Media Pembelajaran

Media pembelajaran dapat mendukung keberhasilan implementasi kurikulum jika dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan proses kegiatan belajar mengajar.

Peserta didik memiliki keunikan dalam menerima informasi atau pelajaran dari guru atau paendidik. Berdasarkan tipe penerimaan sebuah informasi, Peserta didik kategorikan menjadi 3 tipe, yaitu:

  1. Auditif, yaitu peserta didik yang senang mendengarkan guru. Untuk tipe ini tanpa menggunakan media pembelajaran peserta didik dapat menangkap informasi atau materi pelajaran yang disampaiakan.
  2. Visual, yaitu peserta didik lebih senang melihat ketimbang daripada mendengar. Tipe ini, peserta didik kurang maksimal menyerap materi pelajaran bila guru hanya menggunakan verbal simbol. Penggunaan media pembelajaran adalah solusi yang tepat.
  3. Kinestetik yaitu peserta didik senang melakukan (learning by doing). Tipe ini, penggunaan media pembelajaran dapat membantu ketercapaian materi  pelajaran yang diberikan guru.

Dalam menghadapi tipe-tipe tersebut diperlukan sebuah media pembelajaran yang cocok. agar dapat memaksimalkan proses pembelajaran. Walaupun pada hakekatnya Media merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Dimana kedudukanya menjadi bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Tujuan akhirnya adalah pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan peserta didik dapat berinteraksi dengan media yang dipilih.

Berikut konsep Media Pembelajaran yang bersumber dari buku “Manajemen Kurikulum“.

A. Pengertian Media Pembelajaran

Media adalah bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah. Dalam bahasa Indonesia kata medium diartikan sebagai “antara’ atau “sedang” (Latuheru, 1988: 14). Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Jadi, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.

Juga mengatakan media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, dengan maksud menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik atau warga belajar).

Nasution, media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni penunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.

B. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Wina Sanjaya, ada beberapa fungsi dari penggunaan media pembelajaran yaitu:

1. Fungsi komunikatif

Media digunakan untuk memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan. Sehingga tidak ada kesulitan dalam menyampaikan bahasa verbal dan salah persepsi dalam menyampaikan pesan.

2. Fungsi motivasi

Media dapat memotivasi siswa dalam belajar. Dengan pengembangannya tidak hanya mengandung unsur artistic saja akan tetapi memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran sehingga dapat meningkatkan gairah siswa untuk belajar.

3. Fungsi kebermaknaan

Penggunaannya dalam pembelajaran dapat lebih bermakna yakni bukan hanya meningkatkan penambahan informasi tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta.

4. Fungsi penyamaan persepsi

Dapat menyamakan persepsi setiap siswa sehingga memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disampaikan.

5. Fungsi individualitas

Dengan latar belakang siswa yang berbeda, baik itu pengalaman, gaya belajar,  kemampuan siswa maka media pembelajaran dapat melayani setiap kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.

C. Jenis-jenis Media Pembelajaran

Para Ahli pendidikan berbeda pendapat tentang unsur pokok media. Sebagia mengatekorikan menjadi tiga unsur pokok, yaitu

  1. Audio
  2. Visual
  3. Gerak.

Rudy Brets mengkategorikan media belajar menjadi tujuh unsur pokok, yaitu.

  1. Media audio visual gerak;
  2. Media audio visual diam;
  3. Audio semi gerak;
  4. Media visual bergerak;
  5. Media visual diam;
  6. audio; dan
  7. Media cetak.

Menurut Anderson, Media belajar dapat dikelompok menjadi 8 kelompok, yaitu

  1. Audio. Seperti pita audio (kaset), piring audio, dan radio (rekaman siaran)
  2. Cetak. Seperti buku teks terprogram, buku pegangan/manual, dan buku tugas.
  3. Audio-cetak. Seperti buku latihan dilengkapi kaset, dan gambar/poster (dilengkapi audio)
  4. Proyek Visual Diam. Seperti film bingkai (slide), dan film rangkai (berisi pesan verbal)
  5. Proyek visual Diam dengan audio. Seperti film binglan (slide) suara dan film rangkai suara.
  6. Visual Gerak. Seperti film bisu.
  7. Visual gerak dengan audio. Seperti film suara dan video/VCD/DVD.
  8. Benda. Seperti benda nyata dan model tiruan (mock up).
  9. Komputer. Seperti media berbasis komputer, Computer Assited Instructional (CAI) dan Computer Based Instruction (CBI)

D. Nilai Praktis Media Pembelajaran

Media memiliki nilai-nilai praktis dalam proses belajar mengajar, yaitu:

  1. dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki peserta didik.
  2. Media yang disajikan dapat melampaui batasan ruang kelas.
  3. memungkinkan adanya interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya.
  4. Media yang disajikan dapat menghasilkan keseragaman pengamat peserta didik.
  5. Secara potensial, media yang disajikan secara tepat dapat menanamkan konsep dasar yang konkret, benar, dan berpijak pada realitas.
  6. dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
  7. Media mampu membangkitkan motivasi dan merangsang peserta belajar untuk belajar.
  8. Media mampu memberikan belajar secara integral dan menyeluruh, dari yang konkret ke yang abstrak, dari sederhana ke rumit.