Konsultan

Apa Dampak Pergantian Kepala Sekolah? Analisa di MATASYA

Yunandra. Arah baru perubahan dan pergantian kepala madrasah artinya setiap perubahan kepala madrasah harapannya membawa arah baru dengan semangat baru. Tempat baru membawa tantangan dan peluang baru.

Sekolah Negeri akan selalu memiliki kepala sekolah baru. Perubahan kepala sekolah bisa 2 tahun, 4 tahun atau maksimal 8 tahun sesuai dengan Permendikbud no. 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah pasal 12 ayat 4.

Berdasarkan peraturan tersebut, Madrasah Negeri akan terbiasa dengan pergantian kepala madrasah.

Tulisan ini mencoba menganalisa manfaat pergantian kepala madrasah serta materi pembinaan awal tahun di MATASYA.


Pergantian kepala madrasah merupakan hal yang wajar dalam dinamika pengelolaan lembaga pendidikan.

Salah satu manfaat utama pergantian kepala madrasah adalah terjadinya penyegaran manajemen.

Madrasah mendapatkan sudut pandang baru, gaya kepemimpinan baru, serta kemungkinan lahirnya inovasi dalam pengelolaan program.

Penyegaran Program dan Manajemen Madrasah

Kepala madrasah baru umumnya membawa pengalaman kepemimpinan dari madrasah sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan.

Program yang sudah baik dapat dilanjutkan, sementara program yang kurang relevan dapat diperbaiki atau diganti dengan program yang lebih efektif.

Semakin banyak pengalaman kepala madrasah dalam memimpin berbagai lembaga, semakin kaya pula referensi dan praktik baik (best practices) yang dapat diterapkan di madrasah baru.

Pergantian Kepala Madrasah di MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif

Sejak berstatus sebagai madrasah negeri, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif telah dipimpin oleh beberapa kepala madrasah. Pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan.

Pada awal tahun 2019, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif menerima kepala madrasah baru yang ke-5, yaitu Hj. Faizah.

Beliau merupakan kepala madrasah yang telah berpengalaman memimpin di beberapa madrasah sebelumnya. Pengalaman tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan MATASYA ke depan.

Persepsi, Realitas, dan Evaluasi Program

Umumnya, kepala madrasah baru telah memiliki persepsi awal tentang madrasah yang akan dipimpin. Namun, ketika sudah berada di dalam sistem, persepsi tersebut akan diuji oleh realitas di lapangan. Proses melihat, merasakan, dan mengalami langsung kondisi madrasah menjadi fase penting dalam kepemimpinan awal.

Dari sinilah pengalaman dan persepsi kepala madrasah berpadu menjadi modal utama untuk menganalisis dan mengevaluasi program-program madrasah.

Evaluasi ini akan menentukan: lanjutkan, perbaiki, atau ganti atau perbarui

Dasar Penyusunan Rencana Pengembangan Madrasah

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi acuan dalam menyusun rencana pengembangan madrasah. Rencana ini diarahkan agar seluruh program dan kebijakan madrasah selaras dengan visi dan misi MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif (MATASYA).

Dengan demikian, pergantian kepala madrasah bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola, layanan pendidikan, dan capaian madrasah secara berkelanjutan.


12 Maret 2019, Pembinaan pengawas madrasah di awal kepemimpinan baru atau pergantian kepala madrasah fokus kepada beberapa hal.

Fokus Kepada Tugas Guru Madrasah

Pada materi utama dalam pembinaan awal tahu yaitu mengingat kembali tugas guru madrasah.

Tugas guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2017 tentang guru pasal 52 ayat 1, bahwa tugas pokok guru yaitu:

  1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan.
  2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan
  3. Menilai pembelajaran atau pembimbingan
  4. Membimbing dan melatih peserta didik, dan
  5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan pokok sesuai dengan beban Kerja guru.

Tugas pokok di atas dalam rangka mewujudkan tujuan dan amanah besar para Guru yaitu mempersiapkan generasi.

Generasi Siswa Madrasah yang memiliki 2 utama yaitu

  • Mandiri yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri tanpa membebani orang lain.
  • Pelanjut Dakwah Rosul yaitu menjaga dan memelihara ajaran Islam.

Kedua tugas tersebut menjadi target utama dalam pembinaan siswa.

Pemahaman yang Kuat Keterkaitan SPMP dan akreditasi

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI) merupakan suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang saling berinteraksi secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan.

Menurut Permendikbud No. 28 tahun 2016, Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dengan standar nasional pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah.

Sedangkan Penjaminan Mutu Pendidikan adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu.

Standar nasional pendidikan terdiri dari 8 standar. Target utama pendidikan tertulis dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Proses pencapaian SKL dengan tiga standar yaitu Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian.

Keempat standar tersebut merupakan bagian dari pengembangan kurikulum.

Pelaksanaan keempat standar tersebut perlu dukungan dari 4 standar lainnya yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Pembiayaan.

Berdasarkan keterangan di atas, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif perlu melakukan penjaminan mutu secara terencana dengan menganalisis dan memetakan pencapaian dan pemenuhan terhadap 8 SNP.

MATASYA harus mampu mengukur pemenuhan 8 SNP sebelum menghadapi Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN S/M).

Proses yang MATASYA lakukan bernama Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal.  Sedangkan akreditasi oleh BAN S/M bernama Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Eksternal.

Pembahasan mendalam tentang standar nasional pendidikan dan akreditasi tersedia di artikel Kebijakan SNP dan Akreditasi Sekolah Madrasah

Strategi Pembinaan online di Era Digital

Pada kesempatan pembinaan ini, juga memperkenalkan sistem pembinaan menggunakan Google Classroom.

Guru MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif bergabung di Google Classroom milik Pengawas madrasah.

Persyaratan utama bergabung di Google Classroom adalah memiliki alamat email di Gmail, bukan yahoo atau yang lainnya. Guru-guru MATASYA harus memiliki email Gmail.

Proses pembinaan online dengan menggunakan Google Classroom dapat mempermudah proses pengawasan akademik dan pengawasan manajerial.

Semoga tahun 2019 menjadi awal yang baik untuk  mewujudkan visi dan misi utama Madrasah Al Azhar Asy Syarif yaitu merealisasikan kurikulum al Azhar Mesir secara formal dan substansi.

Pembahasan lain tentang Madrasah Negeri Al Azhar Asy Syarif tersedia di Aktivitas Pengawas Madrasah per binaan


Untuk mengetahui aktivitas kepengawasan dan pendampingan, silahkan kunjungi Kegiatan Pengawas Madrasah sebagai Pendamping

    Revisi pada tanggal 2 Februari 2026