Kejujuran dan Kebohongan

Kejujuran dan Kebohongan merupakan akhlak yang sangat penting untuk menentukan Profil Diri seorang Muslim.

kedua sikap atau karakter moral memiliki dampak buat dirinya, juga orang lain. Sehingga kejujuran dan kebohongan menentukan manusia bisa masuk ke surga atau ke neraka.

Hadits Rasulullah SAW menegaskan betapa besar pengaruhnya kejujuran dan kebohongan terhadap keputusan akhir hidup manusia.

Buku: EQ dan SQ menurut Sunah Nabi

Berikut Hadits Nabi yang diambil dari buku Riyadushsholihin.

“Sesungguhnya Kejujuran akan membimbing pada Kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke Surga. Sesungguhnya jika seseorang senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya Kebohongan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan Sesungguhnya jika seseorang selalu berdusta, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang Pendusta.”


Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, (HR. Bukhari, di buku Riyadus Shalihin no. Hadits 54)


Kejujuran membimbing kepada kebaikan. Kebaikan akan membimbing ke surga.

Jujur merupakan Karakter moral yang baik dapat menentukan kesuksesan hidup. Orang jujur akan merasa tenang.

Orang jujur mudah dipercaya orang lain.

Baca: Kebaikan ada pada lima hal

Kebohongan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka.

Bohong merupakan karakter moral yang tidak baik dan dapat menghambat kebahagiaan. Secara Psikologis, pembohong akan terganggu hatinya dan terus dihinggapi rasa khawatir. Karena berbohong membuat pembohong akan terus menutup kebohongannya dari orang lain. Bahkan diikuti dengan kebohongan baru.


Sumber: Riyadushsholihin


Artikel Lain