Guru

9 Keterampilan Dasar Mengajar bagi Guru

Terakhir diperbaharui 17 Februari 2026

Keterampilan Dasar Mengajar merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. keterampilan dasar tersebut merupakan bagian dari kompetensi guru.

Menurut PP 19 tahun 2017, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

UU 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 4 menyatakan bahwa Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Keterampilan dasar adalah suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan.

Maka Guru Profesional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan diharapkan memiliki 9 keterampilan dasar. Menurut Rusman di buku “Model-model Pembelajaran; mengembangkan Profesionalisme Guru”, bahwa ada 9 Keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh Guru, yaitu

  1. Set Induction Skills
  2. Questioning Skills
  3. Reinforcement Skills
  4. Variation Skills
  5. Explaining Skill
  6. Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
  7. Mengelola Kelas
  8. Pembelajaran Perseorangan
  9. Menutup Pelajaran

Membuka Pelajaran (Set Induction Skills) adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun  perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehinggga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.

Jadi keterampilan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk memulai pembelajaran.

Menurut Permendikbud No. 22 Tahun 2016, Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:

  1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  2. memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;
  3. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  4. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  5. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon tersebut dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir (Hasibuan dan Moedjiono, 2009).menurut Majid (2013,234) bertanya adalah salah satu teknik untuk menarik perhatian para pendengarnya, khususnya menyangkut hal-hal penting yang menuntut perhatian dan perlu dipertanyakan.

Ketika bertanya kepada siswa atau peserta didik, menurut Rusman dalam buku “Model-model Pembelajaran, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip pokok yaitu:

  1. Berikan pertanyaan secara hangat dan antusias kepada siswa di kelas
  2. Berikan waktu berpikir untuk menjawab pertanyaan.
  3. Berikan kesempatan kepda yang bersedia menjawab terlebih dahulu.
  4. Tunjuk peserta didik untuk menjawab setelah diberikan waktu untuk berpikir.
  5. Berikan penghargaan atas jawaban yang diberikan.

Menurut Moh Uzer Usman, keterampilan memberi penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi. Atau penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut”

Ada 4 cara memberikan penguatan, yaitu

  1. Penguatan kepada priadi tertentu
  2. Penguatan kepada kelompok siswa
  3. Pemberian penguatan dengan cara segera
  4. Viariasi dalam penggunaanya.

Keterampilan mengadakan variasi menjadi dasar keterampilan seorang guru dalam rangka merespon perbedaan gaya belajar siswa. Walaupun pada satu kelas, setiap Siswa memliki perbedaan gaya belajar yang dapat terbagi menjadi 3 gaya atau kategori yaitu auditif, visual, dan kinestetik. Variasi mengajar perlu ada untuk menghidari kebosanan dan kejenuhan siswa.

Rincian dari tujuan dan manfaat keterampilan variasi seebagai berikut:

  1. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran yang relevan dan bervariasi
  2. Memberikan kesempatan berkembangnya bakat yang dimiiki siswa
  3. Memupuk tingkah laku yang positif terhdap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar lebih baik
  4. Memberikan kesemparan kepada siswa untuk memperoieh cara  menerima pelajaran yang disenangi

Mengajar adalah bentuk tranfer ilmu dari guru ke siswa. Salah satunya dengan penjelasan. Secara rinci tujuan pemberian penjelasan dalam pembelajran sebagai berikut:

  1. Membimbing siswa untuk memahami
  2. Melibatkan siswa utnuk berpikir
  3. Mendapat umpan balik terhadap pemahamanya.
  4. Membimbing untuk menghayati dan menalaran serta memecahkan masalah

Adapun prinsip dalam yang harus menjadi pegangan guru ketika menjelasakan, yaitu:

  1. Keterkaitan dengan tujuan
  2. Relevan antara penjelasan dengan materi dan karakteristik siswa
  3. Kebermaknaan
  4. Dinamis
  5. Dilakukan pada kegiatan pembuka, inti, dan penutup.

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil merupakan cara memfasilitasi sistem pembelajaran yang siswa butuhkan secara bekelompok. Beberapa komponen yang perlu guru kuasai dalam melakukan bimbingan diskusi kelompok kecil adalah sebagai berikut:

  1. Fokus kepada tujuan dan topik siswa
  2. Memperjelas masalah yang akan didiskusikan
  3. Menganalisis pandangan siswa
  4. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi
  5. Memberikan kesempatan untuk bertisipasi
  6. Menutup diskusi
  7. Menghidari dominasi seseorang dalam pembicaraan

Pengelolaan kelas adalh keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikan bila terjadi ganguan dalam proses pembelajaran.

Komponen utama dari pengelolaan kelas adalah menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menarik yang mendukung siswa belajar secara optimal. Kedua adalah mengembalikan perhatian dan kosentrasi siwa jika ada ganguan ketika proses pembelajaran sedang berlangsung.

Perlu menghidanri dalam pengelolaan kelas adalah campur tangan yang berlebihan, dan menghentikan penjelasan tanpa alasan, menyimpang, dan sikap yang bertele-tele.


Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang paling humanis untuk memenuhi kebutuhan dan intes siswa. Hakikat pembelajaran perseorangan atau individual adalah

  1. Terjadinya hubungan interpersonal antara guru dengan siswa juga siswa dengan siswa.
  2. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.
  3. siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhan.
  4. Siswa dilibatkan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran.

Komponen yang harus guru kuasai dalam pembelajaran individual terdiri dari 4 keterampilan yaitu keterampilan ….

  1. mengadakan pendekatan secar pribadi
  2. mengorganisasi
  3. membimbing dan memudahkan belajar
  4. merencanakan dan melaksanakan Pembelajaran.

Keterampilan menutup pelajaran adalah ketampilan guru dalam rangka menutup atau mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Komponen yang masuk dalam keterampilan menutup pelajaran adalah:

  1. Meninjau kembali penguasaan matei pijij dengan menerangkum atau menyimpulkan hasi  pembelajaran.
  2. Melakukan evaluasi antara lain dengan cara mendemostrasikan.

Pemendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses, Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:

  1. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
  2. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  3. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  4. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Untuk mengetahui lebih mengenai guru professional, silahkan buka Pengembangan Profesi Guru Madrasah