Model Pembelajaran Kolaboratif dan IGRA Jakarta Selatan
MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF
Pembinaan Pengawas. Model pembelajaran kolaboratif adalah metode pembelajaran yang melibatkan kerja sama antara peserta didik dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama.
Tapi maksud kolaborasi di makalah ini adalah kolaborasi orang tua dalam pendidikan anak di sekolah atau madrasah.
Tulisan ini merupakan refleksi penulis sebagai pembina RA. Pembina merupakan salah satu dari 10 peran pengawas madrasah.
Untuk lengkapnya, Silahkan buka halaman: Refleksi Pengawas madrasah: Satu Jabatan Fungsional, 10 Peran –>
Model Pembelajaran Kolaboratif di Kegiatan Manasik Haji Anak RA
Selasa, 17 November 2015. Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) menyelenggarakan praktek manasik haji anak-anak RA se Jakarta selatan. Kegiatan manasik diselenggarakan di Transera Harapan Indah Bekasi.
Dilaksanakan dengan tiga tahap karena anak-anak Raudhatul Athfal yang berasal dari 10 Kecamatan se Jakarta Selatan berjumlah ribuan tidak bisa tertampung di Transera
Praktek manasik haji di tingkat RA merupakan kegiatan tahunan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA). Sebagai program rutin, IGRA di beberapa daerah secara serentak menyelenggarakan praktek manasik haji.
a. Tujuan Kegiatan Manasik Haji
Tujuannya mengenalkan tata cara ibadah haji kepada anak-anak sejak dini dan memberikan pemahaman bahwa haji merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan jika mampu.
Tahun ini IGRA Jakarta Selatan mengangkat tema “Haji bersama keluarga”. Anak-anak Raudhatul Athfal datang bersaman keluarga, mayoritas datang dengan ibunya, sebagian kecil datang bersama bapaknya, bahkan ada yang datang dengan semua anggota keluarga. Sehingga suasana di lapangan parkir transera, tempat pelaksanaan manasik haji, penuh dengan orang-orang berbaju putih. Suasana tersebut mirip dengan kondisi haji sebenarnya d Mekkah. Lautan manusia berkumpul memakai baju putih dengan satu tujuan mencari ridlo Allah.
b. Manfaat Pembelajaran Kolaboratif
Haji bersama Keluarga sangat relevant dengan kondisi umat Islam Indonesia. Semangat umat Islam untuk melaksanakan haji semakin meningkat. Akibat kuota haji terbatas, umat Islam Indonesia mengalihkannya ke umroh. Umroh bisa terlaksana sepanjang tahun kecuali bulan haji.
Dengan biaya tidak semahal haji, umroh bersaman keluarga banyak keluarga Muslim melaksanakannya. Secara tidak langsung, melalui praktek haji yang menjadi program IGRA, para orang tua Siswa RA dapat belajar tata cara haji Dan umroh.
Pada tahun-tahun sebelumnya, IGRA Jakarta Selatan mengadakan praktek manasik haji d Asrama haji Pondok Gede. Miniatur atau syiar-syiar yang dibutuhkan dalam prosesi manasik haji sudah ada secara permanen.
Harapan praktek manasik haji di tahun depan, di samping mengenalkan tata cara manasik haji, dapat memberikan dampak positif pada pembentukan karakter atau akhlak anak melalui pemahaman terhadap pesan-pesan dari tiap tata cara haji.
Baca selengkapnya catatan lainnya di Jurnal pengawas sebagai pendamping madrasah >>
Profil Raudhatul Athfal (TK Berciri Khas Islam) di Jakarta Selatan
Pembinaan PAUD RA
- Optimalisasi Pembiasaan Pagi dan Program MBG di MA Sultan Hasanuddin
- Pendampingan Perencanaan KBC di MAK UI Jakarta Selatan
- Pembekalan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Jakarta sebagai Madrasah Piloting
- Merancang Masa Depan dan Program Muhadharah di MA Darul Ma’arif
- Pengembangan Program Pembiasaan 5S di MA Manaratul Islam
- Diskusi Merancang Program MGMP di MAN 4 Jakarta
Artikel Terbaru
- Webinar Penguatan Pendidikan Antikorupsi Guru Madrasah 2026
- Apa Tugas Pengurus Pokjawasnas Madrasah 2026-2030?
- KBC Pendidikan Nilai: Refleksi Workshop di KKGMI Palmerah Jakarta Barat
- 4 Strategi Mengelola Otak (Talenta) Untuk Kemajuan Bangsa: Studi Kasus 4 Negara
- Refleksi FGD Merumuskan Peta Jalan Madrasah Vokasi
- Sosialisasi KMA 512 Tahun 2026 Pedoman KBC di Webinar APPAKSI
| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
