Ciri Kurikulum Prototipe dalam Pemulihan Pembelajaran
Terakhir diperbaharui pada 5 Maret 2026
Yunandra. Kurikulum Prototipe untuk pemulihan pembelajaran menjadi isu penting dalam dinamika kurikulum nasional. Masa pandemi yan gmenghentikan proses pembelajaran di sekolah, membuat siswa kehilangan waktu belajar
Pembahasan perkembangan kurikulum nasional merupakan bagian dari tema kebijakan pendidikan nasional sebagai sumber pembaharuan pendidikan Islam.
Catatan ini akan membahas tentang orientasi kurikulum dalam pemulihan pembelajaran.
Learning Loss dan Strategi Kurikulum Pemulihan Pembelajaran
Karakteristik Utama Kurikulum Prototipe disiapkan untuk recovery of learning Loss atau Pemulihan Pembelajaran.
Learning Loss bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain libur panjang pada kalender akademik, putus sekolah karena kemiskinan, dan penutupan sekolah tatap muka akibat dari pandemi yang mengharuskan pembelajaran jarak jauh.
Kurikulum prototipe disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya sehingga diharapkan dapat membantu pemulihan pembelajaran
Untuk mengetahui dinamika kurikulum di Indonesia, Silahkan buka: Perkembangan Kebijakan Kurikulum Nasional
3 Ciri Kurikulum Prototipe
Berdasarkan paparan yang tersebar di internet, Kurikulum Prototipe memiliki 3 ciri utama dalam rangka pemulihan pembelajaran akibat learning loss. Ketiga fokus utama adalah
1. Mengembangkan Karakter
Karakteristik utama yang pertama yaitu mengembangkan karakter. Karakter siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Pengembangan karakter bukan hal yang baru. Karena di kurikulum 2013, Pengembangan karakter menjadi fokus utama, selain kompetensi 4C dan Literasi.
Baca: Pengantar Workshop Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, bahkan ada program penguatan Pendidikan Karakter (PPK), namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya.
Maka untuk penyempurnaan tersebut, Struktur kurikulum prototipe mengalokasikan 20% – 30% jam pelajaran untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.
Profil pelajar Pancasila yaitu iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas.
Baca:
Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan soft skill dan karakter siswa dengan alasan:
- memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning)
- Mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu
- struktur belajar yang fleksibel
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyediakan 7 tema utama yang perlu pengembangan menjadi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik.
- Bangunlah Jiwa dan Raganya
- Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI
- Bhinneka Tunggal Ika
- Gaya Hidup Berkelanjutan
- Kearifan Lokal
- Kewirausahaan
- Suara Demokrasi
Baca: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
2. Fokus Materi Esensial
Karakteristik utama kurikulum prototipe yang kedua adalah materi esensial.
Perancangan materi esensial telah tersusun pada saat Pandemi sebagai respon terhadap penghentian pembelajaran tatap muka. Kurikulum tersebut bernama kurikulum Darurat atau pada kondisi khusus.
Baca: KI-KD pada Masa Kondisi Khusus
Kurikulum prototipe menindaklanjuti kurikulum Darurat tesebut dengan dasar,
- Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan ceramah satu arah atau metode lain yang efisien dalam mengejar ketuntasan penyampaian materi
- Memberi ruang/waktu bagi pengembangan kompetensi terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi – secara lebih mendalam
Penggunaan istilah Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI dan KD) berubah menjadi Capaian Pembelajaran.
Baca: Capaian Pembelajaran
3. Fleksibilitas
Karakteristik utama Kurikulum Prototipe adalah fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah dan penyusunan Rencana Pembelajaran.
Fleksibilitas Kurikulum prototipe tampak dengan menetapkan 2 hal yaitu
- Tujuan belajar ditetapkan per fase (2-3 tahun) untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah
- Jam pelajaran per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya.
Silahkan pelajari berbagai kebijakan nasional di artikel: Sistem Pendidikan Nasional
Peraturan Terkait Kurikulum Prototipe dan Sekolah Penggerak dapat mengunjungi link berikut: Program Sekolah Penggerak

