Value Clarification Technique, Model Pembelajaran Pendidikan Karakter

Pengertian Value Clarification Technique

Pengertian Value Clarification Technique atau Teknik Klarifikasi Nilai adalah model pembelajaran yang sering digunakan di mata pelajaran yang lebih menekankan pada ranah afektif (sikap dan nilai). Seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Agama.

Ranah afektif merupakan salah satu dari tiga ranah tujuan pendidikan, yaitu ranah Kognitif (pengetahuan) dan ranah Psikomotorik (keterampilan). secara tidak langsung, setiap mata pelajaran diharapkan dapat mencapai ketiga tujuan tersebut.

Jika dikaitkan dengan pendidikan karakter disebut pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. VCT menjadi salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan karakter secara khusus.

Baca: Komponen karakter baik menurut Lickona

Value Clarification Technique (VCT) adalah salah satu teknik pembelajaran yang dapat memenuhi tujuan pencapaian pendidikan nilai. Djahiri mengemukakan bahwa Value Clarification Technique merupakan sebuah cara menanamkan dan menggali/mengungkapkan nilai-nilai tertentu dari diri peserta didik.

Value Clarification Technique merupakan sebuah cara menanamkan dan menggali/mengungkapkan nilai-nilai tertentu dari diri peserta didik.

Djahiri (1985)

1. Fungsi VCT (Value Clarification Technique)

Pada prosesnya VCT berfungsi untuk:

  1. mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai;
  2. membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya, baik yang positif maupun yang negatif untuk dibina ke arah peningkatan atau perbaikannya;
  3. menanamkan nilai kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa sebagai milik pribadinya.

Dengan kata lain, Djahiri (1979: 116) menyimpulkan bahwa VCT dimaksudkan untuk melatih dan membina siswa tentang cara menilai, mengambil keputusan terhadap suatu nilai umum untuk kemudian dilaksanakannya sebagai warga masyarakat.

Teknik mengklarifikasi nilai (Value Clarification Technique) atau VCT dapat diartikan sebagai teknik pengajaran untuk membantu siswa dalam mencari dan menentukan suatu nilai yang dianggap baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis nilai yang telah ada dan tertanam dalam diri siswa.


Baca yang Lain


2. Tujuan Model VCT

VCT sebagai suatu model dalam strategi pembelajaran moral bertujuan:

  1. mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai;
  2. membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya, baik tingkatannya maupun sifatnya (positif dan negatif) untuk dibina ke arah peningkatan dan perbaikannya;
  3. menanamkan nilai-nilai tertentu kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa sehingga pada akhirnya nilai tersebut menjadi milik siswa;
  4. melatih siswa cara menilai, menerima, dan mengambil keputusan terhadap suatu persoalan dalam hubungannya dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Buku: Mendidik untuk Membentuk Karakter

3. Makna Penting Model Pembelajaran VCT

Menurut Djahiri, pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena mampu:

  1. membina dan mempribadikan nilai dan moral;
  2. mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan materi yang disampaikan;
  3. mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata;
  4. mengundang, melibatkan, membina, dan mengembangkan potensi diri siswa, terutama potensi afektualnya;
  5. memberikan pengalaman belajar dalam berbagai kehidupan;
  6. menangkal, meniadakan, mengintervensi, dan menyubversi berbagai nilai moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang;
  7. menuntun dan memotivasi untuk hidup layak dan bermoral tinggi