi Kurikulum Pendidikan Islam dan Pembelajaran di Era digital
- Lembaga Pendidikan Islam: Sejarah, Pengembangan dan Inovasi di Era Modern
- Sesi 3. Tujuan Pendidikan Nasional dan Keterampilan Bertanya
- Refleksi Tipologi Program Unggulan di Madrasah Aliyah Al Khairiyah Jaksel
- PKKM 2024: MA Darunnajah, Prototipe Madrasah Mendunia
- MA Annajah, Transisi Sekolah Umum Berciri Khas Islam jadi Unggulan Islam
- Pembelajaran Kitab Kuning dan Kewirausahaan di MA Sa’adatuddarain Mampang
- 4 Program Unggulan MAN 13 Jakarta Selatan Pasca Refleksi
- Supervisi Pembelajaran Berbasis Kebutuhan pada PKKM di MA Nurussaadah
- Kuantifikasi Pembiasaan di Laporan Kinerja Kepala MA Pembangunan
- Analisis Karakteristik Madrasah Tupoksi Kepala; PKKM di MA MANIS
- Pentingnya Kepemimpinan Kepala dalam pengembangan Madrasah atau Sekolah di MA MU
- Fokus Kualitas Mayoritas bukan Kuantitas Minoritas di MAN 19
- Strategi Pengembangan Program Madrasah Berorientasi Output, Pasca PKKM MAN 7
- Mewujudkan Profil Pelajar IHSAN Pasca PKKM di MAN 4
- Kontrak Prestasi Sebagai Program Tindak Lanjut PKKM di MAN 13
- Asesmen Berbasis Cinta (ABC): Gagasan Penilaian Kompetensi Kepribadian dan Sosial
- Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Fondasi Profesionalisme Guru PAI
- Kompetensi dan Kualifikasi Guru Terbaru Pada Permen No. 21 Tahun 2025
- Kompetensi Digital Guru: Nomor 5 Paling Sering Dilupakan!
- Cara Mengajukan Penilaian Angka Kredit (PAK) di eKinerja
- Apa Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning?
- Tugas Tambahan Guru 2025: Ketentuan Baru Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025
- Tugas Pokok Guru dan Ruang Lingkup Terbaru Berdasarkan Jabatan
- Kenapa Guru perlu menerapkan Metode Flipped Classroom?
- Tantangan Guru Madrasah pada Refleksi HGN 2024
- 5 Orientasi Pengelolaan Kinerja Guru
- 8 Kategori Jenis Kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru
- 5 Hasil Kerja Individu pada Rencana SKP Guru
- 5 Tahapan dalam Alur Pengelolaan Kinerja Guru
- 12 Jenis Tugas Tambahan Guru dan Ekuivalen Beban Kerja
- Tugas Tambahan Guru sebagai TPPK
- Tugas dan Ekuivalen Koordinator P5 Kurikulum Merdeka
- Tugas Tambahan Guru Sebagai Tutor
- Pengurus Organisasi Profesi Guru dan Ekuivalen Jam Pelajaran
- Tugas Tim Pengelola Kinerja Guru dan Ekuivalen Beban Kerja
- Tugas Tim Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-Pl) di SMK
- Tugas Guru Piket dan Ekuivalen Beban Kerja Tambahan
- Ekuivalen Tugas Bursa Kerja Khusus (BKK) pada SMK
- Tugas Koordinator PKB Guru dan Ekuivalen Beban Kerja
- Tugas Pembina Ekstrakurikuler dan Ekuivalen Beban Kerja Guru
- Tugas Pembina OSIS dan Ekuivalen Beban Kerja Tambahan Guru
- Tugas Wali Kelas dan Ekuivalen Beban Kerja Tambahan Guru
- Sub Indikator Kompetensi Guru Profesional
- 8 Indikator Praktek Kinerja Guru di SKP 2024
- Apa Fokus utama Kegiatan Komunitas Belajar?
- Kerangka Pengembangan PKB Guru Terbaru
- 12 Indikator Kompetensi Guru Terbaru Berdasarkan Kamus Model Kompetensi Guru
- Peran Pendidik dalam Projek di Kurikulum Merdeka
- Kategori Kompetensi Guru Penggerak Berdasarkan Perdirjen GTK Tahun 2020
- Konsep Program PKB Guru Madrasah dan Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah
- 7 Peran Guru Zaman Teknologi Digital
- 9 Keterampilan Dasar Mengajar bagi Guru
- Organisasi Profesi Pendidik dan Kelompok Kerja: Catatan Pengawas Madrasah
- Kompetensi Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Baru
- Peran Kepala Sekolah dalam Projek di Kurikulum Merdeka
- Pentingnya Etos Kerja Kepala Madrasah sebagai Manajer
- Komponen Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Baca juga: 3 Fokus Transformasi Digital
Silahkan mengikuti kupas tuntas teknologi digital di dunia pendidikan di artikel: Teknologi Komputer dan Media Pembelajaran Digital
Revisi artikel pada 3 Desember 2025

